• Home
  • 13 September 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Buku
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 13 September 2004
    Joyo Winoto:

    "Yang Terpenting Trust Building."

    MENGGENJOT investasi adalah tema besar program ekonomi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Dalam lima tahun ke depan, investasi harus naik menjadi 30 persen dari produk domestik bruto, dari saat ini yang hanya 16,7 persen. Menurut Joyo Winoto, Direktur Eksekutif Brighten Institute, lembaga think tank ekonomi tim sukses Susilo, ada lima peluang investasi yang dinilai potensial ditawarkan kepada swasta: pembangunan infrastruktur seperti transportasi, jalan, jembatan, dan pelabuhan, serta revitalisasi pertanian dan pedesaan.

    Investasi juga akan digenjot dalam bidang energi dan sumber daya mineral, seperti listrik, gas, air bersih, perdagangan domestik dan internasional. Dengan memacu investasi, Joyo Winoto yakin ekonomi bisa tumbuh rata-rata 6,7 persen setiap tahun. Dengan investasi tinggi, tingkat pengangguran bisa diturunkan menjadi hanya 5,1 persen, dan kemiskinan dikurangi dari 17,4 persen menjadi 8,2 persen. Dalam wawancara dengan Leanika Tanjung dari Tempo, doktor ekonomi politik lulusan The Michigan State University ini mendedah program kerja ekonomi pasangan SBY-Kalla.

    Apa prioritas pembangunan ekonomi Susilo Bambang Yudhoyono?

    Dari perspektif ekonomi, kami fokus pada soal kemiskinan, pengangguran, dan daya beli masyarakat yang rendah. Segala daya upaya akan kami lakukan untuk menyelesaikan masalah ini.

    Program apa yang sudah dirancang untuk memberantas kemiskinan?

    Pengangguran, kemiskinan, dan daya beli erat dengan pembangunan ekonomi dan aspek lainnya. Kita ingin dalam lima tahun ke depan ekonomi tumbuh tinggi dengan kualitas baik, yang peka terhadap masalah kemiskinan dan pengangguran. Pertumbuhan ekonomi harus resisten terhadap guncangan. Yang paling penting adalah menciptakan ekonomi yang adil. Pertumbuhan harus terdistribusi dengan baik kepada masyarakat.

    Selama ini pertumbuhan ekonomi didorong faktor konsumsi, dan itu tidak sehat?

    Setahap demi setahap kami akan menggeser pertumbuhan. Sebab, konsumsi menjadi pertumbuhan karena faktor lain seperti investasi. Karena itu kami harus membangun skema yang harus mengembangkan investasi dalam lima tahun ke depan.

    Bagaimana meningkatkan investasi dengan beban anggaran yang sangat berat?

    Ada tiga hal yang harus dibenahi dari sisi makro: stabilitas ekonomi, keamanan, dan kepastian hukum. Dari level mikro, pajak harus dibenahi, terutama transparansi administrasi. Lalu masalah bea cukai, perburuhan, dan desentralisasi. Banyak yang mengeluh desentralisasi menyebabkan hambatan baru dalam mobilisasi barang dan manusia.

    Apakah cukup dengan membenahi dua faktor itu?

    Masih kurang. Banyak ekonom mengatakan cukup memperbaiki makro dan mikro. Menurut saya, harus ditambahkan kepemimpinan yang betul-betul engaged dengan masalah ekonomi, dan sangat memahami persoalan rakyat.

    Apa ide lain yang dianggap penting untuk membuat ekonomi berjalan baik?

    Ada gagasan murni yang tidak dimiliki calon presiden lain, yaitu trust building, membangun kepercayaan kepada pemerintah, sektor swasta atau pasar, dan masyarakat. Dalam jangka pendek, ini sangat penting. Kepercayaan kepada dunia internasional juga harus dibangun karena ekonomi kita tidak tertutup. Kalau kepercayaan sudah bangkit, ekonomi bisa berjalan sehingga ada kepastian berusaha.

    Ekonomi yang akan dibangun mengikuti mazhab apa?

    Saya tidak ingin terperangkap pada mazhab. Kemiskinan dan pengangguran sangat besar di pedesaan, sehingga kita harus melakukan revitalisasi pertanian dan pedesaan. Studi kami menunjukkan, kalau kita ingin menurunkan angka pengangguran, infrastruktur sangat penting. Kalau berpatokan pada ekonomi yang adil, infrastruktur yang dibangun harus dikaitkan dengan kawasan perkotaan, industri manufaktur, dan pertanian. Hak dasar rakyat juga harus diperhatikan dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, pangan, dan keamanan.



    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penobatan

K.G.P.H. Hangabehi, 56 tahun

Buku

Terlalu Banyak Garam yang Tumpah

Catatan Pinggir

Jakarta, 10 September 2004

Tari

Desau Pasir dari Pedalaman Dayak

Seni Rupa

Lim Wasim, Sang Pelukis Istana

TEMPO|interaktif

Internasional

Ketika Toko Palestina Jual Produk Israel

Internasional

Perancis Tarik Pasukan dari Afganistan

Internasional

Pemilu Mesir, Islamis vs Sekuler ke Putaran Kedua

Internasional

Ini Pelajaran 'Kenali Musuhmu' Siswa Palestina  

Olahraga

Turun Minum, Barcelona Unggul 3-0 Atas Bilbao

Metro

Kopaja S13 Pekan Depan Lintasi Jalur Busway?

Sepuluh Persen Warga Taiwan Ternyata WNI  

Hasil Rapat MUI Soal Lady Gaga, Tegas Menolak

Pengobatan Gratis Kucing dan Kuda di Gili Lombok

Internasional

Badai Bud Hampiri Meksiko

Olahraga

Barcelona vs Bilbao : Turunkan Skuad Terbaik

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif