• Home
  • 12 April 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Iqra
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 12 April 2004

    Sebuah Titik di Lereng Merapi

    Sunyi, hari masih pagi. Empat puluh anak bergerombol di ujung jalan Dusun Tangkil, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sepi di lereng Merapi itu yang lantas pecah setelah kedatangan Romo V. Kardjito, sosok yang memimpin Jalan Salib, ritual yang dilakukan umat Katolik, bagian dari perayaan Paskah. Suara para bocah terdengar sahut-menyahut: "Selamat pagi, Romo." Kini mereka menyusur jalan setapak menuju Sungai Lamat. Jalan ke sungai menyempit, satu-dua anak tampak terpeleset, tapi mulut mereka terus mengucapkan Salam Maria. Anak-anak yang lincah, gembira, dan spontan: lebih menyerupai orang bermain daripada beribadah. Di tempat yang lebih datar dan lapang, segelintir keluar dari iring-iringan, berlari mendahului yang lain dan bergabung kembali dalam rombongan. Perjalanan ritual itu cukup panjang. Tapi anak-anak selalu ambil bagian dalam tiap-tiap perayaan liturgi. Jalan Salib pagi itu diakhiri dengan doa penutup di tepi Sungai Lamat, tempat anak-anak itu merasakan dingin air pegunungan dan lembut butiran pasir. Liturgi di alam terbuka, dan misa Paskah yang dihadiri umat dewasa dan anak-anak, diawali prosesi dari sungai. Anak-anak menampilkan pertunjukan singkat si jahat lawan si baik. Paskah di sebuah titik di lereng Merapi, tahun lalu. Foto dan teks: Swanti

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan

Ki Manteb Sudarsono

Buku

Demi Milikku Seorang

Catatan Pinggir

Imam

Fotografi

Sebuah Titik di Lereng Merapi

Seni Rupa

Muhibah Erica ke Cina

TEMPO|interaktif

Sepuluh Persen Warga Taiwan Ternyata WNI

Olahraga

Milito Berharap Forlan Tak Tinggalkan Inter

Metro

Satpam IPB Korban Penembakan Langsung Dimakamkan

Nasional

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

Olahraga

Van der Vaart Sarankan Robben Bertahan di Muenchen

Olahraga

Pereli Subhan Aksa Sementara Masuk 3 Besar

Nasional

Corby Sudah Bisa Ajukan Bebas Bersyarat  

Ronaldo : Portugal Akan Kalahkan Jerman

Nasional

Pertamina Luncurkan SPBU Khusus di Bali

Nasional

KPK Tahan Bekas Wali Kota Cilegon  

Olahraga

Feature Race Monaco, Rio Finis Posisi 14  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif