• Home
  • 18 Oktober 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Musik
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 18 Oktober 2004

    Bangkitnya Tim-Tim Anak Bawang

    SEBETULNYA Azerbaijan bukan tim pertama yang ketiban keajaiban. Sebelumnya sudah ada Slovenia dan Latvia, yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia dan Eropa. Kroasia, salah satu tim dari negara terbelah lainnya, bahkan mampu menerobos semifinal Piala Dunia 1998.

    Daftar itu belakangan diperpanjang dengan kehadiran tim seperti Lituania, Makedonia, Liechtenstein, hingga Andorra. Padahal, beberapa tahun sebelumnya, mereka adalah lumbung gol bagi berbagai tim raksasa Eropa. Makedonia, misalnya, Sabtu dua pekan lalu memaksa raksasa Belanda bermain imbang 2-2. Negara yang pernah melahirkan penyerang tajam Darko Pancev itu bangkit dari ketertinggalan dua kali. "Serangan balik mereka mematikan kami," kata pelatih Belanda, Marco van Basten.

    Tapi, empat hari kemudian, giliran mereka bertekuk lutut di kandang Andorra 0-1. Harap dicatat, Andorra adalah negara yang memiliki peringkat 147 FIFA. Bagi Andorra, inilah hari yang paling bersejarah. Inilah kemenangan pertama mereka dalam 31 penampilan internasional. "Kami bekerja keras untuk mendapatkan kemenangan monumental ini," kata pelatih Andorra, David Rodrigo. Sayang, kemenangan itu hanya disaksikan 200 penonton yang datang ke stadion.

    Sejarah pula yang dicatat Liechtenstein saat bertandang ke kandang Luksemburg, Kamis pekan lalu. Mereka memetik kemenangan telak 4-0. Kemenangan ini merupakan yang pertama bagi Liechtenstein dalam keikutsertaan mereka pada babak kualifikasi Piala Dunia. "Ini hari yang bersejarah bagi Liechtenstein. Hasil imbang lawan Portugal memberi kekuatan mental bagi tim saya," kata Martin Andermatt, pelatih Liechtenstein.

    Empat hari sebelumnya, Liechtenstein memang telah mengejutkan panggung sepak bola Eropa. Portugal, runner-up Piala Eropa 2004, sebuah tim bertabur bintang yang ditangani pelatih sehebat Luiz Felipe Scolari, mereka paksa bermain imbang 2-2. Jangan heran jika Scolari kecewa berat. "Saya tak mengerti kenapa kami main seperti itu. Kami melakukan banyak kesalahan yang tak pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.

    Jangan-jangan peta sepak bola telah bergeser. Tim-tim kecil seperti Liechtenstein dan Makedonia tak bisa dianggap anak bawang atau lumbung gol lagi.

    Zulfirman


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Selamat Datang, Novel Grafis

Banyak Nama Menuju Komik

Catatan Pinggir

Sayu

Tari

Perbatasan Telanjang Kim Itoh

TEMPO|interaktif

Nasional

Di Yogya Para Menteri Masuk Istana, Dahlan Pilih ke Pabrik Gula

Nasional

Menteri Nuh: Daripada Lady Gaga, Mending Bee Gees

Nasional

KPK Mulai Usut Duit Kongres Demokrat

Nasional

Rekor Buncit Kelulusan di NTT Akibat Jebloknya Nilai IPA

Teknologi

Mengapa Kopi Hangat Tidak Enak?

Nasional

Seluruh Siswa di Empat SMA Ini Tak Lulus UN

Nasional

Ini 10 Siswa SMA dan SMK Peraih Nilai UN Tertinggi

Metro

Waspada, Penjahat Bersenjata Api Merajalela

Olahraga

Barcelona Juara Copa del Rey

Tak Boleh Lagi Ada Sekolah Tahan Ijazah

Metro

Kisah Heroik Karyawan Minimarket Melawan Rampok

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif