Rainbow Warrior II buang sauh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Januari silam. Melintasi perairan Indonesia, kapal milik kelompok pencinta lingkungan Greenpeace itu datang dengan misi melacak bukti-bukti pencurian kayu di hutan Kalimantan. Rainbow telah bertualang dari samudra ke samudra, dari satu misi ke misi lainnya dan menuai entah pengalaman mendebarkan, entah badai caci-maki, atau pengusiran. Ibarat pelangi yang menukik di garis air, kapal ini juga menyimpan sisi-sisi melankolis: kisah mereka yang menyaksikan kelahiran Greenpeace hingga para penggiat yang dirundung miris karena menganggap gerakan ini telah berubah arah. Wartawan TEMPO I G.G. Maha Adi berlayar bersama Rainbow Warrior II selama dua pekan lebih bersama sejumlah awak Greenpeace. Berikut ini laporannya.