• Home
  • 14 Februari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 14 Februari 2005

    Album

    Ulang Tahun Pramoedya Ananta Toer, 80 tahun

    Di mana sebaiknya merayakan ulang tahun ke-80? Pramoedya Ananta Toer, novelis terkemuka, pada Minggu, 6 Februari lalu memilih di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Pria yang lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 ini pernah mengecap pendidikan SD Institut Boedi Oetomo (IBO), Blora. Kemudian masuk Radio Vakschool 3 selama 6 bulan, di Surabaya. Dan terakhir dia di pendidikan Sekolah Tinggi Islam, kelas filosofi dan sosiologi.

    Pelbagai pekerjaan pernah digelutinya, mulai dari juru ketik di kantor berita Domei, Jakarta (1942-1944), reporter dan editor majalah Sadar, Jakarta (1947), hingga mengajar di Fakultas Sastra Universitas Res Publica (sekarang Trisakti), Jakarta (1962-1965), dan Akademi Jurnalistik Dr. Abdul Rivai (1964-1965).

    Namun, yang paling banyak diingat orang adalah ketika Pram mengasuh lembaran kebudayaan Lentera di harian Bintang Timur (Maret 1962). Sebab pada saat itulah perseteruan terbuka melawan kelompok Manifesto Kebudayaan (Manikebu), terpublikasi luas melalui halaman budaya media massa.

    Pramoedya mengkritik pedas lawannya karena tak mau mengikuti semboyan Lekra—sebuah organisasi kebudayaan yang punya hubungan erat dengan PKI, yakni "Politik Sebagai Panglima". Dan kelompok Manikebu bersikukuh mempertahankan kebebasan kreatifnya serta menolak "belenggu".

    Bersamaan dengan tumbangnya pemerintahan Soekarno oleh Orde Baru, Pram ikut diciduk karena dianggap berhaluan komunis, yang saat itu sedang gencar diberangus pemerintah Soeharto. Pramoedya termasuk mereka yang ditempatkan di Pulau Buru.

    Di pulau itu pulalah, beberapa karyanya mengalir. Sebagian tersimpan, sebagian kemudian dihilangkan aparat. Sejak Pram dibebaskan dari Pulau Buru, karyanya mulai deras beredar di masyarakat, seperti Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Rumah Kaca, dan Jejak Langkah.

    Selain laku di pasaran, karya Pram menjadi semacam inspirasi bagi gerakan mahasiswa untuk melawan pemerintahan Soeharto, yang dianggapnya korup dan sewenang-wenang pada tahun 80-an.

    Pram tergolong penulis produktif. Karena keelokan karya dan kegigihannya memperjuangkan hak, dia memperoleh pelbagai penghargaan, antara lain The Fund for Free Expression Award, New York, Amerika (1989); Ramon Magsaysay Award, Filipina (1995); Fukuoka Asian Culture Grand Prize, Jepang (2000). Pramoedya pernah dinominasikan sebagai peraih Nobel kesusastraan.

    Usia Pram kini memang sudah 80 tahun, namun aktivitasnya masih tampak padat. Selain tetap menulis, dia juga sibuk dengan berkebun di halaman samping rumahnya. Pram tua juga masih banyak menerima tamu. Tak jarang dia masih didaulat sebagai pembicara di pelbagai diskusi sastra.


    "TKI ilegal yang melanggar hukum silakan dihukum seadil-adilnya, demikian juga majikan yang warga negara Malaysia, maka dua-duanya harus diberi hukuman yang adil." —Presiden Yudhoyono, menanggapi kebijakan pemerintah Malaysia yang akan menghukum TKI ilegal, seusai berdialog dengan para petani di Jonggol, Bogor, Jawa Barat, Minggu pekan lalu.

    "Saya pastikan minyak tanah tidak akan naik. Sebab, ini untuk rakyat kan?" —Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie, menyampaikan pernyataannya itu seusai sidang kabinet di kantor kepresidenan, Jakarta, Senin pekan lalu, berkaitan dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM.


    TEMPO DOELOE

    14 Februari 1972 Ali Sadikin, 45 tahun, dilantik sebagai Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Raya untuk masa jabatan kedua.

    15 Februari 1989 Penarikan mundur tentara Uni Soviet dari Afganistan diperintah langsung oleh Presiden Mikhail Gorbachev. Meski menarik tentaranya, Uni Soviet masih mampu mempertahankan pengaruhnya lewat Partai Rakyat Demokratik Afganistan.

    16 Februari 1959 Fidel Castro, 32 tahun, disumpah sebagai Perdana Menteri Kuba di Ruang Kabinet di Istana Kepresidenan Havana. Ia mendampingi Manuel Urrutia Lleo yang menjabat Presiden Kuba.

    17 Februari 1979 Cina menyerbu Vietnam. Perang ini dipicu konflik perbatasan kedua negara tersebut. Dengan dalih mengamankan perbatasan, Cina menginvasi negara Vietnam.

    18 Februari 1965 Gambia merdeka dari Inggris setelah dijajah hampir empat abad. Negara jajahan pertama Inggris di Afrika ini dikuasai sejak 1588.

    19 Februari 1997 Pemimpin Cina, Deng Xiaoping, meninggal dunia karena sakit. Deng lahir pada 22 Agustus 1904 dan bergabung menjadi anggota Partai Komunis semasa pelajar.

    20 Februari 1935 Karoline Mikkelson menjadi wanita pertama yang menginjakkan kaki di Benua Antartika.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Pancang Kenangan

JI di Mata Indonesianis Kultural

Catatan Pinggir

Bekuganjang

Indonesiana

Indonesiana

Layar

Tanjidor di Bulan Syawal

Demi Seni, Demi Dapur

Pengiring Dansa dan Kematian

Seni Rupa

Keindahan pada Sebuah Kursi

TEMPO|interaktif

Nasional

Polisi Medan Ditangkap Saat Transaksi Sabu

RCTI Cermati Aduan Live Pesta Anang-Ashanty

42 Negara Ikuti Borobudur Internasional Hash

Olahraga

Kemana Guardiola Berlabuh: Liverpool atau Chelsea?

Kim Kardashian Diduga Kecanduan Pil Valium?

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

Nasional

Usai Grasi Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian 'BLBI'  

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

Jumlah Perempuan Perokok di Indonesia Naik Empat Kali Lipat

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif