George McTurnan Kahin, guru besar Universitas Cornell, dikenal sebagai orang yang memperkenalkan Republik Indonesia ke dunia. Di rumahnya, di daerah Cayuga Heights, Ithaca, terpampang sebuah lukisan panorama Gunung Merapi. Lukisan itu, katanya, akan selalu mengikat hubungan batinnya dengan Yogya zaman revolusi. Tanpa malu-malu diakuinya bahwa disertasinya, Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia (1952), berpihak pada "kaum Republiken". Sebelum wafat pada 29 Januari 2000, ia menulis buku berjudul Southeast Asia: A Testament, yang terbit akhir tahun lalusebuah memoar yang menceritakan pergaulannya selama tahun 1940-1950-an di Yogya, pada zaman agresi Belanda. Juga perjalanannya ke Vietnam. Ia dikenal menentang kebijakan Amerika di Asia Tenggara. TEMPO mengulas buku terakhirnya itu untuk Anda.
Cornell Modern Indonesia Project, yang berdiri tahun 1954, sempat menjadi gudang indonesianis terkemuka. Sayang, belakangan perannya meredup.
Dalam memoarnya, George Kahin mengurai perjalanannya secara rinci ke Vietnam Utara, negeri yang sedang digempur pesawat-pesawat Amerika.
Diterbitkan setelah ia wafat, "founding father" studi Indonesia di AS, George McTurnan Kahin, menulis sebuah memoar yang wajib dibaca para peneliti.
