Antibiotik merupakan substansi yang dihasilkan oleh organisme hidup yang dalam konsentrasi rendah dapat menghambat atau membunuh organisme lainnya. Dokter Yati memberikan penjelasan yang lebih sederhana. "Antibiotik adalah obat untuk menanggulangi infeksi bakteri," kata dia. Sangat vital karena, menurut Yati, infeksi bisa bermacam-macam. "Tergantung di mana infeksi bakteri itu menyerang. Kalau di otak, misalnya, menjadi meningitis, kena paru-paru menjadi bronkitis." Tentu saja itu cukup berbahaya.
Bahan aktif antibiotik dapat diproduksi dari alga, lichen, tumbuhan tingkat tinggi, hewan tingkat rendah, vertebrata, dan mikroorganisme. Hingga saat ini, sumber terbesar berasal dari mikroorganisme karena dari siklus hidupnya yang cepat membuatnya paling mudah diproduksi.
Di antara mikroorganisme, bakteri kelas Actinomycetes menguasai porsi sekitar 60 persen. Dari satu contoh genus bakteri dari kelas ini saja, yakni Streptomyces, pada akhir 1972 telah mampu menghasilkan hingga 2.078 jenis antibiotik. Bahan-bahan aktifnya pada umumnya bekerja secara langsung pada ribosom bakteri patogen, menghambat sintesa protein, sehingga mengganggu translasi pesan genetik bakteri jahat itu.
Upaya mencari Actinomycetes jenis jarang oleh Lilis dan kawan-kawan, di bawah payung nota kesepahaman pada 2002 antara BPPT dan Institut Teknologi dan Evaluasi Nasional Jepang, dilakukan dengan cara mengumpulkan isolat dari beberapa kebun raya yang dikelola LIPI.
Tahun pertama (2003) di Kebun Raya Eka Karya di Bali dan Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat. Dikumpulkan 500 isolat Actinomycetes yang 30 persennya diduga kuat spesies baru.
Tahun kedua (2004) di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur; di bakal Kebun Raya Bukit Sari, Jambi; dan di sekitar Cibinong Science Center. Dikumpulkan 700 isolat yang 15 persennya diduga kuat spesies baru.
Tahun ketiga (2005) direncanakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur; dan di Sulawesi Selatan.
Pada September-Oktober tahun ini, isolat-isolat itu akan dibawa ke Jepang untuk dianalisis hingga ke level spesiesnya, level yang paling rendah. "Desember, insya Allah, sudah bisa kami pub-lish spesies-spesies baru itu," kata Lilis.
Wuragil
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
