• Home
  • 05 Januari 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Televisi
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
    • Layar
    • Iqra
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
    • Seni Rupa
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 05 Januari 2004

    Negosiasi dengan Perampok

    INI unik: para perampok tawar-menawar dengan korbannya soal jumlah duit yang mereka inginkan sebelum perampokan dilakukan, 7 Desember tahun silam. Korbannya adalah Zaini, warga Dusun Sumberpoh Lor, Desa Sumperpoh, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Rumah lelaki 40 tahun ini memang terpencil di tengah persawahan, sejauh 50 meter dari tetangga terdekat. Malam itu Zaini, istrinya Ruwiyah, dan anak mereka Lailatul Masruroh, 8 tahun, sudah tertidur sekitar pukul 21.00 WIB. Biasanya mereka tidur selepas pukul 23.00. Mereka kelelahan setelah seharian menerima tamu yang menghadiri se- lamatan empat bulan kehamilan Ruwiyah. Sekitar pukul 24.00 WIB, ia terjaga karena mendengar suara mencurigakan di depan rumahnya. Terbangun, Zaini mengintip dan melihat dari balik tirai jendela ruang tamu dua orang bersenjata tajam mondar-mandir di teras rumah. Zaini, guru Madrasah Ibtidaiyah Raidhotul Jannah II Sumberpoh, lalu beranjak ke kamar mandi. Ruwiyah, yang tetap di ruang tamu, melihat kedua perampok lagi mencungkil kayu ventilasi rumah. Begitu kayu ventilasi lepas, mereka memergoki Ruwiyah sedang sen- dirian. "Mana suamimu?" perampok itu membentak. Yang ditanya menjawab, "Di kamar mandi." Salah satu perampok, sambil me- ngacungkan celurit, meminta uang pada nyonya rumah. Karena ketakutan, Ruwiyah lari menyusul suaminya. Zaini semula menolak. Tapi, karena istrinya terus mendesak, lelaki itu meloloskan selembar Rp 20 ribu lewat ventilasi. Giliran perampok menampik-mereka meminta Rp 500 ribu. "Saya tak punya uang sebesar itu," ujar Zaini sembari menyodorkan lembaran Rp 10 ribu. Tak percaya tuan rumah tak beruang-Zaini adalah pemilik toko-perampok yang gusar memecahkan kaca jendela dengan celurit, lalu mendobrak pintu tripleks hingga jebol. Sementara perampok menyerbu masuk, mereka kabur lewat pintu belakang untuk meminta per- tolongan tetangga. Tapi, melihat dua perampok lain berjaga-jaga di depan rumah, Ruwiyah kembali masuk. Mendengar ribut-ribut, Lailatul keluar ke ruang tamu ketika para perampok sedang mengangkuti TV 14 inci, pemutar VCD, kipas angin, magic jar, dan termos. Dan saat Zaini kembali bersama bala bantuan, para penjahat sudah kabur. Sudah tiga kali dengan peristiwa ini rumah Zaini disatroni pencuri dan perampok. Sedangkan Kepolisian Sektor Maron hingga Jumat pekan silam belum berhasil menangkap para pelaku. "Kami tak punya ciri-ciri pelaku," kata salah seorang polisi yang ingin namanya disimpan. Sapto Yunus, Dwi Wiyana (Sumedang), Bibin Bintariadi (Probolinggo)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

Gendut Riyanto, 48 tahun

Buku

Sebuah Pamflet 260 Halaman

Catatan Pinggir

Jarak

Indonesiana

Bidan Beranak Kucing, Meong…

Negosiasi dengan Perampok

Sastra

Godam Beraksi Sampai Mati

Seni Rupa

Cerutu Tiarma, Ludah untuk Iwan

Surat Dari Redaksi

Napak Tilas Rommy ke Bagdad dan Tikrit

Ralat

Ralat

Agama

Atas Nama 'Bisikan Tuhan'

Fotografi

Jakarta-Peking dalam 'Kisah Dua Kota'

Layar

Bergerak Bersama Dunia Imajinasi Bernama Animasi

Tari

Hidup itu Singkat, Seni...

Televisi

Somad dan Cinta pun Bermetamorfosis

TEMPO|interaktif

Chamberlain Akan Jadi Pemain Hebat, Kata Rosicky

Nasional

4 Ribu Reaktor Biogas Dibangun di Jawa Timur

Nasional

Raja Solo Pilih Tinggalkan Keraton

Nasional

'Kisruh' Gubernur Bengkulu Rugikan Masyarakat  

Olahraga

Moratti : Palacio Pemain yang Dibutuhkan Inter

Internasional

Bill Clinton Berpose dengan Bintang Film Porno

Olahraga

Patrich Wanggai Bela Indonesia Selection

Oezil Ingin Bawa Jerman Juarai Euro 2012

Metro

Polisi Temukan Motor Perampok Penembak Satpam IPB  

KPU Tetapkan DPT Pekan Depan  

Kapolda Tetap Tolak Konser Lady Gaga

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif