• Home
  • 19 Januari 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 19 Januari 2004

    Sang Bayi Prematur Bernama Busway

    Nasib sebuah kota bukan hanya ditentukan segumpal cita-cita. Nasib sebuah kota juga bukan ditentukan hanya karena sang gubernur ingin dikenang-kenang sebagai pemimpin yang berjasa. Ada banyak hal yang melibatkan penataannya: perencanaan, perencanaan, perencanaan. Studi lapangan dan perbandingan bagaimana sebuah sistem itu bisa diterapkan di sebuah kota sebesar, segemuk,dan serumit Jakarta.

    Transportasi busway adalah sebuah cita-cita untuk menyelesaikan problem transportasi di Jakarta. Sebuah keinginan besar (yang memang terpuji) untuk menciptakan transportasi publik agar penduduk Jakarta tak melulu memenuhi jalan-jalan ini dengan ego dalam bentuk pameran mobil mewah. Tapi marilah tengok sebentar hari-hari awal peluncurannya.

    Sejak Kamis pekan lalu, wajah Jakarta segera berubah. Lima puluh enam buah bus Transjakarta berwarna kuning-merah menghiasi koridor Blok M- Kota sepanjang 12,9 kilometer. Iring-iringan bus berlambang burung garuda itu melaju tanpa hambatan. Kontras dengan pemandangan ruas jalan di kiri-kanan yang mengapitnya: ratusan kendaraan merayap, tersendat, bahkan macet total. Mungkin lama-kelamaan para OKB (orang kaya baru) yang mengoleksi sampai delapan buah mobil di rumahnya akan mulai malas memamerkannya di jalan-jalan yang sungguh macet ini.

    Sebagai barang baru di kota yang ruwet ini, bus Transjakarta menggairahkan. Para calon penumpang rela ber- desakan sejak pagi di halte dan langsung "menyerbu" busway itu tanpa antre. Karena muatannya melebihi kapasitas, bus ber-AC itu tetap terasa gerah. Penumpang berjejalan, berimpitan, nyaris tak bisa bergerak. Alhasil, bus yang idealnya hanya berpenumpang 55 berdiri dan 31 duduk itu menjadi kian supersesak. Mirip dengan pemandangan di kereta rel listrik kelas ekonomi pada jam sibuk.

    Selain perilaku penumpang yang belum disiplin, beberapa sopir bus Transjakarta juga tampak belum mahir mengendalikan kendaraannya, terutama saat bus berhenti di halte. Sejumlah bus harus maju-mundur untuk mencari posisi agar pintunya terbuka. Kekacauan itu menunjukkan ketidakmatangan peluncuran busway. Bagai seorang bayi yang lahir prematur. Amat tergesa.

    Kendati tergesa-gesa, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso berprinsip, the show must go on. Tiada yang boleh membatalkan "pentas teater busway" yang telah tergelar. Sutiyoso berambisi menjadikan busway sebagai satu di antara tulang punggung transportasi massal Jakarta di masa depan. Ia ingin menggiring masyarakat untuk terbiasa menggunakan angkutan umum, bukan mobil pribadi.

    Nurdin Kalim


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Bukan Hanya Debat Kusir

Album

Meninggal

Buku

Islam Datang dari Cina?

Catatan Pinggir

Asrul

Fotografi

Sang Bayi Prematur Bernama Busway

Indonesiana

Indonesiana

Seni Rupa

Burung-Burung Halusinasi

TEMPO|interaktif

Nasional

KPK Tahan Bekas Wali Kota Cilegon  

Olahraga

Race Fature Monaco, Rio Finis Posisi 14

Nasional

Buntut Bentrok Lahan PTPN II, Kantor Dibakar

Nasional

Soal Ani Yudhoyono Jadi Capres, Demokrat Diminta Hormati Putusan SBY

Chamberlain Akan Jadi Pemain Hebat, Kata Rosicky

Nasional

4 Ribu Reaktor Biogas Dibangun di Jawa Timur

Nasional

Raja Solo Pilih Tinggalkan Keraton

Nasional

'Kisruh' Gubernur Bengkulu Rugikan Masyarakat  

Olahraga

Moratti : Palacio Pemain yang Dibutuhkan Inter

Internasional

Bill Clinton Berpose dengan Bintang Film Porno

Olahraga

Patrich Wanggai Bela Indonesia Selection

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif