• Home
  • 07 Juni 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 07 Juni 2004

    Suara ?Minor? tentang LSM Asing

    Percayakah Anda bahwa sejumlah LSM ikut memperkeruh keadaan menjelang pemilu presiden?
    29 Mei - 5 Juni 2004
    Ya
    75.92%372
    Tidak
    20.61%101
    Tidak tahu
    3.47%17
    Total100%490

    Sidney Jones, Kepala Perwakilan International Crisis Group (ICG), akhirnya harus hengkang. Bersama stafnya, Jones harus meninggalkan Indonesia setelah keluarnya surat deportasi dari Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan HAM DKI Jakarta tertanggal 1 Juni 2004.

    Pengusiran ini bermula dari sinyalemen Badan Intelijen Negara (BIN). Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, 25 Mei lalu, badan intelijen itu mengusulkan agar izin tinggal Jones tak diperpanjang di Indonesia. BIN menilai Jones sering memberikan informasi atau pernyataan yang membahayakan keamanan negara.

    Dalam rapat itu, bukan hanya Jones yang disinggung. Kabarnya, sekitar 20 lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga disebut-sebut akan ?ditertibkan? karena masalah serupa.

    Ini mengundang reaksi keras dari aktivis LSM. Dalam jumpa pers 28 Mei lalu, Kontras, Imparsial dan Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia balik menantang BIN untuk membeberkan bukti keterlibatan 20 LSM yang dianggap mengganggu stabilitas keamanan sepanjang pemilu presiden.

    Dalam pertemuan dengan Komisi I DPR, 25 Mei, sejumlah aktivis LSM mempertanyakan bukti yang dipakai BIN untuk melontarkan tuduhan itu. Direktur Eksekutif Imparsial, Munir, mempertanyakan apakah Komisi Pertahanan sudah mengecek dan melakukan verifikasi atas data milik BIN.

    Todung Mulya Lubis, usai bertemu DPR, mengatakan saat ini LSM sudah mulai berhadapan dengan mesin-mesin represi dan intimidasi seperti di masa Orde Baru. Deportasi terhadap Jones, kata dia, dapat menjadi contoh paling buruk yang bisa menimpa lembaga lain.

    Mayoritas responden yang mengikuti polling setuju dengan sinyalemen BIN. ?Banyak LSM yang menjadikan kepentingan rakyat sebagai kedok,? kata Andi, responden dari Bandung. Sekalipun, tentu saja, tak semua LSM memiliki ?wajah bopeng? seperti itu.


    Indikator Pekan Ini: Jaksa Muda Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Ferry Silalahi, tewas ditembak orang tak dikenal di Palu, Sulawesi Tengah, 26 Mei lalu. Penembakan terjadi saat Ferry bersama keluarga hendak pulang seusai mengikuti kebaktian. Menurut saksi mata, Ferry ditembak dari jarak dekat. Tak jelas benar apa motif penembakan tersebut. Sebagian kalangan mengaitkannya dengan kasus-kasus yang ditanganinya, antara lain kasus terorisme dan pabrik ekstasi di Tangerang.

    Kejaksaan Agung berencana mengajukan permohonan tambahan izin memiliki senjata api bagi jaksa yang bertugas, mengingat meningkatnya teror terhadap jaksa yang menangani sejumlah kasus besar. Menurut Jaksa Agung Muda Intelijen Basrief Arief, 29 Mei, permintaan tersebut juga berkaitan dengan tewasnya Ferry.

    Menurut dia, saat ini jumlah jaksa yang dipersenjatai untuk tujuan pengamanan diri sekitar 115 orang. Jumlah ini dinilai kecil ketimbang jumlah keseluruhan jaksa di Indonesia, yang mencapai 5.000 orang.

    Perlukah jaksa yang menangani kasus besar dipersenjatai untuk pengamanan? Kami tunggu pendapat Anda di www.tempointeraktif.com



    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Pelantikan

Jalur Kisruh Gubernur Lampung

Buku

Nyanyian Biografi Para Kandidat

Catatan Pinggir

Si Anjing

Seni Rupa

Pergumulan Menjinakkan Tubuh

Televisi

Reality Show, Realitas Bermasalah

Tayangan Kriminal

Ketika Maling, Pengutil Menjadi Badut

TEMPO|interaktif

Olahraga

Barcelona vs Bilbao : Turunkan Skuad Terbaik

Artika Sari Devi Segera Tambah Momongan

Olahraga

Gara-gara Kembang Api, Iqbal Dipastikan Absen

Sepuluh Persen Warga Taiwan Ternyata WNI

Olahraga

Milito Berharap Forlan Tak Tinggalkan Inter

Metro

Satpam IPB Korban Penembakan Langsung Dimakamkan

Nasional

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

Olahraga

Van der Vaart Sarankan Robben Bertahan di Muenchen

Olahraga

Pereli Subhan Aksa Sementara Masuk 3 Besar

Nasional

Corby Sudah Bisa Ajukan Bebas Bersyarat  

Ronaldo : Portugal Akan Kalahkan Jerman

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif