KALAU saya diberi status tahanan luar, saya akan membantu mereka dari jauh," kata Abdullah Puteh. Bencana alam yang menimpa Aceh, bagaimanapun, menambah resah sang gubernur nonaktif. Dalam sidang pekan lalu, berkali-kali Puteh menyatakan keinginannya diberi kesempatan membantu warganya yang terkena musibah itu.
Senin pekan lalu, misalnya, sebelum sidang ditutup, Puteh meminta majelis hakim agar ia diberi waktu berdoa bagi masyarakat Aceh. Rabu pekan lalu, ia menyatakan kepedihannya karena tidak bisa berada di tengah-tengah warganya yang sedang tertimpa bencana. "Saya mengharap masyarakat Aceh tabah menghadapi penderitaan ini," katanya.
Puteh sendiri, lewat pengacaranya, telah mengajukan permintaan penangguhan penahanan. Menurut Puteh, jika diizinkan, ia akan melakukan apa saja untuk membantu penduduk yang sedang dilanda muisibah. Namun permintaan Puteh itu belum dikabulkan Kresna Menon, ketua majelis hakim ad hoc tindak pidana korupsi.
Satu-satunya yang paling mungkin dilakukan Puteh untuk warga Aceh memang berdoa. Itulah yang dilakukan Puteh, Rabu malam pekan lalu, bersama sesama tahanan di Blok K2 penjara Salemba. Di sana Puteh menggelar pengajian bersama dan memanjatkan doa keselamatan untuk rakyat Aceh.
SNL
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
