• Home
  • 02 Februari 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Iqra
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 02 Februari 2004

    Album

    Penghargaan Lewat Meditasi
    Haji Agus Bambang, 44 tahun

    Tak ada yang bisa melupakan Haji Agus Bambang Prianto. Nama pria 44 tahun kelahiran Kuta, Bali, ini mencuat ketika ia, dengan kelompok Fardu Kifayah-nya, bahu-membahu menyelamatkan para korban saat bom meledak di kampung halamannya, Kuta, 12 Oktober 2002 lalu.

    Pria berkulit gelap ini tak pernah sedikit pun berpamrih untuk semua pengorbanannya. Tapi dunia tak pernah lupa pada jasanya. Penghargaan demi penghargaan bertaraf internasional mengalir. Yang terbaru, anugerah "Lifting Up the World with a Oneness-Heart" datang dari Sri Chinmoy, tokoh spiritual asal Bangladesh.

    Ini bukan penghargaan kecil. Sejumlah tokoh dunia pernah menerima gelar yang sama. Mereka antara lain Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Direktur UNICEF James Grant, Bunda Teresa, Cardinal Basil Hume, juga pemusik Sting dan atlet Carl Lewis.

    Bagi Bambang, ini adalah penghargaan ke-11 yang ia terima. Ia sendiri tidak menduga Sri Chinmoy memilihnya. Bambang berkisah, Sabtu pekan lalu, 24 Januari, salah seorang murid Chinmoy asal Selandia Baru datang menemuinya. Murid ini memberi tahu bahwa, melalui meditasi, Sri Chinmoy memutuskan memilih Bambang. Bambang, kata sang murid, dianggap layak karena perjuangannya menolong korban bom Bali tidak mengenal sekat agama, ras, suku bangsa, dan negara.

    Penghargaan itu telah diserahterimakan di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, pada 27 Januari lalu. ''Saat menerima, saya merinding. Air mata saya meleleh. Saya terharu,'' kata Haji Bambang.

    Seolah menyempurnakan penghargaan tersebut, sebelumnya utusan khusus Departemen Kesehatan Pemerintah Swiss datang menemui Bambang. Mereka meminta izin untuk membukukan teknik-teknik evakuasi yang diterapkan Bambang saat menyelamatkan para korban bom. Kelak, buku ini akan menjadi buku panduan evakuasi tim penyelamat di Swiss.

    Jalil Hakim


    Pelantikan
    Guruh Sukarno Putra

    Bertarunglah bak penari. Ungkapan itu mungkin tepat digunakan bagi kumpulan pendekar Banten yang bernama resmi Persilatan, Pendekar, dan Seni Budaya Banten Indonesia (PPSBBI). Selasa 27 Januari lalu, mereka melantik seniman serba bisa Guruh Sukarno Putra menjadi dewan pembina pendekar.

    Di podium, saat pelantikan, Guruh berdiri gagah. Mengenakan pakaian kebesaran pendekar, sosok Guruh terlihat sangar. "Ini wujud terima kasih kami. Kami harap Guruh ikut bertanggung jawab menjaga kebesaran nama pendekar Banten," kata H. Hasan Sochib, Ketua PPSBBI.

    Terpilihnya Guruh bukan tanpa alasan. "Banyak alasan kami memilih dia. Salah satunya, Guruh sangat giat berkampanye pentingnya menghargai budaya dan seni bagi kehidupan bangsa Indonesia," kata H. Hasan bersemangat. Guruh memang bukan tokoh pertama yang diangkat sebagai pembina pendekar Banten. Gelar serupa pernah diberikan ke beberapa pejabat sipil dan militer. Mereka, antara lain, Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno, Jaksa Agung M. Rachman, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono, dan Menteri Perhubungan Agum Gumelar.

    Faidil Akbar/TNR


    "Beberapa tahun mendatang, kita harus rela tidak makan ayam dan telurnya."
    —Trisatya Putri Naipospos, Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan, saat mengingatkan dampak pemusnahan jutaan ayam yang terjangkit flu burung.

    "Tekanan publik begitu kuat. Saya berharap-harap cemas apakah MA berani mengambil keputusan membebaskan Akbar Tandjung."
    —Amir Syamsuddin, kuasa hukum Akbar Tandjung, dalam diskusi mengenai keputusan kasasi Mahkamah Agung menyangkut kasus korupsi yang melibatkan kliennya.


    TEMPO DOELOE

    2 Februari 1848
    Perahu pertama imigran Cina berlabuh di San Francisco.

    2 Februari 1971
    Idi Amin mulai berkuasa di Uganda setelah kudeta yang menggulingkan Presiden Milton Obote.

    3 Februari 1488
    Bartolomeu Diaz mendarat di Mossel Bay, Tanjung Harapan. Ia menjadi orang Eropa pertama yang sampai Afrika Selatan.

    3 Februari 1862
    Thomas Edison mencetak Weekly Herald dan menyebarkannya ke penumpang kereta antara Port Huron dan Detroit. Ini menjadi surat kabar pertama yang dicetak di atas kereta.

    4 Februari 1784
    George Washington terpilih sebagai presiden pertama Amerika Serikat.

    4 Februari 1948
    Ceylon merdeka dalam pangkuan British Commonwealth. Negara ini kemudian dikenal bernama Sri Lanka.

    5 Februari 1846
    The Oregon Spectator, bermarkas di Kota Oregon, menjadi koran pertama di kawasan pesisir Pasifik.

    6 Februari 1778
    Prancis mengakui kedaulatan Amerika Serikat.

    6 Februari 1952
    Raja Inggris, George VI, meninggal dan digantikan putrinya Elizabeth II.

    7 Februari 1882
    Di Kota Mississippi, Amerika Serikat, digelar pertandingan tinju kelas berat terakhir yang tidak menggunakan sarung tangan.

    7 Februari 1974
    Grenada merdeka dari Inggris Raya.

    8 Februari 1904
    Perang Rusia-Jepang meletus, ditandai dengan penyerangan Jepang terhadap pasukan Rusia Manchuria.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Madah dari Lereng Merapi

Catatan Pinggir

Horor

Pilih

Indonesiana

Indonesiana

TEMPO|interaktif

Nasional

Corby Sudah Bisa Ajukan Bebas Bersyarat

Ronaldo : Portugal Akan Kalahkan Jerman

Nasional

Pertamina Luncurkan SPBU Khusus di Bali

Nasional

KPK Tahan Bekas Wali Kota Cilegon  

Olahraga

Feature Race Monaco, Rio Finis Posisi 14

Nasional

Buntut Bentrok Lahan PTPN II, Kantor Dibakar

Nasional

Soal Ani Yudhoyono Jadi Capres, Demokrat Diminta Hormati Putusan SBY

Chamberlain Akan Jadi Pemain Hebat, Kata Rosicky

Nasional

4 Ribu Reaktor Biogas Dibangun di Jawa Timur

Nasional

Raja Solo Pilih Tinggalkan Keraton

Nasional

'Kisruh' Gubernur Bengkulu Rugikan Masyarakat  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif