• Home
  • 19 April 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 19 April 2004
    Meninggal Dunia

    Boy Bolang, 56 tahun

    Dunia tinju Indonesia kehilangan tokohnya yang sangat berjasa. Boy Bolang, petinju dan promotor yang flamboyan, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat, 16 April lalu. Ia masuk rumah sakit ini 10 April lalu setelah terkena stroke akut. Sejak masuk rumah sakit, dia tidak sadarkan diri hingga meninggal, meskipun tim dokter berjuang keras melakukan operasi. Boy meninggalkan lima orang anak-salah satunya masih ditunggu kedatangannya dari Amerika.

    Tinju adalah napas sehari-hari Boy, yang lahir di Surabaya pada 12 Januari 1948. Ayahnya, Johanes Bolang, adalah salah satu pendiri Persatuan Tinju Amatir (Pertina). Kakaknya, Johny Bolang, juara tinju nasional yang kemudian melatih Boy. Pada 1968, Boy menjadi juara pertama Jakarta dalam kelas welter ringan, lalu juara kelas welter pada 1969. Berturut-turut dia menjadi juara pertama invitasi nasional kelas welter (1970), juara pertama Pekan Olahraga Mahasiswa di Palembang mewakili Universitas Indonesia (1971), pemegang medali emas PON VIII (1973), juara kelas menengah ringan (1973), juara nasional kelas menengah di Semarang (1974) dan di Surabaya (1975), serta mewakili Indonesia ke kejuaraan Asia di Yokohama pada 1975.

    Setelah menggantung sarung tinju, Boy tak lantas pensiun. Dia pernah menggelar pertandingan pro Rudy Siregar, Sparling Pangaribuan, Jimmy Sinantan, Rudy Chaerudin, dan Jeff Malcolm pada 1979. Dia pula yang mempertemukan juara nasional Thomas Americo dan petinju AS Saoul Mamby pada 1981. Ingat Ellyas Pical? Boylah yang mengorbitkan petinju Ambon itu sampai menjadi juara dunia kelas bantam junior IBF pada 1985. Anugerah Pena Emas

    Penghargaan
    Ali Sadikin, 77 tahun

    Tak ada yang melupakan Ali Sadikin. Kamis pekan lalu, mantan Gubernur Jakarta ini menerima Anugerah Pena Emas dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jakarta. Menurut Ketua Umum PWI Tarman Azzam, selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, 1966-1977, Bang Ali-demikian Ali Sadikin biasa disapa-berhasil mengubah Jakarta menjadi kota modern. "Bang Ali juga bersahabat baik dengan wartawan," kata Tarman.

    Menerima langsung penghargaan itu, Bang Ali mengaku amat terharu. "Seuzur ini, saya masih dihargai," katanya. Salah satu kunci keberhasilannya sebagai gubernur, kata dia, adalah tidak membuat jarak dengan pers.

    Pada saat yang sama, PWI memberikan penghargaan serupa untuk Eva Riyanti Hutapea dan Sory Ersa Siregar. Eva, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk., dianggap sebagai figur profesional yang nasionalistis, kerakyatan, dan selalu memandang Indonesia secara terintegrasi. Eva juga mampu berkomunikasi baik dengan pers. Sedangkan Ersa, wartawan RCTI yang meninggal dunia ditembak di Nanggroe Aceh Darussalam, figur jurnalis yang selalu setia pada komitmen profesi. "Ini benar-benar jadi obat bagi anak-anak," kata istri Ersa, Tuty Komala Bintang.


    "Saya rasa, niat KPU sudah jelek. UUD 1945 saja tidak menyatakan persyaratan lihat atau tidak. Saya dalam beberapa minggu lagi bisa melihat. Bagaimana caranya? Ya, cuma saya yang tahu."
    -Abdurrahman Wahid, Kamis, 15 April, di Jakarta, mengomentari syarat harus ada pemeriksaan rohani dan jasmani bagi calon presiden dan wakil presiden.

    "Hanya orang gila yang meminta pemilu dibatalkan."
    -Syafi'i Ma'arif, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Selasa, 13 April, di Jakarta, menanggapi desakan dari berbagai kalangan untuk membatalkan hasil pemilu karena ketidakprofesionalan Komisi Pemilihan Umum.


    TEMPO DOELOE

    19 April 1951
    Jenderal Douglas MacArthur berbicara di depan Kongres Amerika. Saat inilah kata-katanya yang terkenal itu dia ucapkan: "Old soldiers never die; they just fade away."

    20 April 1985
    Wham!, grup musik Inggris dengan vokalis George Michael, melepas albumnya di Republik Rakyat Cina. Untuk pertama kalinya sebuah kelompok musik Barat menjual albumnya secara resmi di negeri komunis itu.

    21 April 1984
    Prancis menemukan virus yang diduga menjadi penyebab penyakit sindrom menurunnya kekebalan tubuh manusia alias AIDS.

    22 April 1500
    Pedro Alvares Cabral, pelaut Portugis, menemukan sebuah daratan di Amerika Latin yang kini kita kenal sebagai Negeri Brasil.

    23 April 1985
    Perusahaan Coca-Cola mengumumkan formula rasa baru untuk produk minuman mereka. Formula baru ini menggantikan formula lama yang sudah dipakai selama 99 tahun. Ternyata formula baru itu tidak laku sehingga mereka kembali ke formula lama.

    24 April 1981
    IBM, perusahaan komputer ternama Amerika, memperkenalkan produk komputer personal yang pertama di dunia.

    25 April 1859
    Penggalian Terusan Suez di Mesir dimulai.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal Dunia

Boy Bolang, 56 tahun

Buku

Sekeping Mozaik Sepanjang Ingatan

Catatan Pinggir

Anggrek

Indonesiana

Pilih Golput karena Seteru

Seni Rupa

Sebuah Transit di Taman Zen

TEMPO|interaktif

Sepuluh Persen Warga Taiwan Ternyata WNI

Olahraga

Milito Berharap Forlan Tak Tinggalkan Inter

Metro

Satpam IPB Korban Penembakan Langsung Dimakamkan

Nasional

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

Olahraga

Van der Vaart Sarankan Robben Bertahan di Muenchen

Olahraga

Pereli Subhan Aksa Sementara Masuk 3 Besar

Nasional

Corby Sudah Bisa Ajukan Bebas Bersyarat  

Ronaldo : Portugal Akan Kalahkan Jerman

Nasional

Pertamina Luncurkan SPBU Khusus di Bali

Nasional

KPK Tahan Bekas Wali Kota Cilegon  

Olahraga

Feature Race Monaco, Rio Finis Posisi 14  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif