• Home
  • 24 Januari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 24 Januari 2005
    Nakhoda Saganic Milan:

    Kapal Kami Hanya Dicarter

    Siapa yang menyewa kapal MV Mirna dan sejak kapan tiba di Wondama, Papua?

    Kami dicarter oleh perusahaan di Malaysia (Admiral Shipping SDN BHD). Kami tiba di Manokwari, Papua, pada 21 Agustus 2004. Begitu tiba, kami langsung memasukkan kayu, sesuai dengan permintaan pihak pengorder yang mencarter kami. Kami bersandar selama tiga hari dan mempersiapkan dokumen-dokumen pelayaran yang diperlukan. Sebelum berangkat, kami masih harus menunggu surat izin sekaligus menanti muatan terakhir. Namun, surat izin ini tidak kunjung datang.

    Lalu, apa yang Anda lakukan?

    Kami menelepon ke otoritas pelabuhan untuk menanyakan dan mendesak agar surat izin dipercepat. Ketika sedang menunggu, datang satu kapal kecil yang mengantarkan seorang agen. Agen itu membawa dokumen dan menyerahkannya kepada saya. Setelah menerima dokumen, turun perintah agar kapal segera berangkat. Kami pun berlayar meninggalkan pelabuhan. Tapi baru beberapa saat berjalan, kami dicegat kapal patroli KRI Sutanto.

    Apa yang dilakukan KRI Sutanto?

    KRI Sutanto memperingatkan kapal saya dan menyuruh berhenti untuk pemeriksaan surat-surat. Dua petugas dengan didampingi beberapa tentara (TNI AL) langsung naik ke kabin kapten. Mereka menanyakan dokumen muatan kapal dan surat izin berlayar (SIB). Semua surat dan dokumen saya serahkan. Tapi SIB tidak ada, karena kami hanya dicarter dan kapal ini bukan kapal Indonesia.

    Bagaimana sikap KRI Sutanto terhadap penjelasan Anda?

    Mereka berkeras bahwa kapal ini adalah kapal Indonesia karena ada bendera Indonesia dan berlayar di perairan Indonesia. Tapi saya tetap membantah dan menjelaskan bahwa kami dari Kroasia dan disewa oleh sebuah perusahaan dari Malaysia. Saya menegaskan berulang kali bahwa kami hanya diorder. Selama kurang-lebih dua jam kami berdebat. Tapi mereka menyatakan menangkap kami dengan alasan tak bisa menunjukkan dokumen secara lengkap. Kami lalu dibawa ke Surabaya dan tiba si sana pada 4 September (2004).

    Di Surabaya, Anda diperiksa lagi?

    Ya. Dan yang ditanyakan selalu saja soal dokumen SIB. Terhadap pertanyaan itu, saya selalu menjawab ini kapal carteran dan kami hanya menjalankan perintah.



    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Nyawa Dulu, Halal Kemudian

Album

Album

Buku

Meneropong Singapura, Sang Kota Tua

Catatan Pinggir

Kotak Hitam

Seni Rupa

Patung, Bukan Patung

Televisi

Hari-hari Bersama Dora dan Spons

Demam Dora di Mal Jakarta

TEMPO|interaktif

RCTI Cermati Aduan Live Pesta Anang-Ashanty

42 Negara Ikuti Borobudur Internasional Hash

Olahraga

Kemana Guardiola Berlabuh: Liverpool atau Chelsea?

Kim Kardashian Diduga Kecanduan Pil Valium?

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

Nasional

Usai Grasi Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian 'BLBI'  

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

Jumlah Perempuan Perokok di Indonesia Naik Empat Kali Lipat

Olahraga

Inter Milan Rintis Sekolah Bola di Jakarta

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif