• Home
  • 29 November 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 29 November 2004

    TEMPO, 30 Oktober 1993

    Gadis Desa Nglundo, Nganjuk, Surabaya, itu bernama Marsinah. Buruh sederhana ini menyimpan keberanian dan tekad memperjuangkan hak-hak kaumnya, hingga kematian yang menghentikannya.

    Kematian Marsinah pada 9 Mei 1993 menghebohkan sekaligus menyimpan misteri. Mayatnya ditemukan sekitar 200 km dari pabrik tempat dia be-kerja. Dugaan yang muncul, Marsinah tewas karena kelewat vokal memperjuangkan nasib kaumnya.

    Tanpa kejelasan, pengusutan kematian Marsinah dilakukan selama empat bulan. Lalu, pada 1 Oktober 1993, sejumlah karyawan dan direktur pabrik PT Catur Putra Surya (CPS) tempat dia bekerja ditangkap dan ditahan oleh sejumlah orang berpakaian preman. Anehnya, polisi malah baru tahu penahanan ini setelah mereka diserahkan pada hari kesembilan belas.

    Hingga kini, kematian Marsinah itu pun tetap menyimpan misteri.

    Seperti juga Marsinah, kematian aktivis hak asasi manusia (HAM), Munir, juga diselimuti misteri. Ia meninggal pada 7 September 2004 di pesawat dalam penerbangan ke Belanda. Hasil otopsi oleh badan forensik Belanda menemukan adanya kandungan arsen melebihi batas ambang di lambung Munir. Berbagai praduga dan spekulasi muncul atas kematian suami Suciwati ini.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Dr. Thoralf Hanstein:

"Ambil Hukum Islam yang Hidup di Indonesia"

Album

Album

Buku

Kebaya vs Negara

Catatan Pinggir

Kejadian

Seni Rupa

Timur yang Gaib dan Sakral

TEMPO|interaktif

Internasional

Bercinta dalam Taksi, Wanita Inggris Dibui  

Teknologi

Kiat Belanja Online Tetap Aman  

Metro

Rekonstruksi Pengeroyokan Geng Motor Digelar Lagi  

Nasional

Polisi Medan Ditangkap Saat Transaksi Sabu  

RCTI Cermati Aduan Live Pesta Anang-Ashanty  

42 Negara Ikuti Borobudur Internasional Hash  

Olahraga

Ke Mana Guardiola Berlabuh: Liverpool atau Chelsea?

Kim Kardashian Diduga Kecanduan Pil Valium?

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif