• Home
  • 10 Januari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 10 Januari 2005

    Tidak Sekali Tersandung Pistol

    BAGI Adi Sutowo, 2005 mungkin tahun yang paling sial. Dia mengawali tahun ini dengan sangkaan berat: diduga menembak seorang penagih bill Fluid Club di Hotel Hilton, Jakarta. Kejadian ini bisa meredupkan namanya di tengah bisnisnya yang sedang berkibar.

    Semula lelaki kelahiran Jakarta 31 Mei 1958 ini lebih dikenal sebagai pereli. Bersama rekan-rekannya di Ikatan Motor Indonesia (IMI), termasuk Tommy Soeharto, ia lalu mendirikan PT Mugi Rekso Abadi (MRA) pada 1985. Salah satu usahanya adalah Hard Rock Cafe yang amat terkenal di Ibu Kota.

    Usaha putra bungsu almarhum Ibnu Sutowo, bekas Direktur Utama Pertamina, itu berkembang amat pesat. Belakangan Grup MRA juga merambah media elektronik dengan mendirikan Hard Rock FM dan mengakuisisi sejumlah radio. Kelompok bisnis ini juga menerbitkan sejumlah majalah dan mengageni sejumlah merek pakaian terkenal seperti Giorgio Armani dan Emporio Armani.

    Hanya, suksesnya berbisnis berbanding terbalik dengan kesialan dalam urusan senjata api. Soalnya, bukan kali ini saja ia tersandung pistol. Pada Oktober 2004 ia pernah berurusan dengan David, keponakan rocker Ahmad Albar. Di rumahnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, David sempat didatangi Adiguna bersama pengawalnya. Mereka mengancamnya dengan senjata api.

    Kejadian itu lalu dilaporkan kepada polisi oleh Ahmad Albar dan adiknya, Camelia Malik. Akibatnya, pistol berpeluru karet yang dimiliki Adiguna disita. "Izinnya juga saya cabut, karena senjata itu dipakai untuk mengancam orang lain," kata Inspektur Jenderal Zamrich, Kepala Divisi Intel Mabes Polri.

    Menurut Ahmad Albar, persoalan itu sebenarnya hanya salah paham dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Tak ada yang terluka dalam peristiwa itu. Adiguna pun telah meminta maaf kepada keluarganya. "Buat kami, permintaan maaf itu sudah cukup," kata Ahmad Albar kepada Tempo. Dia juga menuturkan, hubungan keluarganya dengan Adiguna kini sudah baik. Bahkan David sempat menengok adik Pontjo Sutowo ini saat dia dirawat di RS Pertamina beberapa bulan lalu.

    M. Salahudin, salah satu pengacara Adiguna, mengaku tidak tahu mengenai masalah itu. Diakuinya, kliennya memang pernah memiliki senjata api berpeluru karet. Karena masa berlakunya sudah habis, pistol itu dititipkan di Mabes Polri. "Jadi bukan disita," katanya. Seperti dalam kasus penembakan seorang penagih bill di Hilton, kali ini pun keterangan pengacara Adiguna berbeda dengan versi polisi.

    Eni Saeni


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Dari Sebuah Gelanggang Pertarungan

Catatan Pinggir

Tsunami

Indonesiana

Indonesiana

Layar

Requiem untuk Aceh

Sebilah Duka dalam Kata-kata

Ekspresi Puitis Aceh Menghadapi Musibah

TEMPO|interaktif

Kim Kardashian Diduga Kecanduan Pil Valium?

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

Nasional

Usai Grasi Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian 'BLBI'  

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

Jumlah Perempuan Perokok di Indonesia Naik Empat Kali Lipat

Olahraga

Inter Milan Rintis Sekolah Bola di Jakarta

Nasional

Di Yogya Para Menteri Masuk Istana, Dahlan Pilih ke Pabrik Gula

Nasional

Menteri Nuh: Daripada Lady Gaga, Mending Bee Gees

Nasional

KPK Mulai Usut Duit Kongres Demokrat

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif