• Home
  • 05 Juli 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Musik
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 05 Juli 2004

    Sebuah Dunia, tanpa Hantu

    Ada yang berubah pada layar RCTI. MOP (Mbikin Orang Panik), sebuah acara reality show, kini tinggal sejarah. MOP telah makan korban: dipecatnya seorang anggota Kepolisian Sektor Kebon Jeruk (perkembangan terakhirnya, ia hanya dimutasi). Tapi menghilangnya MOP bukan satu-satunya perubahan di wajah RCTI.

    Sejak Juni 2004 lalu, stasiun televisi swasta tertua itu menghentikan tayangan berbau misteri dan seks. Pelbagai program "berselera rendah" yang sempat akrab dengan pemirsa, seperti Kisah-Kisah Misteri, Kesurupan, Bantal, dan Kelambu, lenyap dari layar. "Sesuai dengan keyakinan dan agama, acara itu harus dihindari," ujar Hary Tanoesoedibyo, Direktur Utama RCTI.

    Tanggung jawab moral, kata Hary. RCTI kini memperbanyak tayangan berkualitas?seperti siaran langsung Euro 2004, yang justru menyedot pemirsa dan iklan yang lebih besar. Untung lumayan besar, tapi stasiun itu terlepas dari aneka tayangan yang?menurut istilah Ade Armando, anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)? "menabrak akal sehat dan moral". Di mata Ade, tayangan misteri, misalnya, menimbulkan kesan seolah "dunia ilusi" berdampingan dengan "dunia nyata". Akibatnya, "Pemirsa menjadi manusia yang tidak rasional," katanya.

    Sayang, langkah RCTI tak diikuti oleh stasiun televisi lain. TransTV, misalnya, masih gencar dengan tayangan misteri Dunia Lain. Acara yang dipandu oleh Hary Panca itu kini bahkan ditayangkan dua kali seminggu. Maklum, program ini mampu menduduki rating yang menggembirakan. Menurut survei Nielsen Media Research pada bulan Mei 2004, Dunia Lain mencapai rating 9,7?tertinggi untuk acara misteri di semua stasiun televisi.

    Begitu juga soal tayangan seks. Bahkan stasiun televisi sekelas SCTV belakangan terjerumus pada tayangan "murahan". Setiap Senin hingga Rabu tengah malam, stasiun Ngetop ini menayangkan Nah Ini Dia?program yang diangkat dari sebuah rubrik tetap di harian Pos Kota. Rubrik yang berkisah seputar "paha dan dada" itu berhasil menembus layar kaca SCTV. Budi Dharmawan, dari Bagian Humas SCTV, mengakui ada resistensi kuat dari kalangan internal SCTV. Soalnya, banyak adegan seronok dalam tayangan Nah Ini Dia. Tapi belakangan SCTV menganggap program tersebut sebagai acara komedi. Agar tak terlalu seronok, kata Budi Dharmawan, "Banyak adegan yang kami gunting."

    Memang sulit membuat kriteria acara berbau seksual. Program Nah Ini Dia, misalnya, meski seronok, tak bisa serta-merta disebut sebagai acara berbau pornografi. Tak mengherankan bila AC Nielsen Indonesia, lembaga survei media massa terkemuka, hingga kini tak memiliki kriteria acara seksual dalam hasil survei mereka. Tapi bukan tak ada jalan untuk menuntaskannya. Ade Armando, anggota KPI, berharap KPI dan semua praktisi televisi duduk bersama. "Agar tak tersesat, kita bisa menyepakati rambu-rambunya," ujar Ade Armando.

    Setiyardi


    Berlomba Mengejar 'Hantu'

    Tayangan misteri kini seperti menjadi tontonan wajib pemirsa televisi. Hampir semua stasiun televisi berlomba mengemas acara yang menabrak akal sehat ini secara atraktif. Ada tayangan yang mengusir "roh jahat", ada pula yang cuma adu kuat dengan para makhluk dari "dunia lain". Tapi tak semua tayangan berhasil menjerat pemirsa. Data dari Nielsen Media Research menunjukkan hanya segelintir program yang memiliki rating lumayan.

    ProgramStasiunJumlah Pemirsa (ribu)TV Share (%)Rating (%)
    Dunia Lain (Kamis)Trans TV2.68424,57,6
    Dunia Lain (Selasa)Trans TV3.41524.79.7
    Gentayangan Live BaliTPI1.36314.43.9
    Gentayangan (Selasa)TPI2.01617.25.7
    Percaya Nggak PercayaANTV3464.71
    Ekspedisi Alam Gaib*TV74075.51.2
    Ekspedisi Alam Gaib*TV74709.31.3
    Ekspedisi Alam Gaib Misteri BGTV76274.51.8
    Pemburu Hantu (Sabtu)*Lativi8887.12.5
    Pemburu Hantu (Sabtu)*Lativi3677.51
    Pemburu Hantu (Senin)*Lativi57611.51.6
    Pemburu Hantu (Senin)*Lativi3968.21.1
    Rahasia Alam GaibLativi3454.91
    Data di atas merupakan hasil survei Nielsen Media Research di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, dan Palembang. Survei dilakukan pada 23 Mei 2004 hingga 29 Mei 2004 *)dengan jam tayang berbeda.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

PENGHARGAAN

Bintang Jasa untuk Warga Kanada

Buku

Bermula dari Kata

Catatan Pinggir

Tanggulsari

Televisi

Sebuah Dunia, tanpa Hantu

TEMPO|interaktif

Metro

Kopaja S13 Pekan Depan Lintasi Jalur Busway?

Sepuluh Persen Warga Taiwan Ternyata WNI  

Hasil Rapat MUI Soal Lady Gaga, Tegas Menolak

Pengobatan Gratis Kucing dan Kuda di Gili Lombok

Internasional

Badai Bud Hampiri Meksiko

Olahraga

Barcelona vs Bilbao : Turunkan Skuad Terbaik

Artika Sari Devi Segera Tambah Momongan

Olahraga

Gara-gara Kembang Api, Iqbal Dipastikan Absen

Olahraga

Milito Berharap Forlan Tak Tinggalkan Inter

Metro

Satpam IPB Korban Penembakan Langsung Dimakamkan

Nasional

Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif