• Home
  • 17 Januari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 17 Januari 2005

    Perginya Anak Petani Kopi

    MESTINYA Riska Leliana, 21 tahun, menyambut malam tahun baru dengan hati bungah. Nyatanya, rasa cemas terus menyergap. Pacarnya, Yohanes B. Hairudy Natong alias Rudy tidak juga meneleponnya buat memberi ucapan selamat. Padahal, pengunjung Diskotek Matabar di kawasan Setiabudi, Jakarta, tempat ia bekerja, sudah lama membunyikan terompet. Itu sebabnya, sepulang kerja, sekitar pukul 04.30, 1 Januari, Riska pun buru-buru menjemput Rudy yang bekerja di Fluid Club, Hotel Hilton, Jakarta.

    Yang didapat di sana hanyalah kabar buruk: pacarnya tertembak dan telah dibawa ke RSAL Mintoharjo. Ia pun langsung menuju ke rumah sakit. Sempat menunggu di luar selama 10 menit, Riska kemudian menerima kabar dari seorang dokter bahwa pacarnya telah meninggal. Alangkah terpukulnya gadis yang telah menjalin hubungan serius dengan Rudy selama setahun ini. Kebetulan tempat kos mereka di kawasan Setiabudi, Jakarta, berdekatan. Mereka pun sering makan siang bersama.

    Sehari-hari Rudy kuliah di Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Jakarta. Sebelumnya, ia juga bekerja di Diskotek Matabar untuk membiayai kuliahnya. Karena diskotek ini melakukan pengurangan karyawan, sejak November lalu ia pindah ke Fluid Club di Hotel Hilton. Di sana pemuda ganteng dengan tinggi badan 170 cm ini bertugas menagih bon.

    Malang sulit ditolak. Ketika melayani wanita bernama Tinul yang duduk bersama Adiguna Sutowo, ia justru kena damprat. Ujungnya, Rudy ditembak kepalanya hingga terkapar dan akhirnya tewas.

    Lahir pada 26 November 1976, Rudy dibesarkan dalam keluarga sederhana. Mereka tinggal di Kampung Manggarai, Ruteng, Flores. Sejak ia duduk di bangku SMP, ayahnya sudah mengajarinya berkebun kopi.

    Setelah lulus SMA pada 1998, ia memutuskan pergi ke Jakarta, meninggalkan kebun kopinya. Kebetulan, Rudy mempunyai paman yang tinggal di Ibu Kota. Putra pasangan Maria Theresia Srikasih dan Alfons Ambong Natong Dagomez ini mengambil kursus bahasa Inggris dan komputer sebagai bekal untuk bekerja. Setelah menyelesaikan kursusnya, ia bekerja di Diskotek Matabar sebagai bartender. Rudy kemudian mendaftar di Universitas Bung Karno pada 2000 setelah uang tabungannya dirasa cukup.

    Menurut kakak sepupunya, Dedi Gomes, Rudy merupakan sosok pemuda yang mandiri. ?Dia memang ingin kuliah dari hasil keringat sendiri,? kata Dedi. Selain membiayai dirinya sendiri, ia juga membantu biaya adiknya, Faleria, yang kuliah di kampus yang sama.

    Impian Rudy untuk menjadi sarjana hampir saja tercapai. Dia sudah duduk di semester akhir dan akan diwisuda pada Oktober 2005. Setelah itu, ia berencana menikahi Riska, gadis pujaannya. Tapi segalanya menjadi berantakan setelah peluru menembus kepalanya.

    Kini Riska tak sanggup mengingat semua rencana manis itu. ?Terlalu pahit,? ujarnya lirih.

    Eni Saeni


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Yang Bernapas dengan Kata

Catatan Pinggir

Balsam

TEMPO|interaktif

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

Otomotif

KMI Gelar Test Drive KIA on Tour 2012

PT KIA MOBIL INDONESIA
iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif