• Home
  • 09 Februari 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 09 Februari 2004

    Ketika Dewa Turun ke Bumi

    Malam ini dewa akan turun untuk menebus dosa manusia. Tebusan itu berupa darah yang diteteskan dari lidah dan punggung sebagai lambang penderitaan manusia yang harus diembannya. Itulah makna Cap Go Meh, yang menandakan berakhirnya tahun baru dan dimulainya awal sebuah kehidupan baru bagi manusia. Nun di Kuil Lo Cia Bio, Dewa Kwan Kong, Erlang Shen, Lo Cia, dan Kong Tek Cun Ong turun dan masuk ke tubuh manusia hanya dua kali dalam setahun. Para dewa akan masuk ke orang-orang terpilih yang disebut dengan khitong. Kelak khitong akan menjadi perantara antara manusia dan dewa. Sebelum dewa datang, para ahli spiritual setempat berdoa kepada Tuhan yang Esa dan memohon agar kedatangan para dewa ini dapat memberikan berkah kepada manusia dan tanah air. Melalui asap yo yang mengepul kemudian berembus ke atas, doa dan segala permohonan langsung diterima-Nya. Setelah itu mantra-mantra berbahasa Mandarin dinyanyikan dengan iringan tambur yang dipukul keras dengan ketukan cepat dan tegas. Khitong pun loncat melesat menari-nari dengan yo di tangan. Para ahli spiritual sibuk melayani permintaan para roh dewa yang masuk ke dalam khitong. Para umat sudah menunggu petuah Dewa Erlang Shen, yang masuk ke tubuh Pak Teddy. "Sayaat" pedang menyayat lidah Pak Teddy dengan roh Dewa Erlang Shen. Darah yang menetes yang menandakan sebagai sebuah sumpah kebenaran langsung ditempelkan dengan kuas, yang kemudian dituliskannya di atas sebuah kertas hu sebagai jimat atau resep pengobatan bagi umat yang membutuhkan. "Ha-ha-ha...," demikian Dewa Kwan Kong tertawa sembari memainkan janggut panjangnya yang masuk ke tubuh Pak Rustam. "Cepluss," satu tombak kecil menembus pipi kiri ke kanan. Dewa Kwan Kong di antara umat yang mengelilinginya meminta petunjuk agar bisnis menjadi lebih baik. Dewa Lo Cia dan Kong Tek Cun Ong juga datang untuk memberikan petunjuk dengan darah yang keluar dari lidah, punggung, dan pipi sebagai lambang kebenaran. Inilah hari ketika para dewa yang turun akan kami arak mengelilingi kota untuk memberikan berkah kepada kami. Inilah hari saat para dewa akan menanggung dosa-dosa kami. Inilah hari kemerdekaan kami agar segala rahmat dilimpahkan oleh-Nya.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan

Harmani Kalim

Buku

Selamat Datang, Faiz dan Izzati

Fotografi

Ketika Dewa Turun ke Bumi

Indonesiana

Indonesiana

TEMPO|interaktif

Nasional

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

Olahraga

Van der Vaart Sarankan Robben Bertahan di Muenchen

Olahraga

Pereli Subhan Aksa Sementara Masuk 3 Besar

Nasional

Corby Sudah Bisa Ajukan Bebas Bersyarat  

Ronaldo : Portugal Akan Kalahkan Jerman

Nasional

Pertamina Luncurkan SPBU Khusus di Bali

Nasional

KPK Tahan Bekas Wali Kota Cilegon  

Olahraga

Feature Race Monaco, Rio Finis Posisi 14  

Nasional

Buntut Bentrok Lahan PTPN II, Kantor Dibakar

Nasional

Soal Ani Yudhoyono Jadi Capres, Demokrat Diminta Hormati Putusan SBY

Chamberlain Akan Jadi Pemain Hebat, Kata Rosicky

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif