Amerika Serikat
Penyadapan di Markas PBB
Kabar penyadapan kantor PBB di New York oleh mata-mata Inggris membuat Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan gerah juga. Dia memanggil Perwakilan Inggris di Dewan Keamanan PBB, Emyr Jones Parry, untuk meminta penjelasan resmi pada pekan lalu. Skandal ini pertama kali dibuka oleh mantan Menteri Dalam Negeri Inggris, Claire Short. Dia mengaku bahwa pemerintah Inggris menyadap pembicaraan Sekjen PBB Kofi Annan dengan sejumlah pemimpin negara lain.
Menyusul berita tersebut, sejumlah bekas pejabat PBB mulai membuka pengalaman mereka menghadapi para agen intelijen yang gemar menyadap. Bekas Sekjen PBB Butros Gali pernah diperingatkan bawahannya agar hati-hati menggunakan telepon kantor. Bekas Inspektur Senjata PBB untuk Irak, Richard Butler, memilih merundingkan hal-hal rahasia di Central Parks gara-gara telepon kantornya disadap. Hal serupa dialami Hans Blix, pengganti Butler. Bahkan Australia ikut-ikutan menyadap pembicaraan pejabat PBB yang berkaitan dengan Irak. Sejauh ini, baru AS dan Inggris yang dinyatakan melakukan penyadapan.
Afrika
Pakta Pertahanan Baru
Akhirnya negara-negara Afrika memiliki sebuah pakta pertahanan. Dalam pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri 53 kepala negara dan perdana menteri se-Uni Afrika di Sirte, Libya, mereka bersepakat membentuk satu pakta pertahanan bersama. Dengan suara bulat mereka meneken Kebijakan Pertahanan dan Keamanan Bersama untuk Afrika (Common Defence and Security Policy for Africa). "Ini adalah jawaban terhadap ancaman dari dalam negeri, luar negeri, ataupun dari benua lain," ujar Presiden Mozambik, Joachim Chissano.
Pada 2005, diharapkan 15 ribu tentara sudah bisa dihimpun sebagai kekuatan pertama dari pakta tersebut. Negara yang sudah mencantumkan diri sebagai penyumbang pasukan antara lain Afrika Selatan, Kenya, Nigeria, dan Mesir. Operasi pasukan ini akan diatur melalui Dewan Keamanan dan Perdamaian Uni Afrika pada Maret 2005. Aturan-aturannya akan merujuk pada Dewan Ke- amanan PBB.
Afrika adalah benua yang kerap dilanda perang sipil dan pembantaian. Diharapkan, pakta ini dapat mengurangi kekerasan yang masih amat mewarnai kehidupan di benua tersebut.
Venezuela
Tanda Tangan Menentang Chavez
Sudah sepekan lebih Karakas, ibu kota Venezuela, diguncang demo-demo akbar yang menuntut turunnya Presiden Hugo Chavez. Para demonstran mengumpulkan jutaan tanda tangan untuk mendukung petisi bagi mundurnya Chaves. Pihak oposisi mengklaim telah mengumpulkan 3,4 juta tanda tangan. Sebaliknya, pendukung Chavez menuduh banyak tanda tangan yang palsu belaka.
Anggota Dewan Pemilihan Umum Nasional Venezuela menetapkan 400 ribu tanda tangan tak dapat dipakai. Dan 700 ribu lainnya masih harus dikonfirmasikan. Untuk menyingkirkan Chavez, sedikitnya harus terkumpul 2,4 juta tanda tangan. Dan kendati sudah jutaan yang terkumpul, belum ada tanda-tanda rontoknya Chavez.
Karena tidak ada kesepakatan, pihak oposisi mengerahkan ribuan orang untuk berdemo-yang segera disambut oleh Pasukan Garda Nasional. Alih-alih memadamkan demonstrasi, pasukan ini malah kian memicu kemarahan pengunjuk rasa. Peluru menyalak. Dan seorang sudah tewas terkena peluru pada pekan lalu. Duta Besar Venezuela di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Milos Alcalay, menyayangkan bahwa kerusuhan yang anarkistis di Karakas sekarang dapat memupuskan prinsip-prinsip Venezuela akan demokrasi, hak asasi, dan perdamaian.
Sri Lanka
Macan Tamil Pecah Kongsi
Kelompok pemberontak terbesar Sri Lanka, Macan Tamil Eelam ( Liberation Tigers of Tamil Eelam), pecah kongsi. Vinayagamoorthi Muralitharan alias Kolonel Karuna-salah satu komandan tinggi-memisahkan diri dari kepemimpinan Velupillai Prabhakaran. Memboyong serta 6.000 anggota pasukan, Karuna menguasai hampir separuh pasukan. Pecah kongsi ini berpangkal pada urusan internal Macan Tamil. Karuna-berasal dari timur Sri Lanka-geram melihat tingkah polah para pemimpin Tamil Eelam yang berasal dari utara, antara lain pemimpin tertinggi Prabhakaran.
Karuna merasa, selama ini, para prajurit dari timurlah yang lebih banyak menyumbangkan tenaga dan bakti bagi Macan Tamil. Tapi fasilitas dan promosi justru jatuh kepada para prajurit dari kawasan utara. Pecah kongsi ini melahirkan soal baru karena pemerintah telah meneken persetujuan genjatan senjata dengan Prabhakaran pada tahun 2002. Maka Kolombo buru-buru menolak saat Karuna meminta pemerintah memperlakukan faksinya sebagai organisasi yang terpisah dari Macan Tamil.
Ali Anwar (BBC, Reuters, AP)
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
