• Home
  • 12 April 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Iqra
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 12 April 2004
    Penghargaan

    Ki Manteb Sudarsono

    Daftar prestasi dalang kondang Ki Manteb Sudarsono makin panjang. Pada 21 April mendatang, Manteb dijadwalkan menerima penghargaan tertinggi di bidang kebudayaan dari Badan Dunia untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO).

    Dalang yang juga jadi bintang iklan sebuah produk obat ini mendapat penghargaan setelah melalui seleksi ketat terhadap produk budaya dari 130 negara. Dari jumlah itu, 28 produk budaya dari 28 negara mendapat penghargaan. Dalam penyerahan penghargaan di markas besar UNESCO di Prancis nanti, Ki Manteb akan mempertontonkan kehebohannya mendalang.

    Setelah itu, pertunjukannya akan berkeliling Eropa, antara lain ke Jerman, Italia, dan Swiss.


    Penghargaan
    Septianus George Saa

    Namanya terasa asing di telinga, tapi prestasinya sudah membawa harum Indonesia dalam ajang Lomba Riset Fisika Tingkat Dunia, di Inggris.

    Bersaing dengan ratusan peserta lain dari seluruh dunia, termasuk dari negara-negara maju, tak membuat putra Papua ini minder. Jadilah siswa kelas III SMA Negeri 3 di Buper, Jayapura, ini menyabet gelar juara pertama.

    Medali emasnya akan diserahkan Badan Fisika Asia pada 23 April mendatang.


    "Kerja KPU sangat sembrono. Masa, orang mati dapat kartu pemilih, anak SD dapat kartu pemilih. Pekerjaan KPU itu koproh sekali."
    - Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa, Abdurrahman Wahid, di Hotel Nikko, Kamis pekan lalu. Bekas presiden itu mengomentari pidato Presiden Megawati siang harinya mengenai kritik terhadap kinerja KPU.

    "... Tidak perlu terus-menerus mengolok-oloknya, karena akhirnya hanya mematahkan semangat kita sendiri...."
    - Presiden Megawati Soekarnoputri dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis pekan lalu, menanggapi sejumlah kritik atas kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU).


    TEMPO DOELOE

    1961, 12 April
    Yuri Alekseyevich Gagarin, kosmonaut Uni Soviet, menjadi orang pertama yang terbang di angkasa luar. Menggunakan wahana antariksa Vostok 1, sekaligus ia menjadi manusia pertama yang mengorbit bumi.

    1964, 13 April
    Sydney Poitier, aktor Amerika, memenangi Oscar untuk perannya sebagai buruh dalam film Lilies of The Field. Inilah Piala Oscar pertama bagi aktor berkulit hitam.

    1986, 14 April
    Amerika membombardir Libya atas tuduhan bahwa negeri pimpinan Muammar Qadhafi itu menjadi beking aksi-aksi terorisme. Qadhafi sendiri luput dari maut.

    1912, 15 April
    Titanic, kapal penumpang raksasa yang oleh pembuatnya disebut antitenggelam, akhirnya karam setelah menabrak gunung es di Laut Atlantik. Dari 2.200 awak dan penumpangnya, lebih dari 1.500 orang tewas.

    1917, 16 April
    Vladimir Lenin, tokoh Revolusi Bolshevik, kembali ke Petrograd setelah 10 tahun dalam pengasingan. Sebulan sebelumnya, Tsar Nicholas II dipaksa turun dari kekuasaannya oleh tentara Rusia.

    1961, 17 April
    Melalui operasi pendaratan menggunakan pasukan katak, Amerika mencoba menginvasi Kuba untuk menjatuhkan Presiden Castro. Pendaratan di Teluk Babi ini gagal, Fidel Castro pun masih berkuasa hingga sekarang.

    1989, 18 April
    Mahasiswa prodemokrasi Cina memulai aksi demonstrasi menentang pemerintah. Aksi ini meluas, lalu pada Juni tahun yang sama meledak menjadi tragedi Tiananmen, ketika pemerintah menyerbu mahasiswa dengan pasukan tempur. n


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan

Ki Manteb Sudarsono

Buku

Demi Milikku Seorang

Catatan Pinggir

Imam

Fotografi

Sebuah Titik di Lereng Merapi

Seni Rupa

Muhibah Erica ke Cina

TEMPO|interaktif

Sepuluh Persen Warga Taiwan Ternyata WNI

Olahraga

Milito Berharap Forlan Tak Tinggalkan Inter

Metro

Satpam IPB Korban Penembakan Langsung Dimakamkan

Nasional

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

Olahraga

Van der Vaart Sarankan Robben Bertahan di Muenchen

Olahraga

Pereli Subhan Aksa Sementara Masuk 3 Besar

Nasional

Corby Sudah Bisa Ajukan Bebas Bersyarat  

Ronaldo : Portugal Akan Kalahkan Jerman

Nasional

Pertamina Luncurkan SPBU Khusus di Bali

Nasional

KPK Tahan Bekas Wali Kota Cilegon  

Olahraga

Feature Race Monaco, Rio Finis Posisi 14  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif