• Home
  • 31 Mei 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Fotografi
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Layar

  • Film Thailand:

    Gajah di Seberang Mata


    Film Thailand menggebrak dunia. Kejutan itu datang sepekan silam dari Festival Film Cannes 2004. Tropical Malady karya sutradara Apichatpong Weerasethakul, oleh dewan juri yang diketuai Quentin Tarantino, ditabalkan sebagai film dengan anugerah special jury prize. Namun film ini bukanlah pionir film Thailand dalam soal tembus-menembus festival internasional. Sebelumnya, film-film Thailand sudah mulai malang-melintang di berbagai festival film dan hampir selalu mendapat penghargaan atau minimal pujian kritikus. Pekan silam, Teater Utan Kayu menyelenggarakan pemutaran Pekan Film Thailand. Seiring dengan itu, bioskop komersial jaringan 21 sudah mulai memutar beberapa judul film Thailand. Apa yang menyebabkan film Thailand bisa segera naik ke panggung internasional dibandingkan dengan film Indonesia? Bagaimana infrastruktur dan studio film Thailand bisa jauh lebih maju? Ikuti liputan TEMPO dan wawancara dengan pengamat film Thailand.
  • Anchalee Chaiworaporn: "Tahun 2000-an Adalah Momentum Kelahiran Kembali Film Sinema Thailand"


  • Hantu Thailand dan Tangkur Buaya di Televisi Kita


    Jumlah film seri Thailand yang diputar di stasiun televisi kita kalah jauh dibandingkan dengan telenovela atau serial Mandarin. Tapi alur ceritanya dekat dengan alam Indonesia.
  • Thailand dengan Dialek Taman Lawang


    Meski belum banyak yang menembus bioskop, film Thailand mulai membanjiri pasar Indonesia berbentuk cakram video. Ada yang disulihsuarakan ke dalam bahasa bencong.
cover

Album

Penghargaan

Guru Besar Perawat Pertama

Buku

Demi Satu Kata: Rakyat

Catatan Pinggir

Lisan

Fotografi

Sebuah Opini Visual

Layar

Film Thailand:

Gajah di Seberang Mata

Anchalee Chaiworaporn: "Tahun 2000-an Adalah Momentum Kelahiran Kembali Film Sinema Thailand"

Hantu Thailand dan Tangkur Buaya di Televisi Kita

Tari

Kisah Penari dan Orang Awam

TEMPO|interaktif

Olahraga

Gara-gara Kembang Api, Iqbal Dipastikan Absen

Sepuluh Persen Warga Taiwan Ternyata WNI

Olahraga

Milito Berharap Forlan Tak Tinggalkan Inter

Metro

Satpam IPB Korban Penembakan Langsung Dimakamkan

Nasional

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

Olahraga

Van der Vaart Sarankan Robben Bertahan di Muenchen

Olahraga

Pereli Subhan Aksa Sementara Masuk 3 Besar

Nasional

Corby Sudah Bisa Ajukan Bebas Bersyarat  

Ronaldo : Portugal Akan Kalahkan Jerman

Nasional

Pertamina Luncurkan SPBU Khusus di Bali

Nasional

KPK Tahan Bekas Wali Kota Cilegon  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif