• Home
  • 15 November 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Selingan
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 15 November 2004

    Imunisasi yang Belum Selesai

    Serangan campak di Alor bukanlah yang pertama. Di Indonesia, penyakit yang sama telah menyerang beberapa kali pada tahun ini. Pada Agustus lalu, wabah campak muncul di Desa Margamulya, Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Dari 91 balita yang terserang, dua di antaranya meninggal.

    Pada bulan yang sama, campak juga menjangkiti 44 anak di Desa Mekarsari, Kecamatan Sukawening, Garut, Jawa Barat, kendati tak sampai merenggut nyawa. Lalu, di Desa Cabean, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, penyakit ini juga datang dan merenggut nyawa bocah 8 tahun.

    Munculnya sejumlah wabah itu cukup mengherankan. Soalnya, pemberantasan campak sudah lama dilakukan di negeri ini. Program imunisasi campak mulai dijalankan pada 1982, antara lain dengan memberikan imunisasi rutin sebanyak dua kali terhadap bayi 9-11 bulan dan anak-anak tingkatan usia kelas I Sekolah Dasar. Bahkan pada 1991, Indonesia dinyatakan telah mencapai UCI (universal child immunization) secara nasional.

    Menurut Yusharmen, Direktur Epidemiologi dan Imunisasi, Departemen Kesehatan, Indonesia sebenarnya bisa meredam campak dengan program imunisasi. Pemerataannya mencapai sekitar 80 persen. Memang belum tuntas. "Sekarang ini kita tinggal melakukan usaha ekstra untuk mengatasi wabah yang muncul di daerah tertentu seperti di Alor," katanya.


    Asal-muasal Campak

    Penyakit ini dipicu infeksi virus paramyxo, dan bisa ditularkan lewat batuk, bersin dan tangan yang kotor dengan cairan hidung. Pencegahan penyakit ini bisa dilakukan dengan imunisasi pada umur 1-2 tahun

    Tanda-tanda

    • Penderita mengalami sejumlah gejala seperti demam tinggi (paling tinggi dicapai setelah 4 hari), muncul bintik putih pada bagian dalam pipi, mata merah dan berair.
    • Mengalami sakit tenggorokan, pilek, batuk yang khas kering dan keras. Beberapa penderita kerap juga muntah-muntah dan diare.
    • Muncul bintik hitam di belakang telinga, menyebar ke muka kemudian ke seluruh badan.
    • Penyakit ini juga bisa diikuti komplikasi, seperti infeksi telinga bagian tengah, bronkhitis (infeksi saluran pernapasan bagian bawah), pneumonia (infeksi paru-paru), dan encephalitis (radang otak).

    Pengobatan Penderita dianjurkan tinggal di rumah agar penyakitnya tidak menular. Mereka juga disarankan beristirahat dan minum banyak cairan, minum obat antidemam, serta obat batuk. Bila keluar cairan dari telinga, demam terus-menerus, kejang-kejang atau mengantuk, penderita harus segera dibawa ke dokter.

    Nurdin (berbagai sumber)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Bara di Atas Nama Tuhan

Mencari Tuhan di Lapangan Voli

Hanya Beda Sebatas Dinding

Album

Album

Buku

Sebuah Dunia di Mata Autis

Catatan Pinggir

Liberalisme

TEMPO|interaktif

Metro

Rekonstruksi Pengeroyokan Geng Motor Digelar Lagi  

Nasional

Polisi Medan Ditangkap Saat Transaksi Sabu  

RCTI Cermati Aduan Live Pesta Anang-Ashanty

42 Negara Ikuti Borobudur Internasional Hash

Olahraga

Kemana Guardiola Berlabuh: Liverpool atau Chelsea?

Kim Kardashian Diduga Kecanduan Pil Valium?

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

Nasional

Usai Grasi Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian 'BLBI'  

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif