• Home
  • 06 September 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Selingan
    • Perjalanan
  • Seni
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 06 September 2004

    TEMPO, 16 Agustus 1986

    Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok punya cerita heboh. Ribuan ikan dengan kepala menghitam, mata menguning, dan perut merah mengambang mati. Kabar pun meluas: ikan di Teluk Jakarta mati keracunan. Dan penggemar ikan pun ngeri.

    Semula, tak jelas apa penyebab bencana itu. Belakangan ada dugaan ikan-ikan mati karena laut tercemar logam berat, khususnya merkuri dan aluminium. Versi lain penyebab matinya ikan kemudian muncul, ikan itu mati gara-gara bom ikan, dinamit.

    Mana yang benar? Meizar B. Syafei, peneliti lingkungan, ketika itu sudah punya data. Ia telah meneliti air di Teluk Jakarta sejak 1979. Dari data yang ia miliki, Syafei yakin ikan itu mati gara-gara keracunan logam berat. Ia juga menduga penderita keracunan logam berat di Teluk Jakarta sama dengan korban keracunan merkuri di Teluk Minamata, Jepang, antara tahun 1953 dan 1960. Ia lalu mengundang Prof. Masazumi Harada, yang melakukan penelitian Minamata. Hasilnya: tingkat keracunan merkuri di Teluk Jakarta jauh lebih kecil.

    Hasil penelitian Departemen Kependudukan dan Lingkungan Hidup tidak menunjukkan adanya cedera pada ikan akibat ledakan. Yang tersisa adalah keracunan kimiawi. Ditemukan natrium dan fenol yang kadarnya jauh lebih tinggi dari normal. Sayang, sumber pencemaran belum diketahui.

    Kehebohan yang mirip terjadi di Teluk Buyat, Minahasa, selama dua bulan belakangan. Tapi di sini tak banyak ikan mati mengambang. Yang ada, ikan benjol-benjol dan orang-orang di sana yang menderita berbagai penyakit kulit.

    Puncak kehebohan adalah kesimpulan tim gabungan bahwa pencemaran Buyat terjadi karena aktivitas PT Newmont. Benarkah Newmont memang bersalah?


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Aborsi di Antara Dua Tafsir

Buku

Hukum Baru di Tanah Seberang

Album

Pengukuhan

Riswandha Imawan, 49 tahun

Catatan Pinggir

Beslan

Tari

Kecantikan di Balik Singlet Putih

TEMPO|interaktif

Internasional

Perancis Tarik Pasukan dari Afganistan

Internasional

Pemilu Mesir, Islamis vs Sekuler ke Putaran Kedua

Internasional

Ini Pelajaran 'Kenali Musuhmu' Siswa Palestina  

Olahraga

Turun Minum, Barcelona Unggul 3-0 Atas Bilbao

Metro

Kopaja S13 Pekan Depan Lintasi Jalur Busway?

Sepuluh Persen Warga Taiwan Ternyata WNI  

Hasil Rapat MUI Soal Lady Gaga, Tegas Menolak

Pengobatan Gratis Kucing dan Kuda di Gili Lombok

Internasional

Badai Bud Hampiri Meksiko

Olahraga

Barcelona vs Bilbao : Turunkan Skuad Terbaik

Artika Sari Devi Segera Tambah Momongan

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif