• Home
  • 12 April 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Iqra
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 12 April 2004
    Caleg Bangkrut

    Yang Kecewa Menebar Umpan

    BOBI A. Siregar kini berubah jadi pendiam. Sejak Selasa pekan lalu warga Telaga Punggur, Nongsa, Batam, Riau itu seperti berpantang ketemu orang. Padahal sebelumnya tak ada acara kenduri atau pengajian di lingkungannya yang ia lewatkan. Setiap datang, tak lupa ia menyisipkan angpau ke tangan sahibul hajat. Di masjid-masjid, setiap mengikuti pengajian, ia pun rajin menebar setumpuk kitab Yaasin. Tapi semua upaya guyub itu seolah sia-sia. Dalam pemilu kemarin, ternyata, hanya segelintir warga mencoblos Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), tempat Bobi bernaung sebagai calon anggota legislatif nomor satu Kota Batam. Bahkan di satu daerah binaannya, kawasan Suka Jadi, PKPB sama sekali ompong blong. Warga di sana rupanya tak "rindu Soeharto", seperti yang diuar-uarkan R. Hartono dan Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut, dua tokoh saka guru itu partai. Justru Partai Golkar dan PDI Perjuangan yang memimpin. Partai Damai Sejahtera malah berhasil "mencuri" 400-an suara. "Wah, tumbang saya," kata Bobi, rada kelimpungan. Memang tak berlebihan bila Bobi kecewa. Untuk dana "sosialisasi", ia telah melego satu mobil seharga Rp 50 juta. Padahal minibus yang biasa melayani trayek Nagoya-Telaga Punggur itulah satu-satunya sumber nafkah lelaki alumni SMA 1 Pekanbaru itu. Sedangkan istrinya sehari-hari hanya mengurus anak mereka yang baru semata wayang. Nasib nahas juga menimpa Kalfer Sitohang, calon nomor 9 dari PDIP. Meski kebagian nomor sepatu, Kalfer tak putus asa menjaring massa. Ketika tahu masjid di wilayahnya, Sengkuang Raya, Kecamatan Batu Ampar, Batam, tengah dire-novasi, ia tak sungkan merogoh Rp 9 juta dari koceknya. Dalam hitung-hitungannya, paling tidak ia bakal meraup 1.800-an suara dari kampung yang terdiri dari sembilan RT itu. Eh, meleset jauh. Si Moncong Putih ternyata hanya kebagian 29 coblosan. "Rupanya sekarang banyak calon anggota yang diperas pemilih," kata mantan pegawai Badan Otorita Batam itu, sambil masih mampu terbahak. Untungnya, kekecewaan Bobi dan Kalfer tak berbuntut onar. Agak berbeda dengan kejadian di Bekasi, Jawa Barat. Di sana, satu-satunya jembatan yang menghubungkan Dusun Patola dengan Dusun Paparean, Desa Pasir Tanjung, Kabupaten Bekasi, Selasa malam pekan lalu, dibakar sekelompok orang. Aksi itu terjadi setelah muncul kabar bahwa PDIP hanya menangguk 600 suara, sedangkan Partai Golkar di wilayah itu mendapat 1.700 suara. Pada sekitar pukul 22.00 malam itu, sekelompok massa mengamuk. Mereka mendatangi jembatan berbekal ban bekas dan bahan bakar. Dalam sekejap api membubung menghanguskan jembatan. Warga hanya berani menonton dari kejauhan, tak sanggup berkutik. Menurut Kepala Dusun Paparean, M. Adin, jembatan itu baru saja selesai direnovasi sepekan menjelang hari pencoblosan. Sebelumnya, jembatan yang hanya terbuat dari anyaman bambu itu sudah keropos dan bolong-bolong di sana-sini. Mereka pun menyampaikan keluhan kepada A. Jonner Samosir, calon nomor 2 PDIP untuk Wilayah I Kabupaten Bekasi. Tanpa banyak cingcong, mantan manajer perusahaan peti kemas itu merogoh koceknya. Bahan baku jembatan ia ganti dengan kayu balokan. Warga senang bukan kepalang. Selama kampanye, Samosir mengaku menghabiskan dana Rp 150 juta. Selain untuk jembatan itu tadi, ia juga cukup royal menyumbang beberapa kelompok pengajian atau mengisi kotak amal di masjid-masjid yang pembangunannya belum tuntas. Adapun dengan kelompok pembakar jembatan itu, Samosir mengaku tak punya urusan. Ia menduga aksi itu justru untuk mendiskreditkan dirinya dan PDIP. Karena itu ia meminta polisi cepat bertindak mengusut kasus tersebut. "Saya masih cukup waras untuk tidak membakar apa yang sudah saya bangun," katanya kepada TEMPO. Sudrajat, Rumbadi Dalle (Batam), Siswanto (TNR)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penghargaan

Ki Manteb Sudarsono

Buku

Demi Milikku Seorang

Catatan Pinggir

Imam

Fotografi

Sebuah Titik di Lereng Merapi

Seni Rupa

Muhibah Erica ke Cina

TEMPO|interaktif

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif