• Home
  • 31 Januari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Selingan
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 31 Januari 2005

    Taufiq Ismail

    Penyair menyambangi Aceh dua pekan lalu dengan hati pilu. Tak kurang dari 45 penggiat sastra di Aceh hilang ditelan bencana gempa bumi dan tsunami. Taufiq mengenang, tepat pada hari bencana, 26 Desember 2004, novel berjudul Aku Pulang karya pengarang Aceh Nevi Yuli Safitri terbit. "Kini sang pengarang tak jelas nasibnya," katanya. Toh penyair kelahiran Bukit Tinggi 25 Juni 1935 itu tetap bersemangat menggeliatkan lagi kehidupan bersastra di tengah bencana. Dia siap mendirikan Sanggar Sastra Remaja "Tsunami" di dua lokasi pengungsian, Lung Ie dan Lampaya, di Banda Aceh. "Kesenian di sini harus tetap hidup," tuturnya.

    Ebiet G. Ade

    Lagu-lagu Ebiet G. Ade selalu meledak pada saat bencana: dari tenggelamnya Tampomas hingga tsunami Aceh. "Saya bersyukur Allah mengizinkan saya membuat lagu yang dapat mendorong empati orang," katanya. Itu sebabnya, Ebiet, 49 tahun, tak menyoal lagunya diudarakan tanpa pemberitahuan. Dia juga bergiat dalam tur amal di sejumlah kota, antara lain Surabaya dan Makassar, untuk korban tsunami. Eh, isu miring datang menghampiri. Dia dikabarkan urung tampil di Yogyakarta karena meminta bayaran Rp 40 juta. Benar begitu? "Sama sekali tidak. Itu angka yang amat tak masuk akal," dia menepis tudingan itu. Lalu Ebiet melanjutkan, "Mudah-mudahan fitnah ini bisa menghapus dosa-dosa saya."


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Jalan Terjal Niciren Syosyu

Album

Album

Buku

Sebuah 'Jembatan' Bernama Chicklit

Dua yang Diberkati Pasar

Dari Toko Buku Hingga Layar Kaca

Catatan Pinggir

Surat kepada Seorang Teman yang Mencemooh Indonesia

TEMPO|interaktif

RCTI Cermati Aduan Live Pesta Anang-Ashanty

42 Negara Ikuti Borobudur Internasional Hash

Olahraga

Kemana Guardiola Berlabuh: Liverpool atau Chelsea?

Kim Kardashian Diduga Kecanduan Pil Valium?

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

Nasional

Usai Grasi Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian 'BLBI'  

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

Jumlah Perempuan Perokok di Indonesia Naik Empat Kali Lipat

Olahraga

Inter Milan Rintis Sekolah Bola di Jakarta

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif