• Home
  • 25 Oktober 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
    • Perjalanan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 25 Oktober 2004

    Adrian Kabur karena Polisi

    Percayakah Anda bahwa kaburnya Adrian Waworuntu semata-mata karena kelalaian Polri?(15-22 Oktober 2004)
    Ya
    58,04%184
    Tidak
    39,43%125
    Tidak tahu
    2,52%8
    Total100%317

    Pekan-pekan ini polisi disibukkan urusan kaburnya tersangka kasus pembobolan Bank BNI yang merugikan negara Rp 1,7 triliun, Adrian Herling Waworuntu. Sejumlah perwira polisi bahkan dituding berkomplot membiarkan Adrian meninggalkan Indonesia. Salah satu yang diperiksa adalah Direktur II Ekonomi Khusus Brigjen Polisi Samuel Ismoko. Polisi berbintang satu ini dituduh menerima uang dari Adrian US$ 20 ribu (sekitar Rp 180 juta) ketika pergi ke Bangkok, Thailand, akhir tahun lalu.

    Dugaan ada penyuapan terhadap Ismoko bermula dari pernyataan Rudi Sutopo, salah satu tersangka kasus BNI. Rudi bercerita bahwa Adrian pernah meminjam uang kepadanya, dan ketika ditanya, Adrian menjawab bahwa uang tersebut untuk uang saku Ismoko ke Bangkok. Namun tim penyidik Mabes Polri menyatakan tidak menemukan indikasi penyuapan terhadap Ismoko dan jajarannya. Beberapa saat kemudian, Kepala Kepolisian RI, Da'i Bachtiar, memindahkan Ismoko menjadi Kepala Biro Pembinaan Operasi Polri. "Dia dimutasi bukan karena terkait dengan isu suap, tapi karena tidak cakap," kata Inspektur Jenderal Polisi Paiman, Kepala Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Kamis pekan lalu.

    Sebagian besar responden yang mengikuti jejak pendapat Tempo Interaktif mempercayai kaburnya Adrian semata-mata karena kelalaian polisi. Seperti yang dikatakan Zukran dari Jakarta, "Polisi RI pasti sudah profesional." Meskipun demikian, jumlah yang tidak percaya bahwa kaburnya Adrian karena kelalaian polisi juga lumayan besar. Hampir 40 persen responden menduga ada apa-apa di balik kasus ini. Menurut Bero, responden Jakarta, polisi Indonesia adalah polisi yang cerdas dan cakap di bidangnya, yang tidak akan lalai menjaga Adrian Waworuntu. "Satu hal yang memungkinkan Adrian kabur adalah polisi sendiri."

    Indikator Pekan Ini:

    Dalam pidato pertamanya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan program 100 hari pertama merupakan salah satu dari tiga agenda penting dalam pemerintahannya. Dua agenda lain, kata Yudhoyono, adalah rekonsiliasi proses transisi dan proses alih jabatan dari pemerintahan lama (pemerintahan Megawati) ke pemerintahan baru dan penyusunan kabinet 2004-2009.

    Struktur kabinet Indonesia Bersatu sudah terbentuk. Jumlah pembantu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini lebih banyak dibanding Kabinet Megawati, yakni 35 menteri dan satu pejabat negara setingkat menteri. Pro dan kontra terhadap sejumlah menteri mewarnai pelantikan kabinet. Nama-nama yang diusung SBY tidak semuanya diterima masyarakat.

    Presiden Yudhoyono mengatakan bahwa munculnya pro-kontra atau kesangsian terhadap para menteri Kabinet Indonesia Bersatu harus dijadikan cambuk untuk bekerja lebih baik. "Kita harus menjawabnya dengan kerja dan karya yang nyata," kata Presiden. Yakinkah Anda, Kabinet Indonesia Bersatu dapat bekerja efektif dalam waktu seratus hari? Pendapat Anda kami tunggu di www.tempointeraktif.com



    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Di Bayang Surga yang Hilang

George Negus, Jembatan Dua Dunia

Catatan Pinggir

Pulung

Seni Rupa

Aktor 'Mime' di Panggung Seni Rupa

TEMPO|interaktif

Olahraga

Inter Milan Rintis Sekolah Bola di Jakarta

Nasional

Di Yogya Para Menteri Masuk Istana, Dahlan Pilih ke Pabrik Gula

Nasional

Menteri Nuh: Daripada Lady Gaga, Mending Bee Gees

Nasional

KPK Mulai Usut Duit Kongres Demokrat

Nasional

Rekor Buncit Kelulusan di NTT Akibat Jebloknya Nilai IPA

Teknologi

Mengapa Kopi Hangat Tidak Enak?

Nasional

Seluruh Siswa di Empat SMA Ini Tak Lulus UN

Nasional

Ini 10 Siswa SMA dan SMK Peraih Nilai UN Tertinggi

Metro

Waspada, Penjahat Bersenjata Api Merajalela

Olahraga

Barcelona Juara Copa del Rey

Tak Boleh Lagi Ada Sekolah Tahan Ijazah

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif