• Home
  • 03 Januari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
    • Perjalanan
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Laporan Utama

  • Malaikat Pagi di Tanah Jeumpa


    Malaikat itu datang pagi hari. Ketika orang-orang bersenam mengolah tubuh, sarapan, dan mencecap udara segar. Lalu semua berubah: Aceh menjadi ranah jenazah setelah gempa dan tsunami. Tubuh membusuk, bangkai kayu terserak. Tak ada yang tersisa dari provinsi itu kecuali luka, luka, dan luka....
  • Berkah Petuah Nenek Moyang


    Simeulue merupakan pulau terdekat dari pusat gempa, dengan korban lima orang. Nasib pulau kecil yang lain masih gelap.
  • Meramal Gelombang, Menggantang Ancaman


    Tak seperti gempa, kedatangan gelombang tsunami bisa diprediksi. Sayang, di Aceh penelitian soal ini terhadang darurat militer.
  • Geliat Monster Laut


    Gempa berskala besar memicu gelombang ribuan kilometer kubik air laut. Dalam kurun waktu 1600-1998 terjadi 105 kali tsunami.
  • Kembali ke Titik Nol


    Pemulihan Aceh membutuhkan minimal Rp 10 triliun. Pemerintah akan merevisi APBN 2005.
  • Setelah Peta-peta Hanyut


    Bangsa ini tidak pernah belajar dari bencana. Tebusan yang teramat mahal mesti dibayar.
  • Mayat pun Dikubur tanpa Nama


    Ribuan mayat yang tak dikenali dan sudah membusuk langsung dikubur. Kondisi lapangan menyulitkan untuk proses identifikasi.
  • Malapetaka yang Menyatukan Dunia


    Perserikatan Bangsa-Bangsa menggalang operasi kemanusiaan terbesar dalam sejarahnya untuk membantu korban gempa dan tsunami di Asia.
  • Dari Beranda, Mereka ke Langit


    SEMUA terjadi begitu saja. Di sebuah pagi yang bersih, orang-orang pergi ke tanah lapang: bermain, baris-berbaris atau lari pagi. Tak ada tanda atau isyarat bahwa hari itu fajar datang untuk yang terakhir bagi mereka. Jarak antara bumi Aceh dan langit tak terasa, semakin dekat, semakin rapat. Di tengahnya, warga Aceh tak lagi menggapai?langsung melesat.
cover

Album

Album

Buku

Hannah Arendt di Mata Oneng

Catatan Pinggir

Tsunami

Seni Rupa

Mikropolitik Sang Bunglon

TEMPO|interaktif

Inforial

Megawati Beri Apresiasi Peringatan 1 Juni  

MPR RI

Inforial

Kongres dan Pemerintah AS Menolak Kemerdekaan Papua

DPR RI

Inforial

JCG Management Competency Assessment

JAKARTA CONSULTING GROUP

Inforial

Memperkenalkan Jajaran Manajemen Baru

Telkomsel

Inforial

Sambut Liburan dengan Fasilitas Menarik

Aston Marina Jakarta

Inforial

Kepedulian Tim Hijau di Balekambang

Best Western Premier Hotel Solo

Inforial

Serunya Memasak dan Menembak

Aston Primera Pasteur

Inforial

Kumpul Bersama Peduli Kanker

Hotel grandkemang Jakarta

Teknologi

Pelaku E-commerce Berharap Transaksi PayPal  

Teknologi

Alat Ini Memungkinkan Injeksi tanpa Jarum Suntik  

Nasional

Tahun Depan Soal UN Ada 20 Jenis  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif