• Home
  • 20 Desember 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
  • Selingan
    • Perjalanan
    • Layar
  • Seni
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 20 Desember 2004

    Belum Rugi, Hanya Ragu

    Mahkamah Konstitusi boleh saja membatalkan Undang-Undang Ketenagalistrikan No. 20/2002, tapi Perusahaan Listrik Negara yakin keputusan itu tak merugikan mereka. Menurut Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Eddie Widiono, tidak ada dampak negatif pembatalan itu terhadap bisnis dan rencana investasi PLN di masa depan.

    Tapi, benarkah tak ada kerugian? Di mata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, keputusan itu pasti berdampak pada investor asing. Mereka bakal ragu dan tak mau masuk ke sektor kelistrikan. Apalagi PLN terbukti tidak sanggup sendirian menangani kelistrikan. Kemampuan finansial PLN diperkirakan cuma US$ 9 miliar-10 miliar, dan pemerintah US$ 4 miliar. Padahal perlu US$ 30 miliar dalam kurun 10 tahun ke depan untuk membangun pembangkit berkapasitas 20 ribu MW.

    Tahun 2005 saja PLN akan membutuhkan sekitar Rp 20 triliun untuk membangun infrastruktur listrik, Rp 9 triliun di antaranya untuk membangun pembangkit berdaya 900 MW. Bila ditambah kenaikan harga BBM, beban itu naik Rp 7 triliun berupa tambahan ongkos produksi listrik. Dan jangan lupa, PLN masih punya beban pajak Rp 11 triliun. Tahun lalu, total beban usahanya sudah melebihi pendapatan BUMN itu. Karena itulah, kata Purnomo, "Mau tidak mau, suka tidak suka, pendanaan swasta harus dibuka."

    Ketergantungan PLN pada listrik swasta sebenarnya tak terlalu besar, hanya 18,9 juta MW dibandingkan dengan pasokan PLN sendiri yang 88 juta MW. Tetapi tahun lalu mereka membayar Rp 9 triliun untuk daya sebesar itu. Gara-garanya, banyak pembangkit listrik yang tidak beroperasi karena berbagai gangguan, seperti kekeringan. Bila PLN tetap tak bisa membangun pembangkit baru dengan daya yang cukup mulai tahun depan, kelangkaan listrik bakal terjadi. Jalan keluar paling ampuh, seperti disiratkan Menteri Energi, adalah mengundang investor asing.

    Investor yang telanjur menandatangani kontrak selama dua tahun terakhir rupanya belum terganggu akibat pembatalan itu. "Kami tetap dengan rencana investasi," kata juru bicara PT Amoseas Indonesia, Widiatmoko. Anak perusahaan Chevron Texaco itu menyediakan US$ 128 juta untuk perluasan PLTP Darajat.

    Paiton Energy juga tak mengubah rencana membangun pembangkit listrik 800 MW di Probolinggo. Dan konsorsium Cahaya Bintan Mulia maju terus dengan proposal pembangunan PLTU 50 MW di Pulau Bintan. Memang, belum ada yang rugi. Tapi keputusan itu juga akan membuat para investor ragu dan menunggu.

    I G.G. Maha Adi, Dara Meutia Uning


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Dunia Lewis, Dunia Perkelahian

Catatan Pinggir

Jasih

Layar

Sang Raja Dunia, Bernama Alexander

Bukan Resep Coca-Cola

Alexander Sang Legenda

Tari

Tujuh dalam Didik

TEMPO|interaktif

Olahraga

Mancini Tegaskan City Pantas di Puncak

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif