• Home
  • 06 Desember 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 06 Desember 2004
    Rachmat Witoelar:

    "Yang Bersalah, Silakan Cemas"

    Pemerintah resmi mengumumkan akan segera menggugat PT Newmont Minahasa Raya. Raja tambang emas ini dianggap mencemari Teluk Buyat. Seriuskah pemerintah? Inilah jawaban Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar kepada Burhan Sholihin dan Rr. Ariyani.

    Bagaimana rencana gugatan pemerintah terhadap PT Newmont Minahasa Raya atas pencemaran di Teluk Buyat? Kapan berkasnya rampung?

    Niatnya selesai saat ini juga. Tapi itu kembali lagi pada proses, polisi, jaksa, dan pengadilan.

    Berapa besar keyakinan Anda untuk memenangi gugatan ini?

    Kita yakin kita benar, 100 persen. Tentang kans menang, saya tidak tahu. Itu tergantung pengadilan.

    Dengan adanya gugatan ini, sebenarnya apa yang diinginkan pemerintah?

    Substansinya, kita ingin memberikan kepastian hukum di negara kita. Hukum untuk semuanya, untuk rakyat, pengusaha, pemerintah. Siapa pun juga. Dalam kasus ini kita anggap ada pelanggaran hukum, maka kita tuntut.

    Apakah ini tidak mencemaskan perusahaan-perusahaan pertambangan lainnya?

    Bagi yang merasa bersalah pasti akan cemas. Ya, silakan cemas. Sebagai rakyat, kalau ada yang nakal lalu dibikin cemas, kan senang? Saya berpendapat, prinsipnya, cemas atau ti-daknya seseorang tergantung perilakunya, bersalah atau tidak.

    Jika tindakan saya ditanggapi seperti hanya mengejar perusahaan asing, tidak. Perusahaan kita (Indonesia) pun kita kejar. Hukum itu berlaku bagi setiap orang di Indonesia. Dia (Newmont) ada di dalam negara Indonesia, jadi dia harus ikut hukum yang berlaku. Kalau dia kelihatan cemas, mungkin dia merasa bersalah. Saya tidak cemas, karena saya yakin benar.

    Chief Executive Officer Newmont dari Amerika Serikat, Wayne W. Murdy, akan menemui Anda. Kapan pertemuannya? Apakah sikap Anda akan melunak?

    Besok (tanggal 2 Desember) dia akan cari saya di Bali. Ya, terserah saja. Tapi itu tidak menambah atau mengurangi niat ini.

    Apakah, dengan kasus ini, pemerintah akan langsung menghukum perusahaan-perusahaan pencemar lainnya?

    Perusahaan lain yang serupa tidak langsung kita perintahkan untuk berhenti. Tapi dilihat lagi, dicek silang lagi. Saat ini sekitar 200-an perusahaan akan dievaluasi. Kalau ada yang bersalah, tidak langsung diadili, tapi diperingatkan dulu.



    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Hukum Suap yang Membuat Cemas

Dari DNA sampai JIL

Album

Album

Buku

Ruang yang Semakin Sempit

Catatan Pinggir

Van Gogh

Layar

Kegilaan Keenam Jiffest

Impian-Impian Musim Kemarau

Visualisasi Sebait Puisi

Televisi

Mutiara di Pinggir Selokan

TEMPO|interaktif

Cara Baru Ber-KB: Pil Kontrasepsi Pria

Gaya Hidup

Tip Berdandan ala Karpet Merah

Teknologi

Asosiasi e-Commerce Indonesia Terbentuk  

Gaya Hidup

Mengapa Tomat Beraroma Enak Kerap Tak Lezat?

Internasional

Bercinta dalam Taksi, Wanita Inggris Dibui  

Teknologi

Kiat Belanja Online Tetap Aman  

Metro

Rekonstruksi Pengeroyokan Geng Motor Digelar Lagi  

Nasional

Polisi Medan Ditangkap Saat Transaksi Sabu  

RCTI Cermati Aduan Live Pesta Anang-Ashanty  

42 Negara Ikuti Borobudur Internasional Hash  

Olahraga

Ke Mana Guardiola Berlabuh: Liverpool atau Chelsea?

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif