Ditangkapnya Suyanto sebagai tersangka pembuat senjata api rakitan amat menyentakkan para tetangganya di Dusun Geneng, Kowangan, Temanggung. Kendati jarang bergaul, lelaki 47 tahun ini dikenal cukup baik dan kerap membantu kegiatan di kampungnya.
Saat para remaja desa butuh alat olahraga, Suyanto, yang baru empat tahun menghuni dusun ini, segera memenuhinya. "Padahal dia tidak kelihatan kaya, tapi dia membelikan bola voli, net, dan bola sepak untuk para remaja," kata Eko, seorang warga Dusun Geneng.
Sukartiningsih, warga dusun lainnya, tak menduga Suyanto dijerat urusan senjata. "Saya kira dia ditangkap karena masalah utang," katanya. Sebab, sekitar satu setengah tahun lalu dia pernah minta surat keterangan untuk meminjam uang di bank. Begitu pula Riyanto, warga lainnya. Dia heran Riyanto terlibat pengedaran senjata api yang harganya jutaan. Soalnya, kehidupannya tampak sederhana sekali. "Pak Yanto juga sering telat membayar listrik. Tagihannya cukup besar, sampai Rp 1 juta," tuturnya.
Hanya, menurut catatan polisi, Suyanto pernah dipenjara selama tiga tahun pada 1992 karena menyimpan granat secara ilegal. Lulusan Jurusan Permesinan STM Dr Sutomo, Temanggung, ini juga diketahui pintar merakit senjata.
Dalam pemeriksaan polisi, ia mengaku mendapat keahlian membuat senjata secara autodidaktik. "Saya belajar dari buku dan majalah yang memuat cara merakit senjata," kata bapak dua anak itu.
Saat menggerebek bengkel Suyanto pada akhir Januari lalu, polisi pun menemukan sejumlah buku dan majalah yang jadi rujukan Suyanto. Di antaranya majalah Gunsmithing at Home terbitan Kanada, majalah Angkasa yang memuat koleksi pistol dan senapan, buku Angkatan Bela Diri Jepang, Potret Suatu Keberhasilan, dan majalah Teknologi dan Strategi Militer edisi Juli 1988 dan Agustus 1989.
Menurut polisi, perakitan senjata selalu dilakukan pada malam hari, mulai pukul 22.00 hingga 01.00. Pada siang harinya, bengkel bubut itu membuat onderdil mobil. Tapi tidak setiap malam mereka merakit senjata. Ini berdasarkan pengakuan seorang pegawai bengkel yang ikut ditangkap bersama Suyanto.
Sebelum digerebek polisi, bengkel Suyanto selalu ramai. Tiga orang pekerja di bengkel itu jarang menganggur. Bengkel ini terletak persis di belakang rumah Suyanto, yang berukuran 10 x 20 meter. Di sana terdapat beberapa mesin bubut, dua tabung gas yakni gas elpiji dan oksigen, dan sejumlah peralatan lainnya.
Ada juga tanduk kijang, kepala babi, dan kulit buaya yang telah mengering. Maklum, selama ini Suyanto dikenal memiliki hobi berburu.
Nurdin, Dian Yuliastuty (Temanggung)
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
