• Home
  • 14 Februari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Layar
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 14 Februari 2005

    Autodidak yang Dermawan

    Ditangkapnya Suyanto sebagai tersangka pembuat senjata api rakitan amat menyentakkan para tetangganya di Dusun Geneng, Kowangan, Temanggung. Kendati jarang bergaul, lelaki 47 tahun ini dikenal cukup baik dan kerap membantu kegiatan di kampungnya.

    Saat para remaja desa butuh alat olahraga, Suyanto, yang baru empat tahun menghuni dusun ini, segera memenuhinya. "Padahal dia tidak kelihatan kaya, tapi dia membelikan bola voli, net, dan bola sepak untuk para remaja," kata Eko, seorang warga Dusun Geneng.

    Sukartiningsih, warga dusun lainnya, tak menduga Suyanto dijerat urusan senjata. "Saya kira dia ditangkap karena masalah utang," katanya. Sebab, sekitar satu setengah tahun lalu dia pernah minta surat keterangan untuk meminjam uang di bank. Begitu pula Riyanto, warga lainnya. Dia heran Riyanto terlibat pengedaran senjata api yang harganya jutaan. Soalnya, kehidupannya tampak sederhana sekali. "Pak Yanto juga sering telat membayar listrik. Tagihannya cukup besar, sampai Rp 1 juta," tuturnya.

    Hanya, menurut catatan polisi, Suyanto pernah dipenjara selama tiga tahun pada 1992 karena menyimpan granat secara ilegal. Lulusan Jurusan Permesinan STM Dr Sutomo, Temanggung, ini juga diketahui pintar merakit senjata.

    Dalam pemeriksaan polisi, ia mengaku mendapat keahlian membuat senjata secara autodidaktik. "Saya belajar dari buku dan majalah yang memuat cara merakit senjata," kata bapak dua anak itu.

    Saat menggerebek bengkel Suyanto pada akhir Januari lalu, polisi pun menemukan sejumlah buku dan majalah yang jadi rujukan Suyanto. Di antaranya majalah Gunsmithing at Home terbitan Kanada, majalah Angkasa yang memuat koleksi pistol dan senapan, buku Angkatan Bela Diri Jepang, Potret Suatu Keberhasilan, dan majalah Teknologi dan Strategi Militer edisi Juli 1988 dan Agustus 1989.

    Menurut polisi, perakitan senjata selalu dilakukan pada malam hari, mulai pukul 22.00 hingga 01.00. Pada siang harinya, bengkel bubut itu membuat onderdil mobil. Tapi tidak setiap malam mereka merakit senjata. Ini berdasarkan pengakuan seorang pegawai bengkel yang ikut ditangkap bersama Suyanto.

    Sebelum digerebek polisi, bengkel Suyanto selalu ramai. Tiga orang pekerja di bengkel itu jarang menganggur. Bengkel ini terletak persis di belakang rumah Suyanto, yang berukuran 10 x 20 meter. Di sana terdapat beberapa mesin bubut, dua tabung gas yakni gas elpiji dan oksigen, dan sejumlah peralatan lainnya.

    Ada juga tanduk kijang, kepala babi, dan kulit buaya yang telah mengering. Maklum, selama ini Suyanto dikenal memiliki hobi berburu.

    Nurdin, Dian Yuliastuty (Temanggung)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Pancang Kenangan

JI di Mata Indonesianis Kultural

Catatan Pinggir

Bekuganjang

Indonesiana

Indonesiana

Layar

Tanjidor di Bulan Syawal

Demi Seni, Demi Dapur

Pengiring Dansa dan Kematian

Seni Rupa

Keindahan pada Sebuah Kursi

TEMPO|interaktif

Metro

Rekonstruksi Pengeroyokan Geng Motor Digelar Lagi

Nasional

Polisi Medan Ditangkap Saat Transaksi Sabu

RCTI Cermati Aduan Live Pesta Anang-Ashanty

42 Negara Ikuti Borobudur Internasional Hash

Olahraga

Kemana Guardiola Berlabuh: Liverpool atau Chelsea?

Kim Kardashian Diduga Kecanduan Pil Valium?

Pacar Tara Reid Seumur Kakeknya

Seni & Hiburan

Lady Gaga Ternyata Ogah Didikte

Seni & Hiburan

Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 Miliar

Nasional

Usai Grasi Corby, Australia Proses Ekstradisi Adrian 'BLBI'  

Nasional

Rata-rata Nilai UN SMA DKI Jakarta Kalah Jauh dari Jatim

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif