• Home
  • 07 Februari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Iqra
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
    • Sosok
  • Arsip
  • 07 Februari 2005
    Pergeseran Jabatan TNI AD

    Kembalinya Sang Kolonel

    PEMANASAN itu terjadi di tubuh TNI AD. Sambil menunggu pergantian kepala staf dan panglimanya, gerbong mutasi jabatan di korps baju hijau didorong kembali.

    Dua yang menarik perhatian adalah penggantian pejabat militer di Nanggroe Aceh Darussalam. Komandan Korem 011 Lilawangsa, yang sebelumnya dijabat Kolonel A.Y. Nasution, digantikan Kolonel Infanteri Chairawan. Komandan Korem 012 Teuku Umar diganti dari Kolonel Gerhan Lantara menjadi Kolonel Infanteri Zahri Siregar (lihat tabel).

    Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Hotma Ngaraja Panjaitan, mengatakan pergeseran itu adalah mutasi biasa yang disebabkan adanya panglima tinggi TNI yang pensiun dan perwira menengah yang mendapat promosi.

    Mutasi biasa? Penggantian dua komandan korem (danrem) di Aceh-dilakukan beberapa saat sebelum Kepala Staf AD Jenderal Ryamizard Ryacudu mengeluarkan statemen keras tentang konflik di Serambi Mekah--mengundang spekulasi bahwa TNI akan "main keras" di sana.

    Kata Ryamizard, konflik di Aceh baru bisa dikatakan selesai jika GAM menyerah. "Kalau tidak menyerah, ya, tidak selesai-selesai." Klausul gencatan senjata yang sempat dibicarakan dalam perundingan RI dan GAM di Finlandia akhir bulan lalu tidak masuk dalam hitungannya. "Kalau GAM minta gencatan senjata, itu kan hak mereka. Masa, kami yang bela negara mau gencatan senjata. Bagaimana ceritanya?" kata KSAD.

    Dua danrem baru, menurut pengamat militer Kusnanto Anggoro memiliki kompetensi militer yang bagus. Menurut dia, penunjukan keduanya dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan di daerah konflik itu.

    Chairawan tercatat pernah menjadi Komandan Group IV Kopassus. Adapun jabatan terakhir Zahri Siregar adalah Komandan Resimen Candradimuka, di Akademi Militer. Sebelumnya dia pernah menjabat Asisten Operasi Divisi I Kostrad.

    Nama Chairawan sempat menghangat pada 1997, ketika ia masih Komandan Grup IV Kopassus. Di tengah pergolakan politik kala itu, Tim Mawar, sebuah tim yang berada dalam naungan kesatuannya, diketahui berada di balik aksi penculikan sembilan aktivis mahasiswa.

    Ketika angin perubahan politik berembus pada 1998, semua anggota Tim Mawar yang dipimpin Mayor Inf. Bambang Kristiono diseret ke pengadilan. Bambang dan empat perwira berpangkat kapten saat itu juga dipecat dari dinas militer. Chairawan sendiri tidak diadili, meski oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP) ia dicopot dari jabatan Komandan Kopassus Group IV. Ia kemudian digeser menjadi staf ahli di Markas Besar AD-sebuah posisi tanpa kursi. Banyak kalangan memandang, itulah akhir karier militer sang kolonel.

    Kusnanto Anggoro menilai Angkatan Darat tidak sensitif dengan penunjukan itu. "Kompetensi militernya memang cukup bagus, tapi dari segi etika dan image ada cacat di masa lalu. Hal ini menunjukkan tentara sama sekali tidak peduli pada pandangan orang luar," tuturnya. Chairawan sendiri sayangnya tak bisa dikontak untuk mengkonfirmasi tudingan ini.

    Tapi pembelaan datang dari Hotma Ngaraja. Ia mengatakan penunjukan Chairawan dan Zahri Siregar dilakukan setelah keduanya lolos seleksi. "Dalam kursus jabatan danrem, keduanya mendapat peringkat atas," katanya.

    Danrem lama, menurut Hotma, diganti bukan karena tidak berprestasi, tapi memang sudah saatnya dirotasi. Maklum, keduanya sudah tiga tahun bertugas di sana. "Prestasi mereka baik. Mereka berhasil menangani banyak permasalahan," kata Hotma.

    Kolonel A.Y. Nasution mengakui bahwa kondisi keamanan di wilayahnya belum sepenuhnya kondusif. "Masih terjadi gangguan keamanan dari GAM," katanya. Tugas itulah yang harus diemban sang pengganti.

    Tulus Wijanarko, Sita Planasari (Jakarta), Imran M.A. (Lhok Seumawe)


    Gerbong mutasi itu:

    Nama Jabatan SekarangDimutasi/promosi
    Mayjen TNI Ridwan SulanjanaPangdam II Siliwangi Asisten Operasi Kasum TNI
    Mayjen TNI SriyantoDanjen KopassusPangdam II Siliwangi
    Brigjen TNI Syaeful RizalKepala Staf Kodam VI Tanjung PuraDanjen Kopassus
    Kolonel Infanteri Geerhan LantaraKomandan Korem 012 Teuku UmarKepala Staff Divisi I Kostrad Cilodong
    olonel Infanteri A.Y. NasutionKomandan Korem 011 LilawangsaKepala Staf Divisi II Kostrad Malang
    Kolonel Infanteri ChairawanPaban III/Biddagri Sintel TNIKomandan Korem 011 Lilawangsa
    Kolonel Infanteri Zahri SiregarKomandan Resimen Candradimuka Akademi MiliterKomandan Korem 012 Teuku Umar

    Sumber: Dinas Penerangan TNI-AD


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Fatwa Usang Pahlawan Devisa

Album

Album

Buku

Dari Sejarah yang Mengeluh

Catatan Pinggir

Gempa

Seni Rupa

Sebuah Terobosan dari Sanur

Basquiat Tersisih, 'Limbah' Kaum Terpilih

Televisi

Sehelai Napas Kewajaran

TEMPO|interaktif

Nasional

Polisi Medan Ditangkap Saat Transaksi Sabu

RCTI Cermati Aduan Live Pesta Anang-Ashanty

42 Negara Ikuti Borobudur Internasional Hash

Olahraga

Kemana Guardiola Berlabuh: Liverpool atau Chelsea?

Kim Kardashian Diduga Kecanduan Pil Valium?

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

Nasional

Usai Grasi Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian 'BLBI'  

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

Jumlah Perempuan Perokok di Indonesia Naik Empat Kali Lipat

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif