• Home
  • 19 April 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Selingan

  • Situs Buni Terbenam Minyak


    Babelan adalah harta karun. Bagi para arkeolog, kecamatan di Bekasi itu menyimpan "permata" arkeologi yang tak ternilai di Situs Buni. Kaya akan peninggalan budaya dari masa akhir prasejarah hingga Kerajaan Tarumanegara, inilah salah satu situs tertua di Pulau Jawa yang telah berusia 2.000 tahun lebih. Babelan juga memendam minyak. Namun, minyak rupanya sulit berpadu dengan budaya masa silam. Dieksplorasi Pertamina sejak 1999, emas hitam dari perut bumi ini perlahan-lahan menghancurkan Situs Buni. Ancaman itu kian menjadi setelah Pemda Kabupaten Bekasi menetapkan Babelan sebagai kawasan industri pada 2003. Toh, sejumlah sukarelawan lokal-dan beberapa arkeolog-yang telah bersusah payah menyelamatkan situs itu selama empat dekade lebih belum menyerah. Siapa saja mereka dan apa saja upayanya untuk menyelamatkan Situs Buni di Babelan? Berikut penelusuran wartawan TEMPO, Ali Anwar.
  • Sukarelawan Empat Dekade


  • Metropolitan dari Masa Silam


    Situs Buni diyakini pernah menjadi kota yang mapan serta titik penting perniagaan internasional di Pulau Jawa pada akhir zaman prasejarah dan pada masa Kerajaan Tarumanegara.
  • Anting Emas di Lubang Ketam


  • Cendera mata dari Buni


  • Mengebor, Mengebor, dan Mengebor


cover

Album

Meninggal Dunia

Boy Bolang, 56 tahun

Buku

Sekeping Mozaik Sepanjang Ingatan

Catatan Pinggir

Anggrek

Indonesiana

Pilih Golput karena Seteru

Seni Rupa

Sebuah Transit di Taman Zen

TEMPO|interaktif

Olahraga

Gara-gara Kembang Api, Iqbal Dipastikan Absen

Sepuluh Persen Warga Taiwan Ternyata WNI

Olahraga

Milito Berharap Forlan Tak Tinggalkan Inter

Metro

Satpam IPB Korban Penembakan Langsung Dimakamkan

Nasional

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

Olahraga

Van der Vaart Sarankan Robben Bertahan di Muenchen

Olahraga

Pereli Subhan Aksa Sementara Masuk 3 Besar

Nasional

Corby Sudah Bisa Ajukan Bebas Bersyarat  

Ronaldo : Portugal Akan Kalahkan Jerman

Nasional

Pertamina Luncurkan SPBU Khusus di Bali

Nasional

KPK Tahan Bekas Wali Kota Cilegon  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif