• Home
  • 26 Januari 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 26 Januari 2004

    Album

    PENGHARGAAN
    Hasjrul Harahap, 73 tahun

    Berkacalah pada Hasjrul Harahap, pribadi yang tak pernah kalah melawan waktu. Di usianya yang uzur-18 November nanti ia genap 73 tahun-semangat belajarnya tak pernah kendur. Senin pekan lalu, ia meraih gelar doktor dari Institut Pertanian Bogor. Inilah rekor peraih gelar doktor tertua dalam catatan Museum Rekor Indonesia. "Luar biasa perjuangan Pak Hasjrul," kata mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim. Selain Emil, mantan Menteri Perumahan Cosmas Batubara dan Menteri Pertanian Bungaran Saragih juga menyalami. Hasjrul hanya bisa terharu. "Saya ingat istri saya yang 35 tahun mendampingi saya dan meninggal enam tahun lalu," katanya kepada Tempo News Room.

    Bertarung dengan stamina yang sudah melorot dan sesekali disambangi penyakit, ia harus bolak-balik ke Puncak, Bogor, untuk melakukan penelitian. "Ternyata saya mampu, meskipun untuk penelitian perlu lima tahun lebih," tuturnya. Penelitian itu membayar lunas rasa penasarannya, yakni apakah timbel dari asap knalpot kendaraan bermotor yang melintasi kawasan Puncak berpengaruh pada kualitas daun teh dan berbahaya bagi penikmat teh atau tidak.

    Untuk lulus dari IPB pada 1961, pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, itu membiayai kuliahnya dengan menjadi guru di SMA Taman Madya dan SMA Regina Pacis, Bogor. Dia juga harus merasakan susahnya jadi pedagang kain di Pasar Anyar, Bogor.

    Pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988), ia menjadi Menteri Muda Peningkatan Produksi Tanaman Keras, dan tahun berikutnya (1988-1993) menjadi Menteri Kehutanan. Ia kemudian meraih gelar magister manajemen pada 1996 di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulia, Jakarta.

    Meninggal
    Indrayana Noto Soehardjo, 60 tahun

    Malam di Laboratoriun Forensik Rumah Sakit Dr. Soetomo kini makin sunyi. Tak ada lagi sosok Indrayana Noto Soehardjo yang mengutak-atik mayat hingga tengah malam, atau meladeni wawancara dengan wartawan hingga pukul 01.30 dini hari. Salah satu ahli penguji DNA (deoxyribonucleic acid) terbaik di Indonesia itu Senin pekan lalu tutup usia. Penyakit lever kronis merenggutnya.

    "Ia beberapa kali masuk rumah sakit. Beliau terkena gangguan lever kronis," kata Urip Mertorejo, Bagian Humas Rumah Sakit Dr. Soetomo. Selama ini, nama Prof. Dr. dr. Indrayana Noto Soehardjo, Sp.F. D.F.M. adalah jaminan kualitas dalam uji forensik. Namanya mencuat ketika menangani kasus Marsinah, buruh yang terbunuh di Jawa Timur. Dokter kelahiran Sidoarjo, 6 November 1944, itu juga berhasil mengidentifikasi ratusan korban bom Bali. Dia pula yang memastikan bahwa Iqbal, salah satu tertuduh pelaku peledakan bom Bali, telah tewas.

    Guru besar Universitas Airlangga itu meninggalkan seorang istri, Listya Sidharta, dan dua putri.


    "Saya melihat adanya ketidakadilan."
    - Menteri Tenaga Kerja Jacob Nuwa Wea menanggapi besarnya pesangon untuk para pemimpin Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Selasa pekan lalu.

    "Kemungkinan para hakim tidak pernah diberi pelajaran filsafat hukum, makanya seperti itu. Jadi, keputusannya membahayakan pers dan memojokkan wartawan."
    -Rosihan Anwar, tokoh pers nasional, seperti dikutip Detikcom, Rabu pekan lalu, menanggapi keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mengabulkan gugatan Tomy Winata terhadap Koran Tempo.


    TEMPO DOELOE

    26 Januari 1784
    Dalam surat kepada anak perempuannya, Benjamin Franklin mengekspresikan ketidaksenangannya atas burung elang yang dijadikan simbol Amerika Serikat. Masalahnya, dia ingin ayam kalkun yang jadi simbol.

    26 Januari 1788
    Dipimpin Kapten Arthur Philip, rombongan pertama imigran Eropa mendarat di Australia di kota yang kini dikenal dengan nama Sydney.

    26 Januari 1841
    Inggris secara resmi mengokupasi Hong Kong.

    27 Januari 1756
    Wolfgang A. Mozart lahir.

    28 Januari 1956
    Elvis Presley membuat debut perdananya di televisi nasional dalam acara The Dorsey Brothers Stage Show di stasiun televisi CBS.

    29 Januari 1886
    Karl Benz sukses mengembangkan mobil berbahan bakar bensin untuk pertama kalinya.

    29 Januari 1924
    R. Taylor mempatenkan mesin berputar es krim cone.

    29 Januari 2001
    Ribuan mahasiswa berunjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR meminta Presiden Abdurahman Wahid mundur dengan tuduhan terkait skandal Bulog.

    30 Januari 1933
    Adolf Hitler dikukuhkan sebagai Kanselir Jerman.

    30 Januari 1948
    Pemimpin politik dan spiritual India, Mahatma Gandhi, tewas di tangan seorang ekstremis Hindu.

    30 Januari 1958
    Yves Saint Laurent dalam usia 22 tahun menggelar peragaan busana akbar untuk pertama kalinya di Paris.

    31 Januari 1990
    McDonald's membuka rumah makan siap saji di Moskow. Ini rumah makan siap saji pertama di negeri itu.

    1 Februari 1788
    Isaac Briggs dan William Longstreet mempatenkan kapal uap.

    1 Februari 1930
    The Times mempublikasikan teka-teki silang untuk pertama kalinya.

    1 Februari 1979
    Ayatullah Khomeini tiba di Iran, mengakhiri masa 15 tahun pembuangannya.

    1 Februari 2003
    Pesawat ulang alik Columbia milik NASA meledak, menewaskan tujuh astronautnya.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Kekerasan terhadap Buku

Catatan Pinggir

Sepatu

Indonesiana

Indonesiana

Seni Rupa

Jejak Modernisme Fadjar Sidik

TEMPO|interaktif

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif