• Home
  • 27 Desember 2004
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 27 Desember 2004
    Hardi, Aris, Rijal

    Derum Bajaj Bajuri

    Secangkir kopi, secarik kertas, dan empat keping koin. Dari itu semua, lahirlah sang bayi bernama komedi Bajaj Bajuri. Trio Hardi, Aris Nugraha, dan Chairul Rijal masih segar mengingat semua momen itu. Selama beberapa jam, mereka berdiskusi di sebuah kedai kopi dengan sebundel naskah di tangan masing-masing dengan sebuah kertas lecek bergambar denah rumah Bajuri. Empat keping koin itu mewakili Emak, Bajuri, Ucup, dan Oneng. Sembari menggesekkan setiap koin, mereka berdebat bagaimana lalu lintas keempat tokoh itu di dalam rumah Bajuri. "Denah rumah berubah-ubah, sampai akhirnya diputuskan semua pintu bermuara di ruang tamu," ujar Aris Nugraha.

    Lima tahun berlalu. Siapa yang kini tak kenal tokoh jelmaan empat koin itu dalam komedi situasi Bajaj Bajuri. Humor tentang kehidupan sopir bajaj Bajuri (Mat Solar) dan sang istri yang cantik dan lugu, Oneng (Rieke Diah Pitaloka), itu kini telah menjadi bagian dari kehidupan pemirsa televisi. Demikian suksesnya, sampai tahun ini Trans TV, televisi swasta penayangnya, memutar enam kali berturut-turut seratus episode pertama Bajaj Bajuri. Ini belum termasuk puluhan episode baru berikutnya yang diputar setiap akhir pekan.

    Padahal, selain Mat Solar, semua pelakon drama televisi ini bukan pelawak. Diakui oleh para pelakonnya, kejenakaan drama ini tertulis dengan rinci oleh naskah. "Kami menyebutnya writing table," ujar Chairul Rijal, yang sebelumnya bekerja sebagai seorang guru privat door to door.

    Dan tak bisa dimungkiri, humor Bajaj Bajuri memang lahir dari kepala ketiga orang ini yang mengolah naskahnya dengan serius. Padahal saat itu idenya tak muluk: mengangkat kehidupan masyarakat jelata ke dalam komedi situasi. Sumber inspirasi itu? Tak jauh-jauh, kampung mereka masing-masing.

    Aris Nugraha, misalnya, tinggal di perkampungan padat di daerah Halim, Jakarta Timur. Atau Chairul, asal Betawi asli, berdiam di kawasan Buncit, Jakarta Selatan. "Semua nama dalam sinetron Bajuri seperti Hindun, Sahili, adalah nama tetangga saya," ujar Chairul. Di antara mereka Hardi-lah yang cukup berada dan mengucurkan modal semua kegiatan mereka. "Mungkin Bajuri diterima karena kita semua dapat menertawakan kejelataan di sekitar kita sendiri," ujar Aris merendah, yang selama tiga tahun sempat mengasongkan Bajaj Bajuri ke setiap stasiun televisi. Kedai-kedai kopi, keping koin, dan secarik kertas lecek adalah saksinya jerih payah mereka.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Menunggu 'Atheis Jilid Dua'

Album

Catatan Pinggir

Terang, Gelap, Harap

Surat Dari Redaksi

Surat dari Redaksi

TEMPO|interaktif

Inforial

Kepedulian Tim Hijau di Balekambang

Best Western Premier Hotel Solo

Inforial

Serunya Memasak dan Menembak

Aston Primera Pasteur

Inforial

Kumpul Bersama Peduli Kanker

Hotel grandkemang Jakarta

Teknologi

Pelaku E-commerce Berharap Transaksi PayPal

Teknologi

Alat Ini Memungkinkan Injeksi Tanpa Jarum Suntik  

Nasional

Tahun Depan Soal UN Ada 20 Jenis  

Advocaat Umumkan Skuad Rusia

Cara Baru Ber-KB: Pil Kontrasepsi Pria  

Gaya Hidup

Tip Berdandan ala Karpet Merah

Teknologi

Asosiasi e-Commerce Indonesia Terbentuk  

Gaya Hidup

Mengapa Tomat Beraroma Enak Kerap Tak Lezat?

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif