• Home
  • 05 Juli 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Musik
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 05 Juli 2004
    PENGHARGAAN

    Bintang Jasa untuk Warga Kanada

    Sejarah Indonesia mungkin akan berbelok ke arah lain jika saja tak ada Andrew McNaughton. Jenderal yang menjadi wakil tetap Kanada di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) inilah yang berperan besar sehingga Belanda mau duduk berunding dengan Indonesia pada tahun 1949. Saat itu, McNaughton menjabat Ketua Dewan Keamanan PBB. Salah satu prestasi McNaughton adalah bisa memaksa Belanda supaya duduk dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda, dan akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada Desember 1949.

    Atas jasa itulah, pada 1 Juli lalu, bertepatan dengan Hari Nasional Kanada, pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Jasa Utama—penghargaan sipil tertinggi dari pemerintah Indonesia—kepada McNaughton. Bintang penghargaan itu diterima oleh cucu McNaughton, Thomas McDougall. "Bintang jasa ini melambangkan tali persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Kanada sejak 50 puluh tahun lalu dan terus berlanjut hingga hari ini," kata Menteri Luar Negeri Kanada, Y.M. Bill Graham.

    McNaughton adalah sosok pahlawan bagi Kanada. Dialah insinyur yang meniupkan angin modernisasi di militer Kanada. Pria yang lahir pada 25 Februari 1887 dan meninggal 11 Juli 1966 ini insinyur mesin dari McGill University di Montreal, Kanada, sebelum dia masuk milisi pada 1910. Ketika perang berakhir, ilmu mesinnya membantu kariernya meroket hingga akhirnya menjadi Menteri Pertahanan Kanada pada 1944 dan menjadi Ketua Dewan Keamanan PBB.


    "SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) itu kelas berat karena menyanyinya, Amien (Rais) karena cerdiknya, Wiranto karena pengalaman militernya, dan Hamzah (Haz) karena mengetahui rahasia kantong NU (Nahdlatul Ulama)."
    — Hasyim Muzadi, calon wakil presiden dari PDI Perjuangan, mengomentari rival-rivalnya dalam pemilihan presiden-wakil presiden, di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (1/7).

    "Saya dan Pak Hamzah bukan pasangan ayam sayur. Kami punya nyali berhadapan dengan siapa pun."
    —Agum Gumelar, calon wakil presiden dari Partai Persatuan Pembangunan, saat melakukan kampanye di Alun-Alun Barat Serang, Banten, Kamis (1/7).


    TEMPO DOELOE

    5 Juli 1946
    Desainer Prancis, Louis Reard, memperkenalkan rancangannya berupa dua potong kecil kain yang menutup bagian paling penting perempuan. Inilah kemudian yang kita kenal sebagai bikini. Kata "bikini" diambil dari nama Atol Bikini, pulau tempat Amerika melakukan percobaan bom atomnya, yang berlangsung tahun itu juga.

    6 Juli 1928
    Film bersuara untuk pertama kali diputar di New York, Amerika Serikat.

    7 Juli 2000
    Amazon.com, toko buku terbesar dunia, menjual lebih dari 400 ribu jilid buku dongeng J.K. Rowling, Harry Potter and the Goblet of Fire. Inilah rekor penjualan buku terbesar.

    8 Juli 1889
    Koran ekonomi Wall Street Journal terbit. Inilah koran yang sangat berpengaruh di dunia, bahkan sampai sekarang.

    9 Juli 1877
    Turnamen Tenis Wimbledon untuk pertama kalinya dimulai di daerah Wimbledon, pinggiran Kota London, Inggris. Dalam pertandingan ini, yang digelar baru kategori tunggal putra, diikuti 21 peserta.

    10 Juli 1985
    Teror menimpa kelompok pencinta lingkungan Greenpeace. Kapal kebanggaan mereka, Rainbow Warrior, yang sedang berlabuh di Auckland, Selandia Baru, dibom.

    11 Juli 2000
    Dalam Konferensi AIDS se-Dunia di Afrika Selatan, tim dari Oxford University, Inggris, mengumumkan akan mencoba vaksin bagi virus maut itu untuk pertama kalinya di dunia.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

PENGHARGAAN

Bintang Jasa untuk Warga Kanada

Buku

Bermula dari Kata

Catatan Pinggir

Tanggulsari

Televisi

Sebuah Dunia, tanpa Hantu

TEMPO|interaktif

Hasil Rapat MUI Soal Lady Gaga, Tegas Menolak

Pengobatan Gratis Kucing dan Kuda di Gili Lombok

Internasional

Badai Bud Hampiri Meksiko

Olahraga

Barcelona vs Bilbao : Turunkan Skuad Terbaik

Artika Sari Devi Segera Tambah Momongan

Olahraga

Gara-gara Kembang Api, Iqbal Dipastikan Absen

Sepuluh Persen Warga Taiwan Ternyata WNI

Olahraga

Milito Berharap Forlan Tak Tinggalkan Inter

Metro

Satpam IPB Korban Penembakan Langsung Dimakamkan

Nasional

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

Olahraga

Van der Vaart Sarankan Robben Bertahan di Muenchen

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif