• Home
  • 24 Januari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 24 Januari 2005
    CGI

    Dana Murah Anggaran

    PEMERINTAH boleh bernapas lega: bolong di anggaran 2005 akibat pengeluaran yang lebih besar daripada penerimaan mulai tertambal. Pekan lalu, kelompok kreditor Indonesia yang tergabung dalam Consultative Group on Indonesia (CGI) menyatakan kesediaannya membantu Indonesia.

    "CGI menjanjikan bantuan US$ 3,4 miliar di luar bantuan untuk Aceh," kata Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie. Bagi Indonesia, pinjaman dari CGI ini penting untuk menutup defisit, yang tahun ini diperkirakan tak kurang dari Rp 17 triliun. Angka itu merupakan perhitungan awal pada tahun anggaran 2005. "Kelebihan pinjaman dari CGI adalah lebih murah dibandingkan pembiayaan lain, seperti surat utang," ujar Anton Gunawan, ekonom Citigroup.

    Nilai bantuan yang kemudian disepakati CGI tak berbeda jauh dengan yang diajukan Indonesia. Sebelum sidang berlangsung, Menteri Keuangan Jusuf Anwar memberikan ancar-ancar pinjaman baru yang akan diperoleh Indonesia US$ 2,8 miliar-3,4 miliar. "Kemurahan hati" kreditor CGI, yang meliputi 11 negara dan lima lembaga keuangan, sebenarnya mudah ditebak.

    Indonesia baru saja tertimpa tsunami, bencana alam terbesar sepanjang sejarah republik ini. CGI menyatakan akan memberikan bantuan khusus untuk Aceh. Seperti tahun-tahun sebelumnya, bantuan terbesar dalam payung CGI datang dari Jepang, Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia (ADB).

    Jepang tahun ini menjanjikan pinjaman US$ 715 juta. Kreditor terbesar setelah Jepang adalah Bank Dunia, yang menjanjikan utang US$ 730 juta, dan ADB US$ 650 juta. Dalam penutupan sidang, Aburizal sempat menyatakan bahwa pinjaman baru dari CGI itu tak akan membengkakkan stok utang luar negeri Indonesia.

    "Utang netto kita US$ 2,7 miliar," ujar Aburizal. Angka itu tersisa setelah tahun ini pemerintah menganggarkan pembayaran utang luar negeri US$ 5,5 miliar. Bisa jadi pernyataan itu ditujukan Menteri Koordinator Perekonomian untuk meredakan kekhawatiran sejumlah kalangan terhadap menumpuknya utang Indonesia.

    Rasio pembayaran utang Indonesia, yang dihitung dengan membandingkan total utang yang jatuh tempo dengan penerimaan ekspor, sudah berada di atas 40 persen. Pada galibnya, di negara sedang berkembang seperti Indonesia, rasio yang aman berada di bawah 40 persen.

    Tak mengherankan jika suara-suara yang menentang utang baru tak pernah berhenti. Di Surabaya dan Bandung, kelompok pemuda dan mahasiswa melancarkan unjuk rasa menentang pengucuran utang dari CGI. Kalangan organisasi nonpemerintah, seperti International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), yang diundang dalam pertemuan CGI, juga bersikap kritis terhadap pinjaman baru dari CGI. "Sikap kita menolak utang baru," ujar Ivan A. Hadar, Direktur Eksekutif INFID.

    Penolakan utang menurut kalangan aktivis dipicu oleh banyaknya syarat pengucuran utang yang dituntut para donor. Permintaan para kreditor yang paling tak populer adalah privatisasi badan usaha milik negara (BUMN) serta pembukaan pasar. Ekonom M. Ikhsan, anggota tim asistensi Menteri Koordinator Perekonomian, mengakui dalam sidang CGI kemarin para kreditor juga meminta pemerintah mengatur secara khusus privatisasi 15 BUMN.

    Tapi syarat-syarat itu tak dirasa berat oleh pemerintah. "Tak ada syarat atau kondisionalitas tertentu," kata Aburizal. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Sri Mulyani, sama sependapat. Ia mengatakan, permintaan yang diajukan negara kreditor tak berbeda dengan program pemerintah, seperti pemberantasan korupsi. "Bagi kami, itu bukan syarat," katanya.

    Thomas Hadiwinata, Tempo News Room


    Utang CGI

    Disalurkan Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

    • Pinjaman Program US$ 900 juta
    • Pinjaman Proyek US$ 1,9 miliar
    • Total US$ 2,8 miliar

    Disalurkan melalui jalur non-APBN

    Total US$ 600 juta


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Nyawa Dulu, Halal Kemudian

Album

Album

Buku

Meneropong Singapura, Sang Kota Tua

Catatan Pinggir

Kotak Hitam

Seni Rupa

Patung, Bukan Patung

Televisi

Hari-hari Bersama Dora dan Spons

Demam Dora di Mal Jakarta

TEMPO|interaktif

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

Otomotif

KMI Gelar Test Drive KIA on Tour 2012

PT KIA MOBIL INDONESIA

Olahraga

Babak Pertama, Novara Mampu Tahan Inter Milan

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif