• Home
  • 08 Maret 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 08 Maret 2004

    Lintas Internasional

    Amerika Serikat
    Penyadapan di Markas PBB

    Kabar penyadapan kantor PBB di New York oleh mata-mata Inggris membuat Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan gerah juga. Dia memanggil Perwakilan Inggris di Dewan Keamanan PBB, Emyr Jones Parry, untuk meminta penjelasan resmi pada pekan lalu. Skandal ini pertama kali dibuka oleh mantan Menteri Dalam Negeri Inggris, Claire Short. Dia mengaku bahwa pemerintah Inggris menyadap pembicaraan Sekjen PBB Kofi Annan dengan sejumlah pemimpin negara lain.

    Menyusul berita tersebut, sejumlah bekas pejabat PBB mulai membuka pengalaman mereka menghadapi para agen intelijen yang gemar menyadap. Bekas Sekjen PBB Butros Gali pernah diperingatkan bawahannya agar hati-hati menggunakan telepon kantor. Bekas Inspektur Senjata PBB untuk Irak, Richard Butler, memilih merundingkan hal-hal rahasia di Central Parks gara-gara telepon kantornya disadap. Hal serupa dialami Hans Blix, pengganti Butler. Bahkan Australia ikut-ikutan menyadap pembicaraan pejabat PBB yang berkaitan dengan Irak. Sejauh ini, baru AS dan Inggris yang dinyatakan melakukan penyadapan.

    Afrika
    Pakta Pertahanan Baru

    Akhirnya negara-negara Afrika memiliki sebuah pakta pertahanan. Dalam pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri 53 kepala negara dan perdana menteri se-Uni Afrika di Sirte, Libya, mereka bersepakat membentuk satu pakta pertahanan bersama. Dengan suara bulat mereka meneken Kebijakan Pertahanan dan Keamanan Bersama untuk Afrika (Common Defence and Security Policy for Africa). "Ini adalah jawaban terhadap ancaman dari dalam negeri, luar negeri, ataupun dari benua lain," ujar Presiden Mozambik, Joachim Chissano.

    Pada 2005, diharapkan 15 ribu tentara sudah bisa dihimpun sebagai kekuatan pertama dari pakta tersebut. Negara yang sudah mencantumkan diri sebagai penyumbang pasukan antara lain Afrika Selatan, Kenya, Nigeria, dan Mesir. Operasi pasukan ini akan diatur melalui Dewan Keamanan dan Perdamaian Uni Afrika pada Maret 2005. Aturan-aturannya akan merujuk pada Dewan Ke- amanan PBB.

    Afrika adalah benua yang kerap dilanda perang sipil dan pembantaian. Diharapkan, pakta ini dapat mengurangi kekerasan yang masih amat mewarnai kehidupan di benua tersebut.

    Venezuela
    Tanda Tangan Menentang Chavez

    Sudah sepekan lebih Karakas, ibu kota Venezuela, diguncang demo-demo akbar yang menuntut turunnya Presiden Hugo Chavez. Para demonstran mengumpulkan jutaan tanda tangan untuk mendukung petisi bagi mundurnya Chaves. Pihak oposisi mengklaim telah mengumpulkan 3,4 juta tanda tangan. Sebaliknya, pendukung Chavez menuduh banyak tanda tangan yang palsu belaka.

    Anggota Dewan Pemilihan Umum Nasional Venezuela menetapkan 400 ribu tanda tangan tak dapat dipakai. Dan 700 ribu lainnya masih harus dikonfirmasikan. Untuk menyingkirkan Chavez, sedikitnya harus terkumpul 2,4 juta tanda tangan. Dan kendati sudah jutaan yang terkumpul, belum ada tanda-tanda rontoknya Chavez.

    Karena tidak ada kesepakatan, pihak oposisi mengerahkan ribuan orang untuk berdemo-yang segera disambut oleh Pasukan Garda Nasional. Alih-alih memadamkan demonstrasi, pasukan ini malah kian memicu kemarahan pengunjuk rasa. Peluru menyalak. Dan seorang sudah tewas terkena peluru pada pekan lalu. Duta Besar Venezuela di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Milos Alcalay, menyayangkan bahwa kerusuhan yang anarkistis di Karakas sekarang dapat memupuskan prinsip-prinsip Venezuela akan demokrasi, hak asasi, dan perdamaian.

    Sri Lanka
    Macan Tamil Pecah Kongsi

    Kelompok pemberontak terbesar Sri Lanka, Macan Tamil Eelam ( Liberation Tigers of Tamil Eelam), pecah kongsi. Vinayagamoorthi Muralitharan alias Kolonel Karuna-salah satu komandan tinggi-memisahkan diri dari kepemimpinan Velupillai Prabhakaran. Memboyong serta 6.000 anggota pasukan, Karuna menguasai hampir separuh pasukan. Pecah kongsi ini berpangkal pada urusan internal Macan Tamil. Karuna-berasal dari timur Sri Lanka-geram melihat tingkah polah para pemimpin Tamil Eelam yang berasal dari utara, antara lain pemimpin tertinggi Prabhakaran.

    Karuna merasa, selama ini, para prajurit dari timurlah yang lebih banyak menyumbangkan tenaga dan bakti bagi Macan Tamil. Tapi fasilitas dan promosi justru jatuh kepada para prajurit dari kawasan utara. Pecah kongsi ini melahirkan soal baru karena pemerintah telah meneken persetujuan genjatan senjata dengan Prabhakaran pada tahun 2002. Maka Kolombo buru-buru menolak saat Karuna meminta pemerintah memperlakukan faksinya sebagai organisasi yang terpisah dari Macan Tamil.

    Ali Anwar (BBC, Reuters, AP)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Saksi Revolusi itu Telah Pergi

A.M. Hanafi, 86 tahun

Buku

Warna-warni Parpol 1999-2004

Jalan Berliku di Depan Kita

Catatan Pinggir

Karbala

Fotografi

Cerita tentang Fotografi

Indonesiana

Tergiur Bokong Bahenol

Seni Rupa

Menyusuri Waktu Bersama Dali

Pelukis dan Arsitektur

TEMPO|interaktif

Olahraga

Milito Berharap Forlan Tak Tinggalkan Inter

Metro

Satpam IPB Korban Penembakan Langsung Dimakamkan

Nasional

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

Olahraga

Van der Vaart Sarankan Robben Bertahan di Muenchen

Olahraga

Pereli Subhan Aksa Sementara Masuk 3 Besar

Nasional

Corby Sudah Bisa Ajukan Bebas Bersyarat  

Ronaldo : Portugal Akan Kalahkan Jerman

Nasional

Pertamina Luncurkan SPBU Khusus di Bali

Nasional

KPK Tahan Bekas Wali Kota Cilegon  

Olahraga

Feature Race Monaco, Rio Finis Posisi 14  

Nasional

Buntut Bentrok Lahan PTPN II, Kantor Dibakar

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif