• Home
  • 01 November 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 01 November 2004

    Seribu Sangsi untuk SBY

    Yakinkah Anda, struktur Kabinet Indonesia Bersatu dapat bekerja efektif dalam waktu 100 hari?(22 - 29 Oktober 2004)
    Ya
    42.59%138
    Tidak
    52.16%169
    Tidak tahu
    5.25%17
    Total100%324

    Sejuta harapan diletakkan rakyat Indonesia ke pundak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Kemenangan telak atas Megawati Soekarnoputri merupakan bukti bahwa mereka percaya Yudhoyono mampu membawa perubahan dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

    Pada awalnya, antusiasme menyambut pemerintahan baru begitu tinggi. Indeks Bursa Jakarta terus menanjak ketika SBY menang. Tapi, menjelang pengumuman ka-binet, pasar mulai bereaksi negatif. Selama masa uji kepantasan dan kelayakan (fit and proper test), indeks terus turun. Banyak pengamat juga meragukan para menteri pilihan pasangan Yudhoyono-Kalla. SBY dinilai terlalu akomodatif: lebih mementingkan dukungan partai ketimbang memilih yang terbaik.

    Hal yang hampir sama tercermin dalam jajak pendapat yang dilaksanakan Tempo sepanjang pekan lalu. Dari 317 responden yang mengikuti jajak pendapat ini, lebih dari setengahnya sangsi kabinet pilihan SBY dapat bekerja efektif dalam waktu seratus hari. Rinto, responden Jakarta mengatakan, menteri tertentu dalam kabinet SBY berasal dari dunia bisnis dan memiliki integritas yang diragukan.

    Sementara itu, Rudi, responden Bandung, meyakini sebagian besar anggota kabinet SBY akan lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya. Meski begitu, ia melihat tetap ada beberapa menteri yang memiliki masa lalu yang tidak gemilang dan kotor. Presiden sendiri agaknya menyadari keragu-raguan itu. Karena itu, SBY berpesan agar para menteri menjawab keraguan itu dengan kerja dan karya yang nyata.

    Untuk menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya mampu memenuhi harapan masyarakat, Presiden bertekad melakukan shock therapy dalam waktu 100 hari pemerintahannya. Ia juga menentukan aturan main dan kode etik kabinet. Bahkan tak segan-segan mengganti menteri yang tidak becus bekerja serta terbukti terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme.

    Indikator Pekan Ini:Nama Ustadz Abu Bakar Ba?asyir selalu dikaitkan dengan kegiatan terorisme internasional yang meningkat dalam empat tahun terakhir. Tak kurang dari Amerika Serikat yang mengaitkan pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo, ini dengan Jemaah Islamiyah yang dituduh berada di belakang sejumlah pengeboman.

    Kepolisian Indonesia sendiri pernah menetapkan Ba?asyir sebagai tersangka pengeboman di Bali, Oktober dua tahun lalu, menyusul pengakuan Omar Al-Faruq yang juga menjadi salah seorang tersangka pelaku pengeboman di Bali.

    Saat ini, Ketua Majelis Mujahidin Indonesia menjadi pesakitan atas dakwaan terlibat dalam berbagai kasus terorisme di Indonesia. Selain dituduh sebagai Amir Jemaah Islamiyah, Ba?asyir dituduh terlibat dalam pengeboman Hotel JW Marriott dan dan pemilikan bahan peledak di Semarang. Ba?asyir sendiri membantah tuduhan itu. Ia yakin ada intervensi luar negeri dalam semua tuduhan yang memojokkan dirinya.

    Minggu ini, kami mengundang Anda untuk menyuarakan pendapat, apakah Anda percaya Abu Bakar Ba?asyir terlibat aksi terorisme? Pendapat Anda kami tunggu di www.tempointeraktif.com



    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Agian Masih Berhak Hidup

Antara Quinlan dan Agian

Album

Album

Buku

Imperium yang Pelupa

Catatan Pinggir

November

Tari

Tubuh dan Keberagaman itu

Subsidi Tiada Henti

TEMPO|interaktif

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

Jumlah Perempuan Perokok di Indonesia Naik Empat Kali Lipat

Olahraga

Inter Milan Rintis Sekolah Bola di Jakarta

Nasional

Di Yogya Para Menteri Masuk Istana, Dahlan Pilih ke Pabrik Gula

Nasional

Menteri Nuh: Daripada Lady Gaga, Mending Bee Gees

Nasional

KPK Mulai Usut Duit Kongres Demokrat

Nasional

Rekor Buncit Kelulusan di NTT Akibat Jebloknya Nilai IPA

Teknologi

Mengapa Kopi Hangat Tidak Enak?

Nasional

Seluruh Siswa di Empat SMA Ini Tak Lulus UN

Nasional

Ini 10 Siswa SMA dan SMK Peraih Nilai UN Tertinggi

Metro

Waspada, Penjahat Bersenjata Api Merajalela

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif