• Home
  • 31 Januari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Selingan
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 31 Januari 2005

    Tempo, Edisi 23-29 Juli 2001

    Kepemimpinan Abdurrahman Wahid berakhir sebelum waktunya. Majelis Permusyawaratan Rakyat telah mencabut mandat Presiden. Megawati tampil menjadi penggantinya. Penggantian presiden di tengah jalan ini kembali menghiasi halaman sejarah Republik Indonesia. Setelah Soekarno, lalu Soeharto pada 1998, kini Gus Dur menyusul.

    Kejatuhan Gus Dur bermula dari isu penyelewengan dana Bulog bantuan Sultan Brunei Darussalam. Dari sini lahir Memorandum I DPR pada Februari 2000. Tiga bulan kemudian lahir Memorandum II. Situasi politik makin panas. Puncaknya adalah ketika MPR berniat menggelar Sidang Istimewa meminta pertanggungjawaban Gus Dur. Gus Dur membalas manuver ini dengan mengeluarkan dekrit pembubaran parlemen. Sebuah dekrit yang gagal, karena MPR kemudian memutuskan pencabutan mandat Gus Dur sebagai presiden dan menyerahkannya kepada Wakil Presiden Megawati.

    Begitu Megawati menggantikan Gus Dur, orang berharap situasi akan berubah: penegakan hukum akan berjalan, koruptor akan diberantas. Lagi-lagi, harapan tinggal harapan. Kasus-kasus korupsi masih tetap bermunculan, para koruptor pun tetap bebas berkeliaran.

    Kini, Yudhoyono sudah menapak tiga bulan pemerintahannya. Banyak orang berharap, tapi banyak pula yang pesimis. Sebuah sikap yang lahir karena ternyata, meski Yudhoyono berjanji akan membawa perubahan, tak banyak perubahan berarti. Tak banyak koruptor kelas kakap yang ditangkap. Bahkan berbagai persoalan membelit penegak hukum, di antaranya skandal suap di tubuh polisi dalam mengusut kasus korupsi.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Jalan Terjal Niciren Syosyu

Album

Album

Buku

Sebuah 'Jembatan' Bernama Chicklit

Dua yang Diberkati Pasar

Dari Toko Buku Hingga Layar Kaca

Catatan Pinggir

Surat kepada Seorang Teman yang Mencemooh Indonesia

TEMPO|interaktif

RCTI Cermati Aduan Live Pesta Anang-Ashanty

42 Negara Ikuti Borobudur Internasional Hash

Olahraga

Kemana Guardiola Berlabuh: Liverpool atau Chelsea?

Kim Kardashian Diduga Kecanduan Pil Valium?

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

Nasional

Usai Grasi Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian 'BLBI'  

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

Jumlah Perempuan Perokok di Indonesia Naik Empat Kali Lipat

Olahraga

Inter Milan Rintis Sekolah Bola di Jakarta

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif