Malaikat itu datang pagi hari. Ketika orang-orang bersenam mengolah tubuh, sarapan, dan mencecap udara segar. Lalu semua berubah: Aceh menjadi ranah jenazah setelah gempa dan tsunami. Tubuh membusuk, bangkai kayu terserak. Tak ada yang tersisa dari provinsi itu kecuali luka, luka, dan luka....
SEMUA terjadi begitu saja. Di sebuah pagi yang bersih, orang-orang pergi ke tanah lapang: bermain, baris-berbaris atau lari pagi. Tak ada tanda atau isyarat bahwa hari itu fajar datang untuk yang terakhir bagi mereka. Jarak antara bumi Aceh dan langit tak terasa, semakin dekat, semakin rapat. Di tengahnya, warga Aceh tak lagi menggapai?langsung melesat.