• Home
  • 08 Maret 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 08 Maret 2004

    Sensor Jantung tanpa Baterai

    Biasanya, untuk mengukur tekanan darah pada bagian dalam jantung pasien, dokter harus melakukan operasi berulang-ulang. Kelak, operasi berisiko itu hanya perlu sekali saja, saat dokter memasukkan sensor mini seukuran butir padi ke dalam bilik kiri jantung pasien. Alat ini memang dirancang khusus untuk menolong orang-orang yang gagal jantung. Misalnya, orang yang kelebihan cairan darah organ tubuh tertentu karena jantungnya tak bisa memompa darah ke seluruh bagian tubuh.

    Selama ini, kondisi serupa biasanya ditangani dengan pemberian obat. Untuk memastikan apakah obat itu bekerja atau tidak, dokter perlu mengukur tekanan di bagian dalam bilik kiri jantung pasien. Caranya, dengan memasukkan alat seperti pipa ke jantung melalui pembuluh nadi tangan atau kaki. Tentu saja mahal dan tidak nyaman, apalagi harus dilakukan sampai tiga kali dalam setahun.

    Nader Najafi, Kepala Integrated Sensing Systems (ISSYS)-perusahaan asal Michigan pembuat alat sensor ini-menjelaskan bahwa alat buatannya sangat akurat. "Dan sangat cepat," kata Najafi. Kelebihan lain, sensor ini bekerja tanpa baterai. Untuk memonitor data, sebuah radio pengirim dan penerima pesan dipasang di luar tubuh pasien.

    Robot Serambut Dibelah Dua

    Seperti anak kecil kegirangan mendapat permen, Carlos Montemagno dan koleganya berjingkrak-jingkrak pada sebuah malam awal pekan lalu. Tim peneliti dari University of California-Los Angeles (UCLA) itu bersorak dan hampir tak percaya melihat robot-robot mikro ciptaannya bukan hanya bergerak, tapi juga berkeliling.

    Robot karya Montemagno berbentuk lengkungan silikon berukuran 50 mikrometer-atau selebar rambut dibelah dua. "Ini sukses pertama uji coba jaringan otot hidup untuk menggerakkan mesin mikro," Montemagno memaparkan.

    Di bagian bawah lengkungan, tim peneliti menanamkan jaringan serat otot jantung tikus. Otot itu berbahan bakar zat glukosa sederhana. Kontraksi dan relaksasi sel otot jantung itu membuat lengkungan silikon melengkung dan merentang, menghasilkan gerakan mirip merangkak.

    Saat ini Montemagno baru berniat memanfaatkan temuannya untuk menolong orang yang mengalami kerusakan sistem pernapasan. Robot berotot (musclebot) ini akan merangsang rongga perut (diafragma) pasien untuk membantu mereka kembali bernapas normal. Prospek penggunaan otot hidup untuk menggerakkan sistem mikroelektromekanik (MEMS) pun terbuka lebar. Robot berotot diramalkan bakal jadi alternatif mikromotor-yang hanya berfungsi jika ada pasokan listrik.

    Selaku penyandang dana penelitian, Badan Aeronautika dan Ruang Angkasa Amerika Serikat (NASA) rupanya menyimpan mimpi lain. Kawanan "robot berotot" ini suatu hari diharapkan bakal jadi montir yang bisa mencari dan menambal kebocoran pesawat ruang angkasa, misalnya akibat benturan dengan meteorit mikro.

    Radar Semungil Kancing

    Apa bayangan Anda tentang radar? Antena berbentuk piring raksasa menempel kukuh di menara? Itu kuno. Para peneliti dari California Institute of Technology, Pasadena, Amerika Serikat, telah berhasil menciptakan radar mungil yang ukurannya kira-kira hanya seperlimabelas kancing jas.

    Meski mungil, radar microchip ini mampu menghantarkan, menerima, dan mengarahkan gelombang mikro berfrekuensi tinggi. Chip radar ini bekerja pada frekuensi 24 gigahertz-jauh di atas kemampuan prosesor Intel-Pentium. "Chip ini sangat akurat," ujar Ali Hajimiri, insinyur elektro yang jadi juru bicara tim peneliti.

    Dalam waktu dekat, chip tersebut akan melengkapi mobil-mobil mewah. Ia bisa menjadi alat pemandu saat pengemudi menerobos kabut tebal atau malam pekat. Ian Gresham, ahli radar otomotif di M/A-Com, Lowell, Massachusetts, meramalkan bahwa sistem ini bakal jadi alat bantu mobil paling populer. Maklum, di samping bentuk dan ukurannya sangat mungil, harga chip silikon ini pun jauh lebih murah dibanding radar konvensional. Energi yang dibutuhkannya juga sangat minim, namun ia tetap mampu beroperasi dengan bandwidth yang luar bisa tinggi.

    Dari berbagai sumber


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Saksi Revolusi itu Telah Pergi

A.M. Hanafi, 86 tahun

Buku

Warna-warni Parpol 1999-2004

Jalan Berliku di Depan Kita

Catatan Pinggir

Karbala

Fotografi

Cerita tentang Fotografi

Indonesiana

Tergiur Bokong Bahenol

Seni Rupa

Menyusuri Waktu Bersama Dali

Pelukis dan Arsitektur

TEMPO|interaktif

Olahraga

Milito Berharap Forlan Tak Tinggalkan Inter

Metro

Satpam IPB Korban Penembakan Langsung Dimakamkan

Nasional

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

Olahraga

Van der Vaart Sarankan Robben Bertahan di Muenchen

Olahraga

Pereli Subhan Aksa Sementara Masuk 3 Besar

Nasional

Corby Sudah Bisa Ajukan Bebas Bersyarat  

Ronaldo : Portugal Akan Kalahkan Jerman

Nasional

Pertamina Luncurkan SPBU Khusus di Bali

Nasional

KPK Tahan Bekas Wali Kota Cilegon  

Olahraga

Feature Race Monaco, Rio Finis Posisi 14  

Nasional

Buntut Bentrok Lahan PTPN II, Kantor Dibakar

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif