• Home
  • 24 Januari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 24 Januari 2005

    Patung, Bukan Patung

    Datanglah ke sebuah galeri di kawasan Harmoni. Sebuah pameran berjudul Sculpture Expanded. Sesuatu yang seolah-olah menyarankan karya-karya yang secara segar membelot dari idiom patung konvensional. Karya-karya yang menggelitik.

    Tataplah karya Bunga Jeruk. Seekor kucing manis duduk di atas sebuah bantalan. Sekilas patung fiberglass itu seperti terbuat dari porselen atau pualam berwarna putih yang sangat elegan untuk hiasan ruang tamu Anda. Apakah ini seni rupa kontemporer? Ini pertanyaan yang sah. Bila "si meong" itu kita pajang di toko suvenir atau etalase salah satu mal di Jakarta, apakah mereka akan menganggapnya sebagai karya seni rupa mutakhir?

    Kritikus Thomas Mcevilley pernah menyatakan bahwa dunia patung kini memasuki era "the age of doubt". Semenjak 1960-an, timbul gelombang baru seni yang menampik patokan-patokan estetika lama yang terlalu membedakan seni tinggi dan rendah. Maka, dimulailah suatu avonturisme dalam semua cabang seni menembus batas-batas klasik dan pop. Syahdan, ranah patung tercatat sebagai motor yang membuka kemungkinan-kemungkinan baru sehingga mampu meluaskan definisi patung sendiri.

    Tahun-tahun belakangan ini, kehidupan seni patung di Yogya semakin marak, yang melahirkan karya-karya dari para seniman jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) yang tak berlatar belakang studi patung. Mereka adalah seniman kriya atau seni murni yang telah memberi warna lain pada eksperimentasi khazanah tiga dimensi. Bunga Jeruk, S. Teddy, dan Ugo Untoro adalah contoh perupa yang melukis di atas kanvas dan juga sering menuangkan ide dalam bentuk trimatra.

    Pematung Anusapati yang menjadi kurator pameran ini berusaha menunjukkan perluasan itu. Ada yang bermain-main komposisi dengan benda umum; ada yang merangkai obyek-obyek dan ada yang tetap bertumpu pada craftmanship. The Odd Direction karya S. Teddy tampak bermain dengan tanda-tanda. Karya yang dipamerkan hanya sebuah tiang petunjuk dengan teks tertulis pada tiang yang menyangsikan sendiri arah itu.

    Adakah karya-karya ini mampu memancing asosiasi pada taraf yang lebih dari sekadar fisikal? Memang tidak seluruhnya langsung mengena. Pada karya Bunga Jeruk, bila tak berjudul Frustrated Feline, tentu kita akan menganggapnya seperti sebuah hiasan belaka. Dengan tajuk seperti itu, maka kita melihat sesuatu yang berbeda, sebuah sisi sepi dari sang kucing.

    Yang menarik adalah Yuli Prayitno berjudul Sweet Hot Hirst yang menampilkan dua bidang kaca tembus pandang dipenuhi baris-baris rapi cabai-cabai plastik aneka warna: jambon, ungu, hijau timun, kuning. Puitis. Tapi untuk karyanya, Toilet VIP, yang menampilkan sebuah kloset dihiasi aneka gambar kupu-kupu terasa klise. Kloset telah identik dengan karya Marcel Duchamp.

    Karya yang paling menarik adalah karya Handiwirman yang menyajikan Fat; menampilkan dua bulatan besar berdiameter 120 cm terbuat dari tripleks dilapis berwarna cokelat muda. Pada titik tengah ada celah mengkerut seperti pusar atau jari kelingking yang muncul dari pusar. Sederhana, tapi seakan-akan jari itu tengah keluar mengilik-ngilik perut. Akan halnya karya Rudi Mantovani, Dua Sudut, menggunakan bidang rumput-rumputan plastik. Bidang itu digantung miring seolah pagar tanaman yang doyong.

    Tentu saja, yang disajikan dalam pameran ini bukan karya-karya paling dahsyat dari para perupa ini. Anusapati selaku kurator tampaknya hanya ingin mengetengahkan keberagaman fenomena perluasan patung yang terjadi di Yogya.

    Seno Joko Suyono


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Nyawa Dulu, Halal Kemudian

Album

Album

Buku

Meneropong Singapura, Sang Kota Tua

Catatan Pinggir

Kotak Hitam

Seni Rupa

Patung, Bukan Patung

Televisi

Hari-hari Bersama Dora dan Spons

Demam Dora di Mal Jakarta

TEMPO|interaktif

RCTI Cermati Aduan Live Pesta Anang-Ashanty

42 Negara Ikuti Borobudur Internasional Hash

Olahraga

Kemana Guardiola Berlabuh: Liverpool atau Chelsea?

Kim Kardashian Diduga Kecanduan Pil Valium?

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

Nasional

Usai Grasi Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian 'BLBI'  

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

Jumlah Perempuan Perokok di Indonesia Naik Empat Kali Lipat

Olahraga

Inter Milan Rintis Sekolah Bola di Jakarta

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif