• Home
  • 29 Desember 2003
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 29 Desember 2003
    Kaleidoskop

    Seks, Pispot, dan Harry Potter

    Kata filsuf Francis Bacon, beberapa buku bisa enak (dibaca),beberapa buku mudah dipahami, tapi beberapa yang lainnyalewat begitu saja. Sepanjang tahun 2003, terbit beberapa buku yangsayang dilewatkan karena mencetak sukses: laris manis di pasar, ataumendapatkan penghargaan sebagai buku terbaik.

    Satu buku yang sangat ditunggu-tunggu pembaca adalah serialkelima Harry Potter. Kisah rekaan J.K. Rowling tentang penyihircilik bernama Harry Potter di sekolah Hogwarts itu selalu jadi yangterlaris hingga edisi keempat. Dan ketika seri kelima diluncurkanserentak di seluruh dunia pada Juni lalu, Harry Potter and the Order ofthe Phoenix memecahkan rekor buku yang terjual paling cepat di dunia.

    Dari toko buku online Amazon.com saja tercatat 1,3 jutaeksemplar dijual tak sampai dua minggu setelah peluncuran. Belum lagijumlah buku yang dibeli di toko buku biasa. Menurut Richard Oh,pemilik Toko Buku QB, Jakarta, serial itu juga menjadi yang terlaris ditokonya. "Tiap hari ada saja yang memesan HarryPotter," kata Richard. Pada hari pertama penjualan, seribu buku ludes di seluruh jaringan tokoQB di Jakarta. Bahkan menurut Koran Tempo, ada toko buku yangberencana memesan 10 ribu eksemplar HarryPotter dalam bahasa Inggris.

    Bukan cuma buku asing yang berjaya. Buku karya pengarangdalam negeri juga menyita perhatian sepanjang tahun ini. Yangpaling menarik adalah Jakarta Undercover yang disusun wartawanmajalah Popular, Moammar Emka. Buku ini berisi kumpulan ceritatentang seluk-beluk bisnis seks dan perilaku seksual orang-orang diJakarta, yang biasanya dibicarakan malu-malu kucing. Emkamengklaim menjadi saksi mata dari setiap acara seksual yang ditulisnya.Jadi, inilah buku acara seks pertama yang ditulis langsung olehsaksi matanya. Orang lalu penasaran bagaimana deskripsi buku itu,dan berbondong-bondong memborongnya.

    Buku tersebut memang sarat diwarnai deskripsi tempat,liukan tubuh-tubuh yang bermandi keringat dan bernafsu, berikutseribu satu gaya yang biasanya cuma kabar burung buat sebagianbesar orang. Sebelas kali buku ini dicetak ulang, dan beberapa kalimenjadi buku terlaris minggu ini di Toko Buku QB dan beberapa tokobuku lainnya di Jakarta. Angka penjualannya memang menakjubkanuntuk ukuran Indonesia: 11 kali cetak ulang dengan penjualan sekitar60 ribu eksemplar.

    Buku sastra yang lebih serius juga tetap mendapat tempat.Yayasan Rancage memberikan penghargaan sastra Sunda kepada HolisohM.E., yang mengarang buku roman KembangPetingan, sedangkan sosok peraih Rancage adalah Titi-Kartini.

    Untuk sastra Jawa, penghargaan diberikan kepadabuku Candhikala Kapuranta karangan Sugiarta Sriwibawa, dansosok Rancage adalah Mochtar yang pemimpin redaksiPanjebar Semangat. Dari sastra Bali, romanBunga Gasdung Ulung Abancang karya I Nyoman Manda dan sosok I Gusti Putu Bawa Samar Gantangmeraih penghargaan sebagai karya sastra dan sosok yang peduli sastra Bali.

    Pusat Bahasa memberikan penghargaan kepada N.H. Dini, Dorothea Rosa Herliany, dan Oka Rusmini karena sumbangan mereka terhadap bahasa Indonesia, tetapi tidak secara khusus menilai satu karya mereka. Ada lagi Khatulistiwa Award, diprakarsai Richard Oh, yang tahun ini memberi penghargaan kepada Hamsad Rangkuti, lewat antologi cerpen Bibir dalam Pispot. Hingga akhir tahun, cuma Yayasan Adikarya Ikapi yang belum melakukan penjurian.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

Bambang Harsrinuksmo, 60 tahun

Buku

Berbangga Membangun ITB

Kaleidoskop

Seks, Pispot, dan Harry Potter

Catatan Pinggir

Setiap Desember Adalah Menunggu

Surat Dari Redaksi

Surat dari Redaksi

Tahun 2004, Tahun Pemilihan Presiden

TEMPO|interaktif

Olahraga

Moratti : Palacio Pemain yang Dibutuhkan Inter

Internasional

Bill Clinton Berpose dengan Bintang Film Porno

Olahraga

Patrich Wanggai Bela Indonesia Selection  

Oezil Ingin Bawa Jerman Juarai Euro 2012

Metro

Polisi Temukan Motor Perampok Penembak Satpam IPB  

KPU Tetapkan DPT Pekan Depan

Kapolda Tetap Tolak Konser Lady Gaga

Olahraga

Martinez Kian Merapat ke Anfield

Teknologi

Tim Mobile Health ITB ke Final Kejuaraan Dunia

Teknologi

NetApp Indonesia Resmikan Kantor Baru

Inilah Para Calon Pengganti Paul Si Gurita

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif