• Home
  • 07 Februari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Iqra
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
    • Sosok
  • Arsip
  • 07 Februari 2005

    Membangun Serambi Lewat Tender

    Tawaran datang riuh-rendah untuk membangun Nanggroe Aceh Darussalam yang luluh-lantak oleh bencana. Mereka tak hanya datang dari dalam negeri, juga nyelonong dari luar negeri. Namun, menurut Sujana Royat, Ketua Tim Pelaksana Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat Aceh dan Sumatera Utara, pembangunan di Aceh belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pemerintah masih berkonsentrasi menyelesaikan tahap tanggap darurat, seperti pembersihan sampah dan puing. "Sebagian lagi baru memulai tahap rehabilitasi," ujarnya.

    Tentu saja ada beberapa kegiatan awal pada tahap rehabilitasi, seperti pembangunan jalan. Ini sangat mendesak dilakukan untuk memudahkan distribusi bantuan. "Prioritas yang lain adalah membuat fasilitas air bersih, sanitasi, persampahan, rumah semi-permanen, dan sarana pendidikan," kata Sujana, yang juga Direktur Tata Ruang dan Pertanahan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

    Dirjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, Junius Hutabarat, menjelaskan sarana jalan yang akan dibangun dalam tahap rehabilitasi di antaranya jalan menuju bandara dan jalan penghubung antardaerah yang terputus, termasuk jembatan. Sedangkan rumah semi-permanen atau barak untuk relokasi pengungsi pada tahap pertama akan dibangun untuk 54.500 jiwa pada 39 desa. Pembangunan sarana ini juga dilengkapi sarana dapur umum, air bersih, dan fasilitas mandi cuci kakus (MCK). "Bangunan semi-permanen ini diproyeksikan bisa bertahan dalam satu-dua tahun," ujar Junius.

    Semua pekerjaan itu, kata dia, ada yang dikerjakan oleh badan usaha milik negara yang bergerak di bidang konstruksi, seperti PT Hutama Karya, PT Adhi Karya, PT Nindya Karya, PT Waskita Karya, dan PT Pembangunan Perumahan. Ada juga rehabilitasi yang dikerjakan Pemerintah Daerah Aceh. Sedangkan tenaga kerjanya direkrut dari masyarakat yang dibayar dan Tentara Nasional Indonesia.

    Perihal dana rehabilitasi, Sujana mengatakan ada yang diambil dari dana pemerintah (on budget) dan bantuan dari non-pemerintah (off budget). Dana dari pemerintah itu sendiri sebenarnya tidak semuanya berasal dari anggaran pemerintah. Ada pula sumbangan dari negara donor yang disalurkan melalui pemerintah. Sedangkan dana non-pemerintah disalurkan langsung untuk rehabilitasi Aceh melalui berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM).

    Hingga kini, belum ada angka pasti berapa dana yang dibutuhkan untuk proyek pembangunan Aceh dan sekitarnya. Angka sementara sesuai dengan laporan dari tiap-tiap departemen teknis yang terjun langsung merehabilitasi wilayah itu mencapai Rp 35,7 triliun. Besarnya kebutuhan dana ini termasuk pembangunan Aceh pada tahap rekonstruksi, yang diproyeksikan akan dimulai tahun ini juga hingga 2009.

    Sebelum masuk tahap rekonstruksi, pemerintah menyiapkan rencana induk pembangunan Aceh yang meliputi perancangan tata ruang dengan konsep zonasi, yaitu penentuan kawasan yang diberi fungsi-fungsi khusus. "Semua rencana pembangunan Aceh nantinya harus menyesuaikan dengan konsep ini," kata Sujana. Konsep tata ruang yang kini tengah digodok pemerintah itu, menurut Sujana, diperkirakan akan selesai dua pekan yang akan datang.

    Tahap selanjutnya, yaitu proyek rekonstruksi, rancangannya sedang disiapkan oleh departemen teknis. Rancangan itu memprioritaskan terutama pembangunan sarana dan prasarana seperti jalan, listrik, air, perumahan, dan telekomunikasi. Dan pelaksana proyek-proyek ini nanti akan ditenderkan. Pemerintah juga akan mengembalikan hak investor swasta yang usahanya terkena bencana, serta membuka peluang investasi swasta baru.

    Taufik Kamil


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Fatwa Usang Pahlawan Devisa

Album

Album

Buku

Dari Sejarah yang Mengeluh

Catatan Pinggir

Gempa

Seni Rupa

Sebuah Terobosan dari Sanur

Basquiat Tersisih, 'Limbah' Kaum Terpilih

Televisi

Sehelai Napas Kewajaran

TEMPO|interaktif

Nasional

Polisi Medan Ditangkap Saat Transaksi Sabu

RCTI Cermati Aduan Live Pesta Anang-Ashanty

42 Negara Ikuti Borobudur Internasional Hash

Olahraga

Kemana Guardiola Berlabuh: Liverpool atau Chelsea?

Kim Kardashian Diduga Kecanduan Pil Valium?

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

Nasional

Usai Grasi Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian 'BLBI'  

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

Jumlah Perempuan Perokok di Indonesia Naik Empat Kali Lipat

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif