• Home
  • 21 Februari 2005
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
    • Perjalanan
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 21 Februari 2005

    Untuk Sebuah Kenangan

    ETERNAL SUNSHINE OF THE SPOTLESS MIND Sutradara: Michel Gondry Skenario: Charlie Kaufman Pemain: Jim Carrey, Kate Winslet, Elijah Wood, Tom Wilkinson, Mark Ruffalo, Kirsten Dunst

    BERAPAKAH harga sebuah kenangan? Apalagi yang berawal dari pertemuan sepele di sebuah gerbong kereta sepulang kerja? Alkisah, seorang wanita atraktif yang gemar bicara, Clementine Kruczynski (Kate Winslet), duduk di samping seorang lelaki dengan mulut hampir selalu terkunci, Joel Barish (Jim Carrey). Arus komunikasi berjalan tak seimbang, tentu saja.

    Clementine tak mudah menyerah, apalagi Joel bukan tipe lelaki penggoda yang mudah meleleh matanya setiap melihat kening mulus. Clementine meminta Joel meneleponnya, sembari menabur wangi janji. Dan setelah beberapa percakapan yang intim, mereka jatuh cinta. Joel mulai terobsesi dengan kehadiran sang gadis. Ia membutuhkannya. Clementine tak mudah menyerah.

    Sebaiknya waspadalah. Kita sedang menghadapi sebuah film yang ditulis Charlie Kaufman (Human Nature, Being John Malkovich, Confessions of a Dangerous Mind), seseorang yang memperlakukan skenario bak penjelajah di daerah tak bertuan. Ia akan mengeksplorasi apa saja, dengan segala risiko. Bahkan meski harus berputar, dan mengulang lagi semuanya dari titik awal. Dan itulah yang tersaji di layar.

    Tiba-tiba sikap Clem terhadap Joel berubah, seakan-akan mereka tak pernah bertemu. Ia malah mempertontonkan kemesraan dengan pacar barunya, Patrick (Elijah Wood). Joel yang bingung belakangan tahu: Clem baru menjalani proses penghapusan memori di Klinik Lacuna Inc. milik Dr Howard Mierzwiak (Tom Wilkinson). Clem menghapus eksistensi Joel dari sel-sel kelabu di otaknya seperti menjentik abu rokok yang menempel di baju. Semudah itu.

    Dengan rasa marah, jengkel, dan terhina, Joel pergi ke Lacuna. Ia berniat melakukan hal yang sama: menghapus Clem dari pikiran. Tapi sebuah musibah terjadi, staf teknologi yang bertanggung jawab atas penghapusan memori (Mark Ruffalo) malah bercinta dengan asisten sang doktor (Kirsten Dunst). Joel terombang-ambing dalam perangkap masa silam dan niat yang terus berubah-ubah: membuang, menyimpan, membuang, menyimpan, atau membuang saja kenangannya tentang Clem?

    Sulit membayangkan Eternal Sunshine akan enak ditonton bila Michel Gondry tak duduk di kursi sutradara. Sebagai sineas dengan jam terbang tinggi di industri klip video (Björk, Chemical Brothers), Gondry memiliki konsep visual eksotis yang bergerak cepat, liar, namun tetap terjaga indah. Di beberapa bagian, ia memercikkan humor satir, sesekali romantik.

    Untungnya, duet Kaufman-Gondry pernah bekerja sama dalam Human Nature. Kelemahan Human Nature pada akhir cerita, yang menjadi ciri khas semua skenario Kaufman karena terlalu idealistis sehingga gagap menghadapi ending, teratasi dengan rapi di Eternal Sunshine.

    Menyenangkan sekali melihat Jim Carrey akhirnya terbebas dari belenggu peran komikal yang selalu mempertontonkan kelebihan energinya dalam bentuk slapstick (kecuali pada The Truman Show). Gondry memaksa Carrey menyalurkan ekspresivitasnya yang meluap-luap ke dalam batin, terus menumpuk, dan "meledak" dalam dramaturgi yang memikat.

    Kate Winslet lebih luar biasa. Ak-tingnya menentukan ritme film seperti seorang yang sedang bermain layang-layang. Ia mengatur tempo. Improvisasinya bertenaga, meski semua dialog mengacu ketat pada skenario. Hasilnya, Winslet dicalonkan sebagai salah satu nomine aktris terbaik dalam Academy Awards (Oscar) yang berlangsung pada akhir Februari nanti. Pe-saingnya di kategori ini adalah Annette Bening (Being Julia), Catalina Sandino Moreno (Maria Full of Grace), Imelda Staunton (Vera Drake), dan Hilary Swank (Million Dollar Baby).

    Dengan ensembel totalitas seperti ini, film yang judulnya diambil dari selarik sajak berjudul Eloisa to Abelard dari penyair Alexander Pope (1688-1744) itu terlalu berharga untuk dilewatkan. Entah atas dasar penghormatan untuk sebuah kenangan, entah karena penghargaan untuk sebuah karya sinema.

    Akmal Nasery Basral


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Album

Buku

Dari Sang Gadis Pemburu Senja

Catatan Pinggir

Al-Ghazali

Fotografi

Dari Kengerian yang Santun

Seni Rupa

Sayap-sayap Lie Fhung

TEMPO|interaktif

Olahraga

Krisis Keuangan Persibo Bojonegoro Masih Berlanjut

Olahraga

Wawancara CEO Inter: Kami Sekarang Lebih Siap

Gerrard: Capello Tak Percaya Saya Jadi Kapten

Nasional

Rachland: Klaim Ruhut-Sutan Obrolan Warung Kopi  

Inforial

Megawati Beri Apresiasi Peringatan 1 Juni  

MPR RI

Inforial

Kongres dan Pemerintah AS Menolak Kemerdekaan Papua

DPR RI

Inforial

JCG Management Competency Assessment

JAKARTA CONSULTING GROUP

Inforial

Memperkenalkan Jajaran Manajemen Baru

Telkomsel

Inforial

Sambut Liburan dengan Fasilitas Menarik

Aston Marina Jakarta

Inforial

Kepedulian Tim Hijau di Balekambang

Best Western Premier Hotel Solo

Inforial

Serunya Memasak dan Menembak

Aston Primera Pasteur
iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif