• Home
  • 08 Maret 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 08 Maret 2004

    Sirkuit Baru, Pasar Baru

    JANGAN pernah singgung soal ancaman teroris dari Timur Tengah jika berhadapan dengan Bernie Ecclestone. Bos Formula 1 ini sungguh sensitif terhadap isu tersebut sejak mencantumkan Sirkuit Shakir di Bahrain sebagai salah satu tempat kebut-kebutan pembalap dunia tahun ini. Buktinya, beberapa waktu silam, dia langsung menangkis pernyataan seorang pejabat Inggris yang mengingatkan soal ancaman teroris. "Ancaman teroris datang di mana saja, bahkan di London sekalipun," katanya kesal. Kali ini ajang Formula 1 memang tidak hanya bertaburkan mobil dengan mesin baru, tapi juga sirkuit baru. Selain Sirkuit Shakir, telah dibuka Sirkuit Shanghai di Cina. Itu membuat musim balapan tahun ini lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya, dengan total 18 sirkuit. Urusan bisnislah yang menjadi pertimbangannya. Menurut Ecclestone, dalam 10 tahun mendatang, ekonomi Asia dan Amerika akan mendominasi dunia. "Untuk itu kami harus membuka diri di Asia, apalagi sponsor-sponsor utama kami menginginkan pasar berkembang," ujarnya. Pasar balapan di Eropa dinilainya sudah mandek, bahkan bos penyelenggara Formula 1 itu berencana menutup beberapa sirkuit di sana. Tekad Ecclestone untuk mengubek-ubek pasar Asia sudah bulat. Ia sudah punya rencana susulan, membuat sirkuit berikutnya di Turki (2005), Korea (2009), dan kemudian India. Dengan dua sirkuit baru, balap Formula 1 tahun ini memang dijamin bakal lebih menggigit dan seru. Itu karena keduanya memiliki karakteristik yang sangat unik. Sirkuit di Bahrain, misalnya, didominasi oleh empat lintasan lurus dan panjang (ada yang mencapai 1 kilometer lebih) yang hampir berurutan satu sama lain. Semua itu memungkinkan pembalap saling menyalip. Ralf Schumacher, pembalap tim BMW-Williams, jauh hari sudah tertantang oleh sirkuit di Bahrain. "Kombinasi antara tikungan-tikungan dan jalur yang lurus dan panjang membuat kans saya amat besar di sana," ujarnya. Ia juga menggambarkan bangunan pendukung di Sirkuit Shakir cukup bagus, bahkan paling modern yang pernah dia lihat. Antusiasme juga ditunjukkan oleh Jenson Button, pembalap asal Inggris yang tahun ini masih dipinang tim British American Racing (BAR). "Saya terkesan dengan karakteristik sirkuit gurun ini. Sensasinya akan jauh berbeda dengan balapan di Eropa mana pun," katanya. Hampir mirip dengan sirkuit di Bahrain, Sirkuit Shanghai didominasi oleh jalur-jalur lurus yang panjang. Ini juga membuat direktur teknis tim Renault, Mike Gascoyne, kegirangan. Ia yakin pembalap dari timnya, Fernando Alonso, bisa unjuk gigi di sirkuit ini. Bukan cuma Alonso. Pembalap muda lainnya diramalkan akan merajalela atau setidaknya bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya di dua sirkuit baru di Asia itu. Selama ini, Formula 1 didominasi jagoan lama, Michael Schumacher, karena ia memang ahli menaklukkan sirkuit yang penuh kelokan. Bisa jadi tahun ini dia akan kewalahan. Yang pasti, sirkuit-sirkuit baru membuat persaingan kian seru. Dan bagi Ecclestone, yang penciuman bisnisnya amat tajam, ini sungguh menguntungkan. Endah W.S. (dari berbagai sumber)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Saksi Revolusi itu Telah Pergi

A.M. Hanafi, 86 tahun

Buku

Warna-warni Parpol 1999-2004

Jalan Berliku di Depan Kita

Catatan Pinggir

Karbala

Fotografi

Cerita tentang Fotografi

Indonesiana

Tergiur Bokong Bahenol

Seni Rupa

Menyusuri Waktu Bersama Dali

Pelukis dan Arsitektur

TEMPO|interaktif

Olahraga

Milito Berharap Forlan Tak Tinggalkan Inter

Metro

Satpam IPB Korban Penembakan Langsung Dimakamkan

Nasional

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

Olahraga

Van der Vaart Sarankan Robben Bertahan di Muenchen

Olahraga

Pereli Subhan Aksa Sementara Masuk 3 Besar

Nasional

Corby Sudah Bisa Ajukan Bebas Bersyarat  

Ronaldo : Portugal Akan Kalahkan Jerman

Nasional

Pertamina Luncurkan SPBU Khusus di Bali

Nasional

KPK Tahan Bekas Wali Kota Cilegon  

Olahraga

Feature Race Monaco, Rio Finis Posisi 14  

Nasional

Buntut Bentrok Lahan PTPN II, Kantor Dibakar

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif