• Home
  • 14 Februari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 14 Februari 2005

    Malaysia Berbaik Hati, Indonesia Tidak Serius

    Menurut Anda, apakah pemerintah Malaysia telah cukup kooperatif dalam penanganan pemulangan TKI ilegal?
    (2-9 Februari 2005)
    Ya
    50,55%139
    Tidak
    44,73%123
    Tidak tahu
    4,73%13
    Total100%275

    Pemerintah Malaysia akhirnya menunda operasi besar-besaran untuk memburu para pekerja asing ilegal di negara itu, Selasa dua pekan lalu. Seharusnya, perburuan tersebut harus dilakukan menyusul habisnya tenggat pemulangan tenaga kerja ilegal pada akhir Januari 2005. Menurut media setempat, langkah tersebut dilakukan atas permintaan Indonesia dan Filipina, dua negara pengirim tenaga kerja terbesar ke Malaysia.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya telah mengutus Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra ke Kuala Lumpur. Yusril diminta menyampaikan permohonan Indonesia agar Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi memperpanjang masa amnesti bagi para tenaga kerja Indonesia. Kelonggaran tersebut diperlukan untuk memberi kesempatan bagi pemulangan TKI secara bertahap.

    Sebelum penundaan ini, Malaysia sebetulnya telah dua kali mengundurkan batas waktu pengampunan atau amnesti kepada para pekerja ilegal. Yang pertama, dari November menjadi akhir Desember 2004, dan yang kedua pada akhir Januari 2005. Sebagian responden jajak pendapat Tempo Interaktif menilai pemerintah Malaysia sebenarnya sudah cukup kooperatif dalam menangani kasus TKI ilegal. Apalagi, negeri jiran itu sudah dua kali memberi perpanjangan waktu.

    Sayangnya, pemerintah Indonesia sendiri malah terlihat tidak serius menangani masalah tersebut. Paling tidak, itu terlihat dari tidak pernah Absennya masalah TKI ilegal dalam hubungan Indonesia-Malaysia. Soal ini selalu muncul setiap tahun, dari satu pemerintahan ke pemerintahan yang lain. ?Maraknya para TKI (ilegal) itu dikarenakan pemerintah Indonesia yang tidak serius dan benar-benar tidak mau berusaha serius menangani masalah yang sangat klasik ini,? kata Olas Novel, salah responden di Jepara.

    Secara umum, lebih dari separuh responden jajak pendapat ini berpendapat bahwa pemerintah Malaysia sudah cukup kooperatif. Namun, yang berpendapat sebaliknya juga lumayan besar, di atas 40 persen. Meskipun demikian, bisa dibilang bahwa dalam masalah ini, masalah yang muncul lebih banyak karena Indonesia tidak serius.

    Indikator Pekan Ini: Pemerintah menargetkan wabah demam berdarah dengue (DBD) secara nasional berakhir pada pertengahan Maret 2005. Padahal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meramalkan puncak wabah demam berdarah di Ibu Kota baru berakhir pada Maret nanti. Departemen Kesehatan juga telah meminta semua pemerintah daerah segera memberantas penyakit itu dengan pengasapan, penaburan serbuk abate, dan program pemberantasan sarang nyamuk.

    Hingga Rabu pekan lalu, dilaporkan sudah 1.725 pasien demam berdarah di Jakarta yang dirawat di rumah sakit, dan 16 orang meninggal. Di daerah lain juga terjadi lonjakan korban demam berdarah selama Februari. Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular Departemen Kesehatan Umar Fahmi Achmadi mengatakan, pihaknya kesulitan mendapatkan dana pengadaan logistik untuk pemberantasan demam berdarah.

    Menurut Anda, apakah pemerintah telah gagal mengantisipasi dan memberantas wabah demam berdarah dengue pada tahun ini? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di www.tempointeraktif.com



    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Pancang Kenangan

JI di Mata Indonesianis Kultural

Catatan Pinggir

Bekuganjang

Indonesiana

Indonesiana

Layar

Tanjidor di Bulan Syawal

Demi Seni, Demi Dapur

Pengiring Dansa dan Kematian

Seni Rupa

Keindahan pada Sebuah Kursi

TEMPO|interaktif

Metro

Rekonstruksi Pengeroyokan Geng Motor Digelar Lagi

Nasional

Polisi Medan Ditangkap Saat Transaksi Sabu

RCTI Cermati Aduan Live Pesta Anang-Ashanty

42 Negara Ikuti Borobudur Internasional Hash

Olahraga

Kemana Guardiola Berlabuh: Liverpool atau Chelsea?

Kim Kardashian Diduga Kecanduan Pil Valium?

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

Nasional

Usai Grasi Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian 'BLBI'  

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif