• Home
  • 10 Januari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 10 Januari 2005

    Album

    Sakit Z.A. Maulani, 66 tahun

    MANTAN Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) Letnan Jenderal (Purn) Zaini Azhari Maulani, sejak Kamis dua pekan lalu terbaring di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Ia harus menjalani perawatan intensif karena menderita sakit gula. "Dokter menyarankan semua kegiatannya dihentikan dulu," ujar Retno Intan, istri Maulani.

    Ini untuk kedua kalinya dalam setahun terakhir Maulani harus masuk rumah sakit. Sekitar lima bulan silam ia juga dirawat di Rumah Sakit karena penyakit yang sama.

    Selepas dari jabatan Kepala Bakin pada kabinet Presiden B.J. Habibie, kegiatan Maulani tak berkurang. Mantan Sekretaris Jenderal Departemen Transmigrasi ini masih kerap ke luar kota untuk menghadiri beragam undangan, khususnya diskusi atau seminar yang berkaitan dengan politik atau keagamaan.

    Kegiatan ini membuat Maulani tidak bisa menjalankan program diet gula yang diperintahkan dokter. "Katanya tidak enak dengan pengundang," kata Retno. Pola makan semacam ini membuat penyakitnya muncul dan tubuhnya ambruk. Dan, Kamis dua pekan lalu, ia pun diangkut dari rumahnya di Bumi Serpong Damai, Tangerang, ke Rumah Sakit Pondok Indah.


    "Ada animo yang besar, tapi ada tindakan tepat dari ulama untuk mencegah kemudaratan yang lebih besar seperti yang terjadi di Medan, di mana 100 anak dijual oleh suatu yayasan." —Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Ichwan Sam, Senin pekan lalu, menyatakan, para ulama Aceh dan MUI sepakat pengasuhan dan pendidikan anak-anak Aceh korban tsunami tidak boleh keluar dari Aceh.

    "Tujuan melakukan kurban adalah untuk kepentingan sosial. Nah, sekarang kita menghadapi permasalahan sosial yang lebih besar. Aceh seperti kiamat sekarang." —Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif, Senin pekan lalu, menyatakan setuju pada pendapat KH Quraish Shihab, yang menyatakan pemotongan hewan kurban dapat dialihkan dengan memberikan sumbangan kepada masyarakat Aceh dan Sumatera Utara yang mengalami musibah.

    "Kalau syaratnya harus kembali ke program Dana Moneter Internasional (IMF), nanti dulu." —Menteri Keuangan Yusuf Anwar menyatakan, Selasa pekan lalu, pemerintah akan menerima tawaran keringanan utang dari sejumlah negara kreditor, baik dalam bentuk moratorium (penundaan cicilan) maupun pengurangan utang (debt relief), jika tidak disertai syarat tertentu.


    TEMPO DOELOE

    10 Januari 1949 Radio Corporation of America (RCA), perusahaan elektronik Amerika, menciptakan piringan hitam generasi baru. Ciptaan ini dianggap sebagai salah satu tonggak tumbuhnya industri rekaman musik masa itu.

    11 Januari 1902 Majalah Popular Mechanics terbit untuk pertama kalinya. Majalah ilmiah populer berwibawa ini saat pertama terbit hanya memiliki lima pelanggan.

    12 Januari 1963 Untuk pertama kalinya, lagu Blowing in the Wind dinyanyikan penciptanya, Bob Dylan, dalam acara musik di radio BBC Inggris. Lagu ini segera menjadi "lagu wajib" para aktivis gerakan protes di masa itu.

    13 Januari 1950 Untuk kedua kalinya dalam sepekan, wakil Uni Soviet memboikot sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah usulnya untuk menggantikan kursi wakil Taiwan dengan wakil dari Republik Rakyat Cina ditolak.

    14 Januari 1953 Josip Bros Tito terpilih oleh parlemen sebagai Presiden Yugoslavia. Kelak, Tito bersama pemimpin negara lain, termasuk Soekarno, menjadi salah satu motor gerakan Non-Blok sebagai reaksi atas perang dingin blok Timur vs blok Barat.

    15 Januari 1970 Parlemen Libya memilih Muammar Qadhafi sebagai perdana menteri.

    16 Januari 1979 Mohamad Reza Shah Pahlevi, pemimpin Iran sejak 1941, melarikan diri setelah terjadi pemberontakan di kalangan tentara dan rangkaian demonstrasi besar-besaran melawan kekuasaannya. Dua pekan kemudian, Ayatullah Khomeini—yang baru pulang dari pengasingan di Paris, mengambil alih kekuasaan.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Dari Sebuah Gelanggang Pertarungan

Catatan Pinggir

Tsunami

Indonesiana

Indonesiana

Layar

Requiem untuk Aceh

Sebilah Duka dalam Kata-kata

Ekspresi Puitis Aceh Menghadapi Musibah

TEMPO|interaktif

Nasional

Rachland: Klaim Ruhut-Sutan Obrolan Warung Kopi

Inforial

Megawati Beri Apresiasi Peringatan 1 Juni  

MPR RI

Inforial

Kongres dan Pemerintah AS Menolak Kemerdekaan Papua

DPR RI

Inforial

JCG Management Competency Assessment

JAKARTA CONSULTING GROUP

Inforial

Memperkenalkan Jajaran Manajemen Baru

Telkomsel

Inforial

Sambut Liburan dengan Fasilitas Menarik

Aston Marina Jakarta

Inforial

Kepedulian Tim Hijau di Balekambang

Best Western Premier Hotel Solo

Inforial

Serunya Memasak dan Menembak

Aston Primera Pasteur

Inforial

Kumpul Bersama Peduli Kanker

Hotel grandkemang Jakarta

Teknologi

Pelaku E-commerce Berharap Transaksi PayPal  

Teknologi

Alat Ini Memungkinkan Injeksi tanpa Jarum Suntik  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif