• Home
  • 08 November 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Iqra
  • Seni
    • Fotografi
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Iqra

  • Perjalanan Mencari Surga


    Dari gurat di wajahnya dan rambut panjangnya, tampaklah ia lahir pada tahun 1940-an. Ia, Ziauddin Sardar, tergolong baby boomer, aktivis politik tahun 1960-an, juga pemikir muslim dengan pandangan khusus. Dalam pikirannya, ada sebuah negeri yang bisa dijadikan contoh. Negeri yang memiliki elemen-elemen kebangkitan Islam. Negeri yang memeluk pluralisme, keadilan, kebebasan berbicara, dan berpikir. Tapi, dalam prakteknya, ia menelusuri negeri-negeri muslim di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Semua dituangkan dalam buku otobiografi terbarunya, Desperately Seeking Paradise. Majalah ini mencoba menukilkan buku itu untuk Anda, dan membandingkan perjalanan tokoh di atas dengan tokoh-tokoh lain.
  • Tafsir Tunggal itu Berbahaya


    Ia mungkin orang yang sangat rasional. Tapi apa yang dilakukannya mengingatkan kita pada Don Quixote, tokoh rekaan dalam novel Cervantes. Ya, Ziauddin Sardar menghabiskan 40 tahunan hidupnya untuk sebuah kebangkitan Islam. Dan ia telah berjalan jauh, sangat jauh.
  • Dari Pergulatan 'Sang Terkasih Yohanes'


    Hassan Hanafi contoh lain pergumulan yang menarik dari seorang pemikir Islam. Dikenal terbuka pada Barat, ia mengaku "kiri" sekaligus "fundamentalis". Berikut petilan pergulatan batinnya, sebagaimana tertulis dalam otobiografinya.
  • Jika Samudra Berkata-kata


  • Hayden dan Para Teroris


cover

Album

Album

Buku

Bertahan dan Kecewa dengan Tradisi

Catatan Pinggir

Saman

Fotografi

Tamasya di Antara Citra dan Realitas

TEMPO|interaktif

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

Nasional

Usai Grasi Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian 'BLBI'  

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

Jumlah Perempuan Perokok di Indonesia Naik Empat Kali Lipat

Olahraga

Inter Milan Rintis Sekolah Bola di Jakarta

Nasional

Di Yogya Para Menteri Masuk Istana, Dahlan Pilih ke Pabrik Gula

Nasional

Menteri Nuh: Daripada Lady Gaga, Mending Bee Gees

Nasional

KPK Mulai Usut Duit Kongres Demokrat

Nasional

Rekor Buncit Kelulusan di NTT Akibat Jebloknya Nilai IPA

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif