Ketika itu, Ichlasul Amal baru saja mengisi acara Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di Jambi. Sejumlah wartawan menghadangnya dengan berbagai pertanyaan. Saat tak ada lagi wartawan yang bertanya, Amal pun pamit. Tapi kelompok wartawan itu terus mengikutinya. "Saya tanya: masih ada pertanyaan? Mereka tanpa sungkan malah minta uang transport," kata Amal kepada Syaiful Amin dari Tempo.
Amal tentu menolak. "Saya kan sering kampanye, wartawan harus independen dan menolak suap-kok saya justru memberi uang?" ujarnya. Kelompok "wartawan bodrek" itu pun mengeloyor pergi.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
