Serangan campak di Alor bukanlah yang pertama. Di Indonesia, penyakit yang sama telah menyerang beberapa kali pada tahun ini. Pada Agustus lalu, wabah campak muncul di Desa Margamulya, Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Dari 91 balita yang terserang, dua di antaranya meninggal.
Pada bulan yang sama, campak juga menjangkiti 44 anak di Desa Mekarsari, Kecamatan Sukawening, Garut, Jawa Barat, kendati tak sampai merenggut nyawa. Lalu, di Desa Cabean, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, penyakit ini juga datang dan merenggut nyawa bocah 8 tahun.
Munculnya sejumlah wabah itu cukup mengherankan. Soalnya, pemberantasan campak sudah lama dilakukan di negeri ini. Program imunisasi campak mulai dijalankan pada 1982, antara lain dengan memberikan imunisasi rutin sebanyak dua kali terhadap bayi 9-11 bulan dan anak-anak tingkatan usia kelas I Sekolah Dasar. Bahkan pada 1991, Indonesia dinyatakan telah mencapai UCI (universal child immunization) secara nasional.
Menurut Yusharmen, Direktur Epidemiologi dan Imunisasi, Departemen Kesehatan, Indonesia sebenarnya bisa meredam campak dengan program imunisasi. Pemerataannya mencapai sekitar 80 persen. Memang belum tuntas. "Sekarang ini kita tinggal melakukan usaha ekstra untuk mengatasi wabah yang muncul di daerah tertentu seperti di Alor," katanya.
Asal-muasal Campak
Penyakit ini dipicu infeksi virus paramyxo, dan bisa ditularkan lewat batuk, bersin dan tangan yang kotor dengan cairan hidung. Pencegahan penyakit ini bisa dilakukan dengan imunisasi pada umur 1-2 tahun
Tanda-tanda
Pengobatan Penderita dianjurkan tinggal di rumah agar penyakitnya tidak menular. Mereka juga disarankan beristirahat dan minum banyak cairan, minum obat antidemam, serta obat batuk. Bila keluar cairan dari telinga, demam terus-menerus, kejang-kejang atau mengantuk, penderita harus segera dibawa ke dokter.
Nurdin (berbagai sumber)
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
