• Home
  • 06 Desember 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 06 Desember 2004

    Jejaring Risiko Penularan HIV di Indonesia

    Pandu Riono
  • Ahli Epidemiologi HIV/AIDS dari UCLA. Bekerja di Universitas Indonesia dan Program Aksi Stop AIDS.

    HIV bukan jenis virus yang mudah pindah dari satu orang ke orang lainnya. Penu-laran hanya dimungkinkan bila ada kegiatan antarindividu yang memungkinkan pertukaran cairan tubuh. Salah satunya adalah kegiatan seks yang memungkinan pertukaran cairan

    kelamin yang salah satunya sudah mengandung HIV. Perpindahan semakin dipermudah bila mempunyai banyak pasangan seks yang berbeda dan juga adanya penyakit kelamin.

    Fenomena yang sama juga terjadi pada pecandu narkoba suntik yang sering menyuntik bareng dengan menggunakan alat suntik yang sama. Perpindahan HIV pada sesama pecandu sangat mudah, karena langsung dari darah yang mengandung HIV pindah langsung dengan disuntikkan. Tidak mengherankan, kejadian penularan dan kecepatan penularan HIV sangat pesat pada para pecandu.

    Ada dua cara penularan utama yang mendorong percepatan epidemi HIV di Indonesia: kegiatan seks berisiko dan menyuntik bareng pada para pecandu. Namun, konsep ini tidak cukup untuk memperkirakan besar masalah epidemi dan juga perkiraan epidemi HIV/AIDS di masa mendatang di satu wilayah. Yang dibutuhkan adalah informasi tentang orang-orang yang berperilaku yang berisiko tinggi terhadap HIV.

    Konsep hubungan antarorang dalam pola transmisi virus dapat membantu perkiraan kecepatan epidemi di suatu wilayah. Dalam hal ini, konsep jaringan seksual (sexual network) bisa memberi gambaran. Dinamika penularan HIV sangat dipengaruhi perilaku seksual dengan banyak pasangan seks yang berbeda dalam satu periode yang sama (concurrent sexual partnerships). Perpindahan virus menjadi mudah karena ada banyak orang berbeda yang tidak saling kenal tetapi terhubung oleh jalur perilaku seksual. Bayangkan seorang perempuan yang berstatus kawin di kota A mendapat kiriman virus dari perempuan yang tak dikenal dan tinggal di kota B yang kebetulan melakukan kontak seksual dengan suaminya.

    Bagaimana dengan jaringan seksual berisiko di Indonesia?

    Pola jaringan seksual di Indonesia tergambar dari beberapa hasil survei perilaku di 10 provinsi di Indonesia. Pada kelompok lelaki yang sering bepergian dan berduit (mobile men with money), diperkirakan ada sekitar 51 persen yang mempunyai banyak pasangan seks yang berbeda dalam periode setahun terakhir.

    Klasifikasi jaringan seksual lelaki pun bervariasi. Mulai dari yang tidak berhubungan seks, berhubungan seks dengan satu pasangan, ada juga yang berhubungan seks dengan beberapa penjaja seks. Bahkan ada sekitar 18 persen yang punya jaringan seks yang cukup kompleks: dengan istri, penjaja seks, dan pasangan seks lainnya. Rata-rata, kelompok pria ini memiliki sembilan pasangan seks yang berbeda dalam setahun terakhir. Di sisi lain, pasangan seks lelaki tersebut juga berhubungan seks dengan banyak lelaki lain yang berbeda. Walhasil, semakin padat jalur hubungan penularan antara orang-orang yang berbeda. Jalur perpindahan HIV pun semakin luas.

    Ada pula perilaku berisiko pada kelompok lelaki yang menyukai sesama jenis, men sex with men (MSM). Sesuai dengan hasil survei yang dilakukan di Jakarta dan Surabaya pada 2004, fenomena MSM menambah kompleksitas jaringan seksual. Kelompok lelaki MSM juga memiliki banyak pasangan seks lelaki yang berbeda, selain yang tetap juga membeli seks dengan lelaki lain (termasuk waria). Jaringan ini pun tidak terisolasi hanya pada kelompok MSM. Sebagian dari mereka ternyata berhubungan seks dengan perempuan juga, termasuk istri dan penjaja seks.

    Sementara itu, pecandu narkoba suntik juga mempunyai jaringan penularan ganda. Selain menyuntik bareng dengan jarum suntik yang sama, mereka juga melakukan kontak seks dengan

    banyak pasangan. Sekitar 80 persen pecandu suntik di Surabaya mengaku membeli seks. Akibatnya, penularan HIV antarpecandu terjadi sangat efisien, yang kemudian dapat meluas ke kelompok lain (pasangan seks) yang bukan pecandu.

    Jelas sekali informasi perilaku seks tersebut mengindikasikan tidak ada satu kelompok pun yang tidak terhubung satu sama lain. Ada banyak jalur perpindahan virus yang memungkinkan HIV terus pindah dari satu orang ke orang lain. Rekonstruksi pola jalur penularan HIV semakin rumit dan padat karena adanya mobilitas yang cukup tinggi. Bukan hanya lelaki yang berhubungan seks di banyak kota, penjaja seks pun sering pindah kota secara berkala. Para pecandu pun sering menyuntik di kota lain dengan kelompok pecandu yang berbeda.

    Penting pula untuk kita catat hasil Survei Potensial Desa yang dilakukan Badan Pusat Statistik pada 2002. Survei ini menunjukkan hampir tidak ada kabupaten atau kota yang bebas dari tempat transaksi jasa seks. Artinya, tidak ada batas wilayah administratif atau kepulauan yang dapat membatasi penularan HIV.

    Untuk memahami jaringan perilaku penularan HIV, tidak hanya sangat penting memprediksi epidemi, tetapi jauh lebih penting sebagai basis penyusunan strategi penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. Respons penanggulangan epidemi harus terintegrasi dan melibatkan banyak pihak, termasuk pelaku aktif dalam jaringan risiko penularan tersebut. Bila tidak, maka HIV akan tetap menang.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Hukum Suap yang Membuat Cemas

Dari DNA sampai JIL

Album

Album

Buku

Ruang yang Semakin Sempit

Catatan Pinggir

Van Gogh

Layar

Kegilaan Keenam Jiffest

Impian-Impian Musim Kemarau

Visualisasi Sebait Puisi

Televisi

Mutiara di Pinggir Selokan

TEMPO|interaktif

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif